Potret Pendidikan

Potret Pendidikan (13)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Potret Realita Pendidikan

Arsip Berita

Salatiga, 1 Juni 2021 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sambut baik dan dukung penuh dunia usaha dan dunia industri yang turut berupaya meningkatkan kompetensi guru kejuruan. Salah satunya adalah upaya Pusat Pelatihan Garmen Bandung (PPGB) yang telah melaksanakan pelatihan guru tata busana se-Jawa Tengah sebagai implementasi penyelarasan kurikulum jurusan tata busana di Salatiga, Jawa Tengah pekan lalu.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto mengatakan upaya seperti ini perlu terus dilakukan guna mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Karenanya, “Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, utamanya adalah pihak industri. Dengan adanya pelatihan guru ini, kualitas lulusan akan lebih link and match dengan industri,” tuturnya di Salatiga, pada Sabtu (28/5).

Wikan Sakarinto berharap, dukungan untuk mewujudkan link and match dari PPGB Cabang Salatiga ini mampu mendorong peningkatan kualitas guru SMK. Sehingga, pada akhirnya mendukung terwujudnya lulusan SMK bidang tata busana yang kompeten dan memiliki daya saing menjawab tantangan dunai kerja. 

“Peningkatan kompetensi SDM guru SMK menjadi kunci penting untuk menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan memiliki daya saing di industri. Harapannya, upaya ini juga dapat menjadi program yang berkesinambungan sehingga semakin banyak lulusan SMK bidang tata busana yang terserap oleh dunia industri,” ujar Wikan. 

Pada kesempatan ini, pimpinan PPGB Cabang Salatiga, Nathanael Suryadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 60 guru kejuruan bidang tata busana yang terdiri dari satu orang ketua program studi dan dua guru produktif. “Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari dan dibiayai oleh PPGB Cabang Salatiga sebagai wujud program CSR perusahaan,” jelasnya.

Nathanael menambahkan, dalam program pelatihan ini para peserta akan dibekali kompetensi-kompetensi terkini, antara lain pembuatan pola dengan CAD, desain digital, supply chain management control, system analysis for budget reduction, dan digital process analysis. 

“Kompetensi guru harus ditingkatkan untuk bisa mengimplementasikan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan industri, dan peran guru harus berubah dari pedagogi ke andragogi menjadi mentor dalam proses belajar peserta didik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nathanael menjelaskan bahwa program pelatihan implementasi kurikulum guru SMK tata busana se-Jawa Tengah ini mencakup 1) penguatan karakter dan pemenuhan kompetensi dasar bidang tata busana, 2) penguatan kompetensi bidang keahlian dengan kompetensi terkini dan implementasi project based learning, serta 3) penyiapan teaching factory sesuai standar industri. 

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Ahmad Saufi, turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PPGB Cabang Salatiga yang telah dan senantiasa memberikan dukungan pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia. 

“Saya yakin dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh PPGB, kualitas pendidikan Indonesia akan semakin meningkat, yang tentunya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai bidangnya. Saya mengundang seluruh pihak untuk berkontribusi secara bersama-sama untuk memajukan pendidikan vokasi dan kami siap memfasilitasi hal tersebut,” pungkas Ahmad Saufi.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Jakarta, 24 April 2021 --- Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai sosok pahlawan yang memperjuangkan hak-hak manusia khususnya para perempuan. Setiap tahun, tepat di hari kelahirannya pada 21 April, bangsa Indonesia memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menggelar nonton bareng Film Kartini secara virtual yang dihadiri oleh 4.000 penonton dari berbagai kalangan.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im, mengatakan film Kartini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda untuk mengenal lebih jauh ketokohan R.A. Kartini. Dengan menonton film ini, Ainun berharap generasi muda dapat memahami, menghayati, dan meneladani, apa saja yang diwariskan oleh Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan hak-hak manusia pada peradaban dulu hingga sekarang. “Selamat nonton bareng Film Kartini,” demikian disampaikan Ainun Nai’m saat membuka acara secara virtual di Jakarta, pada Sabtu (24/04/2021).

Menurut Ainun, film Kartini merupakan salah satu film Indonesia yang sukses diproduksi oleh anak bangsa, Hanung Bramantyo. Film ini, kata dia, mengangkat cerita kepahlawanan perempuan Indonesia ke ranah yang lebih luas. “Film ini sangat tepat dan akan sangat bermanfaat bagi kita dalam membangun karakter bangsa sehingga kita memahami dan menghayati apa yang telah dikedepankan secara baik oleh Ibu kita,” tutur Ainun.

Pada saat yang sama, sutradara film Kartini, Hanung Bramantyo, menceritakan alasan mengapa tokoh R.A. Kartini layak untuk diangkat ke dalam sebuah film. Pertama, literasi yang digaungkan oleh wanita kelahiran Jepara tersebut. Semangat literasi Kartini, kata Hanung, menjadi pengingat bangsa Indonesia bahwa menulis dan membaca adalah dasar dari sebuah pendidikan. “Literasi menjadi penting sekali. Itu yang mendasari kenapa Kartini menjadi seorang pahlawan yang harus diperingati,” ujar Hanung.

Kedua, R.A. Kartini merupakan sosok pahlawan yang turut menggerakan roda perekonomian yang ada di wilayah tempat tinggalnya, yaitu Kabupaten Jepara. Di mana, kerajinan ukir kayu pada saat itu dianggap sebagai sebuah kerajinan kampung dan orang-orang di desanya pada saat itu tidak mau mengukir wayang karena takut dikutuk.

“Melalui kartini mereka diberikan semacam motivasi bahwa ini boleh, tidak melanggar apapun. Karena itu kiprahnya Kartini dalam ekonomi siklus itu membuat kerajinan ukir di Desa Mukirsari bisa dikirim ke Negara Belanda,” tuturnya.

Senada dengan itu, pemeran utama film Kartini, Dian Sastrowardoyo, mengungkapkan sosok R.A. Kartini merupakan tokoh pahlawan yang menjadi idolanya karena banyak belajar dari tulisan-tulisan yang dituangkan dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”. “Tulisan-tulisan beliau sangat menginspirasi saya karena dia pantang menyerah di saat hidupnya dalam keadaan tidak ada harapan,” imbuhnya.

Dian mengutarakan, menjadi pemeran R.A. Kartini dalam film Kartini menjadi sebuah anugerah baginya karena dengan kesempatan bekerja, Dian dapat membaca seluruh tulisan R.A. Kartini. “Dengan menerapkan teladannya beliau, saya sendiri merasa jadi terbantu karir saya dan untuk menemukan tujuan hidup sendiri,” ungkapnya.

Aktivis perempuan dan penulis, Kalis Mardiasih, juga mengungkapkan perasaannya setelah menonton film Kartini. Kalis menjelaskan dengan menonton film Kartini, masyarakat tahu bahwa R.A. Kartini mendobrak hak-hak perempuan yang saat itu sulit sekali untuk merdeka. R.A. Kartini mampu mendefinisikan dirinya sendiri, nilai-nilai yang dipercayainya, mimpi-mimpi yang sudah dibangun serta perjuangannya dengan segala tantangannya.

“Dia (R.A. Kartini) saya kira menginspirasi semua orang. Dari latar belakang apapun dia berasal, dia berani selalu mempertanyakan siapa kamu, dan untuk apa kamu ada, dan bagaimana kamu memperjuangkan tentu dengan pengetahuan dan keberanian,” katanya.

Dalam laporannya, Kepala Puspeka Kemendikbud, Hendarman, berharap kegiatan nonton bareng film Kartini dapat terus menyalakan dan meneruskan semangat R.A. Kartini. Ia mengatakan, tujuan nonton bareng film Kartini ini adalah untuk mengedukasi kesetaraan dalam hal pendidikan terutama untuk perempuan Indonesia, dan mendorong kepercayaan diri perempuan dalam berkarya. Dan tidak kalah penting, menumbuhkan semangat perempuan untuk berkarya di berbagai bidang serta membangkitkan kualitas hidup perempuan.
 






Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: kemdikbud.go.id

Jakarta, 5 Januari 2020 --- Mengawali tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar taklimat media capaian tahun 2020 dan sasaran tahun 2021. “Tahun 2020 adalah tahun yang penuh tantangan. Namun tim di Kemendikbud selalu bekerja keras agar lebih banyak lagi masyarakat yang menerima manfaat dari transformasi yang sedang kita kerjakan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, pada Selasa (05/01/2021).

Pada tahun 2020 Kemendikbud bekerja untuk memastikan peningkatan kualitas pembelajaran tetap berjalan sekaligus memastikan bahwa segala kebutuhan di masa krisis pandemi Covid-19 tetap terpenuhi. “Prinsip dasar semua terobosan Merdeka Belajar adalah apa yang terbaik bagi para murid dan guru,” jelas Mendikbud.

Sepanjang tahun 2020 Kemendikbud menghadirkan terobosan Merdeka Belajar episode pertama hingga episode keenam. Pada Merdeka Belajar episode pertama, Kemendikbud menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan di antaranya menghapus Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), mengganti Ujian Nasional (UN), penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan mengatur kembali Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Mendikbud.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pakem, Jawa Tengah, Tri Worosetyaningsih mengatakan bahwa sebelum adanya penyederhanaan RPP dan penggantian UN, guru terbelenggu oleh banyaknya administrasi pembelajaran sehingga guru hanya fokus kepada pengetahuan kognitifnya, dan juga siswa dalam proses pembelajaran kurang mendapat perhatian.

“Dampak positif setelah adanya penyederhanaan RPP dan penghapusan atau penggantian UN, bapak ibu guru tidak terbebani dengan administrasi yang begitu banyak, bisa menuangkan ide-ide kreatif dan inovatifnya dalam pembelajaran. Kemudian, siswa belajar menjadi lebih menyenangkan, mereka lebih merdeka belajar,” ujar Tri Worosetyaningsih.

Selanjutnya, pada Merdeka Belajar Episode Kedua yaitu Kampus Merdeka, Kemendikbud melakukan penyesuaian di lingkup pendidikan tinggi, di antaranya pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, dan hak belajar tiga semester di luar program studi.

Sementara itu, pada Merdeka Belajar Episode Ketiga, Kemendikbud mengubah mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2020. Mendikbud mengatakan, salah satu prinsip penggunaan dana BOS pada tahun 2020 adalah fleksibilitas. Peningkatan fleksibilitas dan otonomi penggunaan dana BOS bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah, terutama untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Kepala SMP Negeri 1 Banda, Maluku Tengah merasaan manfaat dari kebijakan ini. “Proses transfer yang dilakukan langsung ke rekening membuat dana BOS diterima tepat waktu dan tepat sasaran. Dana BOS juga dapat digunakan untuk membayar guru honorer,” jelasnya.

Selanjutnya pada Merdeka Belajar Episode Keempat yaitu Program Organisasi Penggerak (POP). Paket kebijakan ini bertujuan untuk semakin memberdayakan organisasi masyarakat dalam membangun Sekolah Penggerak. Mendikbud berharap POP menjadi elemen penting terciptanya Sekolah Penggerak, tempat menuangkan seluruh konsep Merdeka Belajar. Kemendikbud berkomitmen akan menciptakan Sekolah Penggerak dengan berbagai macam metode yang sesuai dengan kondisi masyarakat namun tetap menjunjung toleransi atas keberagaman.

Pada 3 Juli 2020, Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar Episode Kelima: Guru Penggerak. Arah program Guru Penggerak berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, pelatihan yang menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching.

“Guru Penggerak sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia, diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga menjadi Pelajar Pancasila, menjadi pelatih atau mentor bagi guru lainnya untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan,” tutur Mendikbud.

Selanjutnya, pada 3 November 2020, Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar Episode Keenam: Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Kebijakan ini diluncurkan dalam rangka mendukung visi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, salah satunya melalui transformasi pendidikan tinggi agar mampu mencetak lebih banyak lagi talenta-talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Mendikbud mengatakan Merdeka Belajar Episode Keenam lahir dengan fokus pada pembangunnan SDM unggul di jenjang pendidikan tinggi. “Perguruan tinggi di Indonesia baik negeri maupun swasta harus bergerak lebih cepat agar dapat bersaing di tingkat dunia,” terangnya. Menutup taklimat media, Mendikbud mengingatkan pentingnya mengingat cita-cita bersama.  “Tujuan Merdeka Belajar adalah pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Capaian Kebijakan di Masa Pandemi Covid-19

Pada masa pandemi Covid-19, Kemendikbud melakukan sejumlah terobosan yang dilakukan secara cepat dan masif. “Pandemi bukan penghalang bagi kita untuk terus melakukan terobosan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Mendikbud.

Kemendikbud untuk pertama kalinya memberikan bantuan Dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk mengurangi dampak keterpurukan ekonomi sekolah nnegeri dan swasta. Mendikbud mengatakan, “krisis Covid-19 mengubah kebijakan Kemendikbud  sehingga sekarang BOS Afirmasi dan BOS Kinerja difokuskan dan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan dan yang paling terdampak,” lanjut Mendikbud.

Di samping itu, Kemendikbud juga menghadirkan kurikulum dan modul pembelajaran dalam kondisi khusus untuk meringankan kesulitan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. “Modul pembelajaran ini mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan siswa,” kata Mendikbud.

Selanjutnya, Kemendikbud juga terus berupaya memberikan dukungan secara maksimal kepada mahasiswa agar tetap bisa kuliah dengan baik di masa pandemi Covid--19. Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa terdampak pandemi. Selain itu, mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil sks sama sekali, misalnya sedang menunggu kelulusan.

"Ini merupakan bukti bahwa kita mendengar dan berupaya mengurangi beban mahasiswa yang terdampak krisis Covid-19 ini. Kerangka regulasi ini kita berikan agar semua perguruan tinggi negeri bisa segera melakukan keringanan UKT untuk membantu mahasiswanya yang terdampak," tutur Mendikbud.  

Kemendikbud memberikan bantuan UKT atau biaya perkuliahan kepada 410 ribu mahasiswa semester 3, 5 dan 7 kepada PTN dan PTS dengan menggunakan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan.

Di samping itu, Kemendikbud telah memberikan bantuan subsidi upah kepada 1.634.832 PTK PAUD, Pendidikan Dasar dan Penidikan Menengah, 374,836 PTK Pendidikan Tinggi, dan 48.000 pelaku budaya dan seni.
“Kemendikbud mendampingi para musisi jalanan sejak awal masa pandemi sampai hari ini. Ada bantuan seperti Apresiasi Pelaku Budaya. Itu sangat menolong,” ujar Pendiri Institut Musik Jalanan, Andi Malewa.

Kemendikbud juga telah menyalurkan bantuan kuota data internet untuk mendukung belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, sebanyak 35,725 juta peserta didik dan tenaga pendidik telah menerima bantuan kuota data internet yang dikirim setiap bulannya.

Selanjtunya, berdasarkan basis data portal Rumah Belajar, total pengguna baru Rumah Belajar pada tahun 2020 sebanyak 7,79 juta dengan pengunjung portal Rumah Belajar sebanyak 105,532 juta.

Selain itu, Kemendikbud juga memberikan bantuan kepada 13 rumah sakit pendidikan sebagai Pusat Penanganan Covid-19 dan telah menghasilkan 1.600 modifikasi produk/inovasi untuk menangani Coivd-19. Di samping itu, Kemendikbud juga telah menerima 20.690 mahasiswa yang bergerak di bidang kesehatan untuk menjadi relawan pengendalian Covid-19.

Di masa pandemi ini, Kemendikbud juga meningkatkan kualitas dan kapasitas Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang pada awalnya targetnya 26 rumah sakit namun realisasinya mencapai 66 rumah sakit pendidikan/Fakultas Kedokterdan baik itu di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Selain itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga telah memfasilitasi 235 institusi untuk menghasilkan alat pelindung diri (APD), reagen dan alat deteksi Covid-19 dengan RT-PCR.  

Pada bidang bahasa, Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Perlindungan Bahasa telah meluncurkan Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah.

Sasaran Program Prioritas Merdeka Belajar Tahun 2021

Pada 2021, Kemendikbud akan melanjutkan transformasi pendidikan dan pemajuan kebudayaan. Mendikbud menjelaskan, “strategi transformasi yang begitu besar dan kerja yang tak kenal henti mungkin disalahartikan sebagai tidak fokusnya upaya transformasi. Namun, jika dipahami lebih dalam, semua yang dikerjakan Kemendikbud menyasar pada pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan empat strategi utama Kemendikbud. “Pertama, pembangunan infrastruktur dan teknologi; kedua, penguatan kebijakan, prosedur, dan pendanaan; ketiga, penguatan kepemimpinan, masyarakat, dan kebudayaan; serta keempat, penguatan kurikulum, pedagogi, dan asesmen,” jelasnya, Mendikbud menegaskan, “semua kebijakan Kemendikbud berujung pada upaya menghadirkan transformasi yang bermakna dan membawa bangsa ini kepada kemajuan”.

Untuk itu, prioritas Merdeka Belajar 2021 akan berfokus pada delapan prioritas. Pertama, pembiayaan pendidikan di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan target 1,095 juta mahasiswa, KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa, layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah, tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236 lembaga.

Fokus selanjutnya pada Merdeka Belajar 2021 adalah program digitalisasi sekolah dan medium pembelajaran melalui empat sistem penguatan platform digital, delapan layanan terpadu Kemendikbud, kehumasan dan media, 345 model bahan ajar dan model media pendidikan digital, serta penyediaan sarana pendidikan bagi 16.844 sekolah.

Prioritas selanjutnya adalah pembinaan peserta didik, prestasi, talenta, dan penguatan karakter. Prioritas ini akan diciptakan melalui tiga layanan pendampingan advokasi dan sosialisasi penguatan karakter, pembinaan peserta didik oleh 345 pemerintah daerah, serta peningkatan prestasi dan manajemen talenta kepada 13.505 pelajar.

Selanjutnya,pada 2021 Kemendikbud menargetkan akan melakukan pendidikan kepada 19.624 guru penggerak, sertifikasi terhadap 10.000 guru dan tenaga kependidikan, rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh 548 pemerintah daerah, serta penjaminan mutu,sekolah penggerak, danorganisasi penggerak kepada 20.438 orang guru.

Sebagai prioritas berikutnya, dalam peningkatan kurikulum dan asesmen nasional Kemendikbud akan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan tenaga kependidikan, pendampingan dan sosialisasi implementasi kurikulum dan asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan, dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga.

Keenam, dalam revitalisasi pendidikan vokasi, Kemendikud akan merevitalisasi 900 SMK yang berbasis industri 4.0, akan melakukan dukungan dan percepatan link and match dan kemitraan dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dukungan pencapaian indeks kinerja utama pada 47 Perguruan Tinggi Negeri Vokasi, akan melakukan pendidikan kecakapan kerja dan pendidikan kecakapan kewirausahaan kepada 66.676 orang, penguatan pendidikan tinggi vokasi pada 200 program studi, sertifikasi kompetensi kepada 300 orang dosen, penguatan pendidikan PNBP/BLU kepada 75 perguruan tinggi, dan penguatan sarana prasarana di delapan perguruan tinggi.

Prioritas yang tak kalah pentingnya adalah Kampus Merdeka. Kemendikbud mendukung sepenuhnya pencapaian indeks kinerja utama (IKU) bagi 75 PTN (BOPTN), peningkatan kelembagaan pendidikan tinggi, competitive fund dan matching fun bagi Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan sehingga tercipta 50 ribu mahasiswa berwirausaha 400 ribu mahasisa Kampus Merdeka, 660 program studi terkait inovasi pembelajaran digital, serta pengembangan kelembagaan perguruan tinggi.

Selanjutnya yang terakhir, dalam pemajuan kebudayaan dan bahasa, Kemendikbud akan memberikan apresiasi dan peningkatan SDM kepada 5.225 orang di 994 satuan pendidikan,mengadakan kegiatan dan program publik dengan sasaran 619.515 orang, 450 layanan, 352 kegiatan dan satu platform holistik, pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya takbenda pada 72.305 unit, penguatan desa dan fasilitas bidang kebudayaan kepada 359 desa dan 260 kelompok masyarakat, serta layanan kepercayaan dan masyarakat adat kepada 1.031 orang di 25 wilayah adat.

Selain itu, Kemendikbud menyasar pembinaan bahasa dan sastra bagi 4.117 penutur bahasa, pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra bagi 200 lembaga, dan pelaksanaan tugas teknis pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra di daerah bagi  21.132 penutur bahasa.

Pada kesempatan taklimat media ini, Mendikbud tidak lupa menyampaikan apresiasinya kepada para pemangku kepentingan. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus mendukung dan memberikan masukan terhadap upaya transformasi pendidikan dan pemajuan kebudayaan Indonesia,” tutup Mendikbud.

Dapat disaksikan ulang di tautan Youtube https://youtu.be/0gNamrE3bG0

 


Unduh Taklimat Media Awal Tahun 2021 Kemendikbud di sini.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat   
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id

Bandung, 28 Desember 2020 --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggelar acara Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia 2020. Acara ini merupakan bentuk apresiasi Kemendikbud kepada peserta didik berprestasi baik siswa maupun mahasiswa yang berhasil meraih juara pertama dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikbud selama tahun 2020.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na'im mengatakan, kompetisi merupakan wadah yang dapat mendorong para peserta didik baik siswa maupun mahasiswa untuk lebih berprestasi meningkatkan kemampuan diri untuk berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, kesempatan untuk menjadi juara pada sebuah ajang kompetisi, harus dijadikan awal untuk mengembangkan diri dan tidak cepat puas dengan prestasi yang telah diraih.

"Selamat kepada adik-adik semua atas prestasi yang telah dicapai. Semoga tetap semangat dalam belajar, membangun diri, mengembangkan diri, dan berkontribusi lebih besar untuk pembangunan bangsa dan negara Indonesia," kata Ainun Na'im saat membuka acara Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia 2020 secara daring, Senin (28/12/2020).

Sesjen Kemendikbud juga mengapresiasi para guru, dosen pembimbing, dan orang tua serta keluarga siswa/mahasiswa yang telah mendampingi dan memotivasi putra dan putrinya mengikuti kompetisi yang diselenggarakan Kemendikbud secara baik dan jujur.

Ainun Na'im berharap para peserta yang mengikuti Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia 2020 ini dapat berpartipasi aktif dengan para narasumber yang akan membagikan ilmu dan pengalamannya. "Acara ini sangat bermanfaat untuk memberikan inspirasi bagi kita semua khususnya adik-adik. Ada berbagai tokoh nasional yang akan memberikan inspirasi, membagikan pengalamannya kepada adik-adik semua," pesan Ainun.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (plt.) Kepala Puspresnas, Kemendikbud, Asep Sukmayadi, menyatakan rasa bangganya terhadap para peserta didik berprestasi yang berhasil menjadi juara tahun ini. "Dari total 121.745 peserta dalam berbagai kompetisi, lomba, dan festival yang dilaksanakan Puspresnas Kemendikbud (selama tahun 2020), peserta didik berprestasi yang berkumpul hari ini sebanyak 868 siswa/mahasiswa," kata Asep.

Tujuan kegiatan Puncak Persembahan Prestasi Talenta Indonesia 2020 adalah mempertemukan peserta didik berprestasi dalam ruang silaturahmi virtual. "Selain itu untuk memperluas wawasan kebangsaan, berbagi inspirasi, idealisme, dan gagasan. Juga untuk membangun jejaring talenta nasional, menyatukan semangat dan tekad sebagai generasi emas pelajar Pancasila," lanjutnya.

Di tengah pandemi Covid-19 Kemendikbud melalui Puspresnas tetap menyelenggarakan berbagai kompetisi, lomba, dan festival bagi peserta didik tingkat nasional. Total kompetisi yang dilaksanakan berjumlah 52 ajang, yang diikuti sebanyak 121.745 peserta.

Pelaksanaan kompetisi secara daring dengan jumlah peserta yang yang sangat banyak membuahkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kemendikbud mencatatkan empat Rekor nasional MURI, yaitu 1) Kompetisi bidang Sains, Riset, Teknologi, dan Inovasi secara Daring dengan jumlah peserta terbanyak; 2) Kompetisi bidang Seni, Bahasa, dan Literasi secara Daring dengan jumlah peserta terbanyak; 3) Kompetisi bidang Olah raga dan Kesehatan Jasmani secara Daring dengan jumlah peserta terbanyak; dan 4) Kompetisi bidang Vokasi dan Kewirausahaan secara Daring dengan jumlah peserta terbanyak.

Kegiatan ini digelar dari tanggal 28 hingga 30 Desember 2020 yang diisi dengan berbagai diskusi dan ruang inspirasi yang bermanfaat. Narasumber yang direncanakan akan berbagi inspirasi dalam kegiatan ini antara lain Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati; Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria; pegiat pendidikan Najeela Shihab; dan lain-lain. Para peserta mengikuti acara tersebut secara virtual.







Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Jakarta, 16 Desember 2020 --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan arsip vital secara baik dan berkelanjutan sesuai prosedur. Oleh karena itu, Kemendikbud melalui Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im menyambut baik GNSTA dan mengimbau kepada seluruh pimpinan unit kerja di Kemendikbud untuk berkomitmen untuk menyelenggarakan kearsipan yang baik. “Mari bersama-sama secara sistematis melaksanakan pengelolaan arsip melalui Pencanganan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip,” ucap Ainun Na’im dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Selasa (15/12).  

Penyelenggaraan kearsipan di Kemendikbud, dikatakan Ainun Na’im, mencakup aspek kebijakan kearsipan, aspek organisasi kearsipan, aspek sumber daya kearsipan, aspek prasarana dan sarana kearsipan, aspek pengelolaan arsip, serta aspek pendanaan kearsipan.

Sejalan dengan itu, Pelaksana tugas (plt.) Kepala Biro Umum dan PBJ, Wiwin Darwina menjelaskan GNSTA merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan di Kemendikbud dalam mengelola kearsipan secara masif.

“Pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan Peraturan Kepala ANRI nomor 7 tahun 2017 tentang Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip serta Surat Edaran Sekretaris Jenderal nomor 35 tahun 2020 tentang Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.” jelas Wiwin Darwina.

Menanggapi insiatif tersebut, plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), M. Taufik mengapresiasi pencanangan GNSTA. Menurutnya, kegiatan ini merupakan momentum penting dalam menumbuhkembangkan tata Kelola kearsipan yang baik di lingkungan Kemendikbud.

Ia mengatakan, rakor kearsipan beberapa waktu lalu salah satunya merekomendasikan perlunya komitmen pimpinan tertinggi di lingkungan Kemendikbud untuk memelihara arsip sesuai prosedur yang benar. Dengan begitu, perjalanan Kemendikbud dari waktu ke waktu bisa terdokumentasikan dengan baik untuk menjadi bahan pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Pada kesempatan ini pula, seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemendikbud mendeklarasikan komitmen untuk meningkatkan pengelolaan kearsipan di satuan kerjanya masing-masing yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi. “Terima kasih kepada saudara-saudara sekalian yang telah berkomitmen dalam Pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip,” kata Ainun Na’im.

Sesjen Kemendikbud menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi berbagai pihak dalam acara GNSTA. “Momentum ini akan kita jadikan komitmen bersama untuk sadar dan tertib dalam mengelola arsip yang tercipta di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutur Ainun Na’im.

M. Taufik mengungkapkan harapannya, deklarasi yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan di Kemendikbud, bukan hanya komitmen di atas kertas, melainkan cara untuk membangun kesadaran bersama antar pemangku kepentingan dan kepercayaan masyarakat terhadap akuntabilitas sebuah lembaga. “Deklarasi ini telah disaksikan oleh kita semua, semoga dapat mendorong akselerasi secara masif dan berskala nasional terkait dengan pengelolaan arsip yang baik ke depan,” tutur M. Taufik.

Pengelolaan Kearsipan Dukung Akuntabilitas Kinerja Organisasi

Arsip merupakan identitas dan jati diri bangsa sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Untuk itu perlu dilaksanakan penyelenggaraan kearsipan yang baik. Sesjen Kemendikbud, Ainun Na’im menjelaskan, arsip yang tercipta dari hasil kegiatan pemerintah baik di Kementerian/Lembaga harus dikelola dengan baik dalam rangka mendukung akuntabilitas kinerja organisasi dan peningkatan tata kelola kearsipan,” terangnya.  

Kearsipan saat ini merupakan salah satu indikator keberhasilan Reformasi Birokrasi Internal. Untuk memastikan implementasi GNSTA, jajaran Kemendikbud akan melakukan evaluasi penyelenggaraan kearsipan secara berkala.

Sebagai bagian dari rangkaian GNSTA, Kemendikbud juga mengadakan bimtek yang melibatkan 213 peserta daring dan 70 orang peserta luring dari unit-unit utama, UPT, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang semakin optimal dalam mendukung program reformasi birokrasi di lingkup Kemendikbud.

Beberapa kegiatan pengelolaan kearsipan yang telah dilakukan Kemendikbud yaitu fasilitasi peningkatan kompetensi SDM, pendampingan penataan arsip pada pusat, biro, dan unit pelaksana teknis (UPT), dalam membantu penataan arsip, bekerja sama dengan ANRI, merestorasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa  yang terkena bencana, penyiapan peraturan menterei tentang penyelenggaraan kearsipan sesuai aturan terbaru, penyediaan tempat penyimpanan arsip di Ciketing, serta membuat aplikasi penerapan dokumen Sistem Pengelolaan Asrip dan Dokumen (SPAD) berbasis online.

Turut hadir secara daring para pejabat di lingkungan Kemendikbud yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen), Jumeri; Dirjen Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto; Inspektur Jenderal (Irjen), Chatarina Muliana Girsang; Pelaksana tugas (plt.) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno; serta Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Azis.

Kemendikbud Serahkan Arsip Statis ke ANRI

Sebagai bagian dari rangkaian acara pencanangan GNSTA, di hari yang sama, Kemendikbud juga menyerahkan arsip statis kepada ANRI sebagai salah satu wujud komitmen dalam menjalankan peraturan perundangan-undangan terkait pengelolaan arsip. Menyambut hal ini, M. Taufik memberikan apresiasi atas upaya seluruh jajaran Kemendikbud dalam mengelola arsip kementerian.

“Terima kasih dan kami keluarga besar arsip nasional hari ini menyaksikan momentum yang luar biasa di mana Kemendikbud menyerahkan arsip statis sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009. Semua catatan Kementerian, sesungguhnya adalah arsip,” tegas M. Taufik.

Penyerahan arsip statis secara berkala oleh Kemendikbud dinilai M. Taufik sebagai budaya pengelolaan arsip yang baik. Terbukti dengan prestasi Kemendikbud yang meraih predikat sangat memuaskan (skor 90,65) atas pengawasan dan penyelenggaraan kearsipan dari ANRI pada tahun 2019 lalu. “(Arsip statis ini) Kami serahkan kembali kepada masyarakat untuk menjadi bahan pembelajaran yang berguna,” imbuhnya.  

Mengakhiri pidatonya, M. Taufik juga mengajak ekosistem perguruan tinggi turut mengelola arsipnya. Sebab, arsip mendukung dan pembangunan SDM, infrastruktur, reformasi birokrasi internal, transformasi ekonomi, e-government dan open government dalam rangka mewujudkan government world class.

“Mohon dukungannya dan mari kita jaga arsip di lingkungan Bapak/Ibu itu dalam konteks penyelamatan dan pengelolaan kearsipan sebagai memori kolektif bangsa untuk Indonesia yang kita cintai serta dunia pendidikan dan kebudayaan yang berjalan lebih baik,” imbau M. Taufik.

Turut hadir secara luring, Kepala Biro Umum dan PJB, Wiwin Darwina serta Koordinator Penyelenggaraan Kearsipan Statis di Lembaga Negara, Pemda, dan Perguruan Tinggi Negeri, ANRI, Tato Pujiarto. Di akhir acara, Tato Pujiarto menyerahkan sertifikat sebagai penanda bahwa arsip statis milik Kemendikbud telah diserahterimakan kepada ANRI.