Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (9)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Arsip Berita

Minggu, 02 Mei 2021 10:49

Pemanfaatan Multimedia di Masa Pandemi Covid-19

Written by

Pontianak - LPMP Kalbar - PENDIDIKAN di Indonesia ter-us mengalami perubahan system untuk memperbaiki kualitas mau-pun untuk mengikuti perkem-bangan teknologi yang semakin berkembang sangat pesat. Ber-bagai kebijakan diluncurkan oleh Pemerintah yang dikenal dengan Merdeka Belajar untuk merubah system pembelajaran dan muar-anya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu perubahan besar dalam satu tahun terakhir ini adalah datang-nya wabah pademi covid-19 yang merubah 180 derajat system pem-didikan di Indonesia dan pada umumnya di dunia. Lebih dari satu tahun ajaran proses pem-belajaran dilaksanakan secara daring dan jika tidak memiliki akses internet maka dilaksanakan secara luring dan pembelajaran sangat tidak optimal. Akibat learning loss tersebut, berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah salah satunya adalah dengan membagikan paket internet ke sekolah–sekolah. Perkembangan teknologi multi-media telah menjadi keuntungan besar bagi pendidikan dalam merubah proses pembelajaran dari konvensional menjadi me-lek teknologi. Tentu hal ini akan merubah proses pembelajaran baik oleh guru maupun peserta didik. Pendidik dengan sendirinya berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari teknologi multimedia dan menyesuaikan dengan teknik pembelajaran secara daring maupun luring dan kombinasi. Di samping itu banyak aplikasi yang harus dipelajari oleh para pendidik dan peserta didik dalam mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran daring dan luring. Kemampuan Pendidik dan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi Multimedia semakin memudahkan pelaksanaan pembelajaran secara daring. Dalam proses pembelajaran, sering sekali pendidik kesulitan menyampaikan materi yang abstrak yang tidak kasat mata, sehingga peserta didik kesulitan memahami konsep tersebut. Hal ini menjadi tidak sulit sekiranya pendidik memanfaatkan teknolo-gi multimedia untuk memvisual-isasi konsep tersebut dengan cara mengkonkritkan sesuatu yang abstrak ke dalam bentuk gambar dua dimensi maupun tiga di-mensi bahkan dalam bentuk video ani-masi. Pemanfaatan teknologi multimedia ini dapat mengatasi hal tersebut dengan mudah. Jika pendidik mahir memngguna-kan multimedia dapat menyajikan berupa tampilan teks non-sekuensial, nonliniear dan multidimensi dan juga ditautkan secara interaktif. perkembangan teknologi multimedia saat ini mampu memberi manfaat be-sar dalam pembelajaran di masa pandemi covid 19 sehingga pem-belajaran jarak jauh atau belajar di rumah dapat tetap dilaksanakan, di samping itu adanya aplikasi se-cara synchronous dan asynchronous dalam system interaktif lang-sung sangat bermanfaat teknologi multimedia diterapkan yang bisa mengintegrasikan teks, grafik, animiasi, audio dan video. Pada masa kini pendidik harus terus mengikuti perkembangan teknologi multimedia yang pesat dan mampu menggunakan lebih efektif dan menghasilkan ide lajaran yang menarik sehingga suasana pembelajaran tidak membosankan. Pada masa pan-demi covid-19 ini, teknologi multimedia sangat berperan dalam pembelajaran jarak jauh, dan mampu memberi kesan yang baik untuk keterlaksanaan pembela-jaran. Perkembangan teknologi multimedia  dengan unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat dikemas semenarik mungkin jika pendidik benar benar memaha-minya. Konsep permainan dalam pembelajaran bisa dilakukan menggunakan teknologi multi-media, sehingga peserta didik yang belajar di rumah dapat me-mahami dan tentunya tidak bosan apalagi pembelajaran jarak jauh. Sesi pembelajaran sistem jarak jauh juga harus disesuaikan oleh pendidik sesuai dengan tahap penerimaan dan pemahaman pendidik. Pencapaian dan keber-hasilan pendidik dapat dilakukan proses asesmen atau penilaian. Jika pendidik belum sampai men-capai nilai memuaskan, maka sesi pembelajaran dapat dievaluasi dan ditingkatkan atau direvisi sehingga tingkat pencapaian siswa samapai memuaskan. Jika hasil pencapaian peserta sudah memuaskan dapat disimpan supaya prestasi peserta didik dapat dimonitor perkem-bangannya. Hal ini sangat mudah dilakukan dengan  teknologi mul-timedia. Pembelajaran yang mengguna-kan teknologi multimedia hanya bertindak melengkapi pembelaja-ran dan mempermudah, tentunya kreativitas dan inovasi pendidik sangat diperlukan mengembangkan multimedia tersebut hingga pencapaian kompetensi yang di-harapkan dari peserta didik seperti kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan dapat tercapai secara maksimal. Di samping itu betapa pentingnya pemanfaatan multimedia saat ini untuk mengikuti perkem-bangan zaman yang terus berubah sehingga generasi baru dapat memanfaatkan teknologi canggih menghadapi revolusi industri 4.0. Penggunaan Teknologi multimedia dalam pembelajaran sangat ber-manfaat dan membantu pendidik dan peserta didik sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo terkait pembangunan SDM yaitu membangun SDM pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan ker-jasama industri dan talenta global. (pontianakpost)

Ciputat, 7 April 2021 --- Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin Kemendikbud) kembali menyiapkan program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau lazim disingkat “Pembatik”, di tahun 2021 ini. Sosialisasi prapeluncuran Pembatik dilaksanakan secara luring terbatas di Kantor Pusdatin Kemendikbud, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (7/4). Pembatik akan diluncurkan secara resmi pada 15 April 2021, dan dilaksanakan pada pertengahan April s.d. Oktober mendatang.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusdatin, Muhammad Hasan Chabibie, berharap Pembatik mampu memperkuat literasi TIK para guru. Tahun lalu, Pembatik diikuti oleh 70 ribu guru. Hasan berharap, tahun ini bisa diikuti minimal 75 ribu guru yang akan jadi mitra penggerak pembelajaran abad 21. “Pandemi ini memaksa kita, mau tidak mau, untuk makin lincah memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengajar,” ujar Hasan saat ditemui di kantornya.

Hasan mengatakan, program Pembatik dapat diikuti guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), swasta, maupun guru honorer. Semua guru, kata dia, boleh mengikuti Pembatik, sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. “Bukan berarti karena ini Pembatik, harus guru TIK yang ikut. Guru agama, bahasa, sejarah, apapun boleh. Harapannya, ini jadi cermin di mana teknologi dimanfaatkan di semua mata pelajaran,” ungkapnya.

Melalui Pembatik, Hasan berharap para peserta mampu menguasai TIK dan menerapkannya pada pengajaran di sekolah, serta menjadi penggerak TIK di lingkungan masing-masing. “Dengan ikut Pembatik, kami harap kompetensi dan wawasan mereka meningkat dan makin ahli menerapkan pembelajaran berbasis TIK,” tambahnya.

Syarat mengikuti Pembatik pun dibuat secara simpel dan mudah dipahami. Setiap calon peserta harus memiliki SK PNS bagi para guru PNS dan SK Yayasan bagi guru-guru swasta pada semua jenjang, yang dibuktikan dengan surat keputusan PNS yang bersangkutan, atau guru tetap yayasan yang dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan dari yayasan. “Kami buat persyaratan yang simpel, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar. Sekali lagi, ini terbuka bagi guru negeri dan swasta,” imbuh Hasan.

Syarat lainnya, calon peserta yang mendaftar program Pembatik merupakan pengajar minimal satu bidang studi di sekolahnya (guru mata pelajaran/ guru kelas). Guru honorer di instansi pendidikan pemerintah/swasta dari semua jenjang juga dapat mengikuti program ini, dengan syarat bukti keputusan lembaga bersangkutan. Para guru yang menjadi peserta program pembatik diharapkan dapat meningkat kompetensinya sesuai dengan standar kompetensi TIK guru dari UNESCO.

Pada program Pembatik, dijelaskan Hasan, para peserta akan menghadapi empat tahapan pembelajaran. Fase yang akan dihadapi adalah literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Pada tahap literasi, peserta akan dibekali wawasan. Selanjutnya tahap implementasi. “Mulailah kita bahas skenario paling tepat untuk implementasi di sekolah masing-masing,”  ujar Hasan.

Ketiga adalah tahap kreasi di manaa para guru akan diajarkan membuat konten seperti animasi sederhana. Tahap keempat, berbagi. Di sini, para guru akan didorong untuk berbagi inovasi-inovasi yang sudah dilakukan. “Inovasi-inovasi terbaik, pada penghujung program akan kita kumpulkan dan kita pilih yang terbaik untuk ditampilkan di portal Rumah Belajar,” jelas Hasan.

Hasan juga menyoroti, menyambung Pembelajaran Tatap Muka yang direncanakan mulai dilaksanakan kembali pada Juli 2021. Para siswa dan guru diharapkan tidak meninggalkan kemudahan teknologi yang sudah dirasakan selama masa Pembelajaran Jarak Jauh.

Lewat program ini, para guru juga didorong membagikan praktik baik di daerah masing-masing. Kemudian, guru-guru terbaik di 34 provinsi, akan dikumpulkan menjadi Duta Rumah Belajar, yang menjadi ujung proses peningkatan kompetensi di 2021.

Sebagai informasi, situs Rumah Belajar Kemendikbud sudah dikunjungi lebih dari 200 juta kali dan menjadi salah satu alternatif portal pemerintah yang terus memfasilitasi para pendidik selama masa pandemi.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Laman: kemdikbud.go.id    
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

Pontianak - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan SOSIALISASI PEMANFAATAN AKUN BELAJAR.ID  pada hari Senin, tanggal 1 Maret 2021 kepada satuan pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah meluncurkan Akun Pembelajaran dengan domain belajar.id  untuk satuan pendidikan (peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan). Akun belajar id  dapat digunakan untuk mengakses layanan/aplikasi pembelajaran berbasis elektronik yang tersedia dalam Google Workspace for Education serta aplikasi pembelajaran lainnya, dan dapat diaktifkan oleh sekolah paling lambat tangal 30 Juni 2021.

Sosialisasi Pemanfaatan Akun Belajar Id diikuti oleh peserta yang terdiri dari unsur Pengawas sekolah, Kepala sekolah, guru dan operator sekolah  dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat melalui zoom meeting 186 orang dan 85 orang melalui youtube PTP LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si yang menyatakan bahwa kegiatan Sosialisasi akun belajar.id merupakan peningkatan layanan LPMP Provinsi Kalimantan Barat sebagai pendukung kebijakan Merdeka Belajar Kemdikbud dan program digitalisasi sekolah diantara berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sekolah. Kepala LPMP juga menyatakan bahwa Pendidikan tidak hanya mendeliver pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan kepada peserta didik, oleh karena itu apapun platform teknologi yang digunakan harus dikembalikan pada esensi pendidikan itu sendiri untuk mewujudkan pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidik diharapkan terus maju dan tidak menyerah ditengah keterbatasan yang dihadapi untuk  memberikan pendidikan yang merata dan berkualitas khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini didukung oleh narasumber Google Master Trainer DR. Kulsum Nurhayati, M.Pd, M.Si, PTP Madya BPMR Yogyakarta  yang mengenalkan Akun Pembelajaran (belajar. id) dan Bapak Iwan Muharji, S.Pd, M.Pd, Guru di SMPN 1 Karangmojo Yogyakarta yang memberikan contoh praktek baik pemanfaatan googleclassroom dengan menggunakan akun belajar.id,  serta Tim Pengembang Teknologi Pembelajaran LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang menyampaikan tentang tatacara pengaktifan akun belajar. Id dan program Jari Manis LPMP Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah mengikuti kegiatan Sosialisasi Akun Belajar Id, sekolah diharapkan segera mengaktifkan akun belajar. Id sebelum 30 Juni 2021 dan memanfaatkan Google workspace for education dalam pembelajaran. LPMP Provinsi Kalimantan Barat juga meluncurkan “Program Jari Manis (Belajar Daring Mandiri dan Dinamis)” yang diawali dengan Sosialisasi akun belajar.id, dilanjutkan dengan Fasilitasi penggunaan fitur-fitur dalam Google workspace for education, kemudian pembimbingan pengerjaan tugas dan pemanfaatan Google workspace for education, kemudian diakhiri dengan konsultasi  saat pelaksanaan pengimbasan kepada guru dan siswa disekolah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan Akun Pembelajaran yang telah diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun sebagai alternative pendukung pembelajaran disekolah.

Pembukaan kegiatan oleh Plt Kepalal LPMP Provinsi Kalimantan Barat

Bapak Iwan Muharji, S.Pd, M.Pd, Guru di SMPN 1 Karangmojo Yogyakarta yang memberikan contoh praktek baik pemanfaatan googleclassroom dengan menggunakan akun belajar.id, 

 

 #DitjenGTK

#kemendikbud#Pusdatin#PTPLPMPKalbar#PertahankanWBK#RaihWBBM #TolakGratifikasi #IkhlasMelayani

 #LPMPKalbar

Jumat, 13 November 2020 10:10

Museum Virtual Jadi Pilihan di Masa Pandemi

Written by

Jakarta, Kemendikbud --- Layanan kunjungan museum di masa pandemi Covid 19 otomatis terhenti. Namun demikian, masyarakat tetap dapat belajar dan berkunjung ke museum melalui media virtual. Hal tersebut terungkap pada diskusi terpumpun yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (12/11).
 
Dalam diskusi yang bertema “Inovasi Teknologi Digital dalam Layanan Museum di Masa Pandemi Covid-19” tersebut menghadirkan pakar dari universitas dan sejumlah pengelola museum di Jakarta. Dalam sambutannya, Sekretaris Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud, Suhadi mengatakan, di masa krisis seperti saat ini, seluruh lapisan masyarakat harus saling memotivasi dan menguatkan supaya kreativitas dan inovasi di museum tetap berjalan meski di tengah berbagai tantangan. Adapun bentuk kreativitas yang marak dilakukan adalah layanan digital.  
 
“Keadaan sudah berubah karena pandemi. Maka tugas kita di Kemendikbud adalah memastikan anak-anak tetap mendapat layanan pendidikan, termasuk layanan museum. Siswa ke museum ini turut membentuk karakter Pelajar Pancasila. Maka, mari kita berperan agar anak-anak tetap bisa ke museum secara virtual dan mari kita buat museum menarik agar mereka mau berkunjung,” jelasnya.
 
Senada dengan itu, Museolog Universitas Indonesia, Kresno Yulianto berpendapat, beberapa pengelola museum sudah beradaptasi menjalankan strategi digital, misalnya dengan membuat kunjungan virtual, blog, dan interaksi di internet. Namun, ia meyakini museum harus membuat tim manajemen krisis yang lebih integratif.
 
Pandemi dinilai Kresno, membuat komunikasi terputus sehingga museum butuh tim manajemen krisis dan kehumasan, terutama untuk komunikasi eksternal ke publik. Menurutnya, sektor humas dalam kondisi ini sangat menentukan. Museum harus makin gencar mengembangkan media digital interaktif yang menjangkau banyak orang. “Jangan lupa siapa media partner museum dan community relations dengan masyarakat. Itu harus dijaga,” tegasnya pada kesempatan yang sama.
 
Kresno mencontohkan, museum dapat menjalankan fungsi sosial (charity) dengan berbagai komunitas nonprofit sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau menggandeng seniman-seniman untuk membuat masker dan dijual. “Buat yang unik-unik, dan pegang basis data pengunjung. Promosikan terus bahwa museum aman dikunjungi dengan protokol kesehatan. Atau, seperti Museum Macan yang selalu promosi museum bisa dikunjungi secara digital. Jadi, publik juga tidak merasa hak berkunjung ke museum dikurangi,” ucapnya.
 
Lebih lanjut, Pengajar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Windy Gambeta mengakui, teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan augmented reality akan membantu museum menjalankan layanan menarik.
 
“Di kampus, pada masa pandemi, semua dosen disuruh membuat video belajar dan diunggah ke YouTube. Dosen-dosen yang banyak pengikutnya, kontennya bisa dimonetisasi. Museum bisa membuat kanal YouTube. Pasti ada dana, tapi konten pameran bisa disimpan di YouTube dan bisa dikelola untuk pemasaran museum dan mendapat pemasukan,” tutur Windy mencontohkan.
 
Sebagai informasi, saat ini Indonesia memiliki 439 museum di 34 provinsi. Sejak pandemi, survei UNESCO pada Mei 2020 menunjukkan, 90% dari sekitar 85 ribu museum di seluruh dunia menghentikan layanan kunjungan wisatawan secara fisik ke museum. Hal ini berdampak pada keberlangsungan museum itu sendiri, terutama museum-museum yang dikelola swasta dan perorangan, yang pendanaannya bergantung sepenuhnya dari kunjungan wisatawan.

Tangerang, Kemendikbud --- Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap dapat melaksanakan kompetisi antarsiswa maupun antarmahasiswa. Upaya yang dilakukan oleh Puspresnas Kemendikbud agar kompetisi dapat tetap berjalan adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Puspresnas Asep Sukmayadi mengatakan kompetisi antarsiswa dan antarmahasiswa secara daring sejauh ini dapat berjalan lancar. Sejumlah kendala yang dihadapi dapat diatasi sehingga sampai hari ini semua kompetisi berjalan sesuai jadwal. "Para siswa antusias mengikuti kompetisi walaupun secara daring, semoga semua kompetisi yang kita laksanakan berjalan baik," kata Asep Sukmayadi ketika membuka Penilaian Babak Penyisihan KOSN Pendidikan Dasar secara daring, di Hotel Grand Soll Marina Tangerang, Senin (9/11/2020).

Asep Sukmayadi mengapresiasi seluruh panitia kompetisi yang telah menyiapkan sistem daring dan melaksanakan kompetisi dengan baik. Begitu juga dinas pendidikan dan orang tua siswa berperan penting mendukung terselenggaranya setiap kompetisi yang dilaksanakan oleh Puspresnas.

Puspresnas Kemendikbud tahun ini melaksanakan berbagai kompetisi di semua jenjang pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar dilaksanakan sejumlah kompetisi seperti Kompetisi Sains Nasional (KSN), Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Gala Siswa Indonesia (GSI) untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) juga dilaksanakan secara daring.

Pada jenjang pendidikan menengah, KSN, KOSN, FLS2N juga dilaksanakan. Selain itu terdapat juga Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) dan Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) terdapat juga Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Begitu juga pada pendidikan khusus dan pendidikan tinggi, berbagai kompetisi dilaksanakan sebagai wadah berkompetisi bagi seluruh siswa dan mahasiswa.

Tujuan kompetisi-kompetisi yang dilaksanakan Puspresnas antara lain untuk menumbuhkembangkan bakat dan minat siswa/mahasiswa berbasis penguatan karakter. Selain itu kompetisi-kompetisi tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, serta menjalin solidaritas dan persahabatan antarsiswa dan antarmahasiswa di seluruh Indonesia.

     
Waktu : 22-04-2020 09:00 - 22-04-2020 14:00
Tempat : Youtube
Lokasi : https://www.youtube.com/channel/UCbNmhYhCjf-PI_YzLeBnGgQ

Topik 1: Fasilitasi LPPKSPS dalam Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19

Topik 2: Sharing Best Practice implementasi Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19

 

Link ke kelas webinar:  

LPPKSPS

Sebagai inisiatif dalam menghadapi penutupan sekolah sementara karena Covid-19, LPPKSPS menyelenggarakan 2 webinar selama 2 hari berturut-turut tentang Strategi Kepemimpinan Pembelajaran dan Partisipasi Pengawas Sekolah dalam Coaching dan Counselling di Masa Pandemi Covid-19, tanggal 21-22 April 2020.

Pembelajaran Jarak Jauh disajikan secara interaktif menggunakan perangkat Microsoft Teams bagi 200 pendaftar pertama. Acara ini terbuka untuk umum dan GRATIS. Namun bagi yang kehabisan kursi, anda masih dapat menyaksikan secara live streaming webinar pada channel youtube LPPKSPS.

Jumat, 23 Oktober 2020 15:08

Kemendikbud Latih Guru Gunakan Google Classroom

Written by

Yogyakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 250 guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK  mengikuti pelatihan daring mengenai pemanfaatan Google Classroom dalam pembelajaran matematika di kelas. Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika di Yogyakarta, pada 22 Oktober s.d. 10 November 2020. Pelatihan yang sudah memasuki tahap kedua ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Progam pelatihan ini menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Kemendikbud melalui PPPPTK Matematika di tengah pandemi Covid-19. Salah satu tujuan pelatihan adalah agar program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan tetap berlangsung meski dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi konferensi video. Koordinator Internal PPPPTK Matematika, Puji Iryanti, mengemukakan, pelatihan ini diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan kompetensi guru, khususnya guru matematika.
 
“Penguasaan kompetensi dan teknologi terkait pembelajaran saat ini sangat dibutuhkan oleh guru terutama pada masa pandemi. Pemanfaatan penggunaan Google Classroom menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh bagi siswa,” ujar Puji saat pembukaan pelatihan pada Kamis, (22/10/2020).
 
Selama pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi pengenalan Google Classroom dan bagaimana merancang kelas daring untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Peserta juga didampingi oleh fasilitator yang berasal dari alumni terbaik Pelatihan E-Training Terstruktur PPPPTK Matematika.

Bogor, Kemendikbud — Repositori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berhasil  menjadi tempat penyimpanan informasi dan publikasi digital kementerian terbaik di Indonesia. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Evy Mulyani optimis Repositori Kemendikbud akan memberikan manfaat luas kepada publik, terlebih di masa pandemi COVID-19.  

“Saat ini keberadaan sumber belajar dalam jaringan (daring) sangat di butuhkan oleh masyarakat. Repositori ini juga diharapkan dapat berkontribusi untuk kemajuan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia ke depannya,” kata Evy saat menanggapi keberhasilan Kemendikbud menjadi repositori kementerian terbaik melalui telepon selular, Jumat (28/08).

Pustakawan Ahli Madya, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia  (Perpusnas RI), Tatat Kurniawati mengatakan bahwa Repositori Kemendikbud menjadi nomor satu untuk jenis Perpustakaan Khusus. Repositori ini menjadi wadah bagi perpustakaan khusus dalam mendokumentasikan, menyimpan, melestarikan, dan mendayagunakan karya cetak karya rekam (KCKR) di lingkungan lembaganya.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Perpustakaan Kemendikbud dalam mengumpulkan dan mendokumentasikan KCKR di lingkungan Kemendikbud ke dalam repositori institusi. Hal ini karena Perpustakaan Nasional RI sedang mendorong perpustakaan khusus untuk membangun repositori institusi dalam rangka e-deposit KCKR”, ujar Tatat Kurniawati dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR) dan E-Deposit di Lingkungan Kemendikbud di Bogor (25/8/2020).

Untuk diketahui, Repositori Kemendikbud dikelola dan dikoordinasikan oleh Perpustakaan Kemendikbud di bawah BKHM. Repositori ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Kemendikbud dengan pustakawan/pengelola perpustakaan di seluruh unit kerja dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud. Sebanyak 138 satuan kerja di lingkungan Kemendikbud telah bergabung dan mendokumentasikan hasil karya cetak dan karya rekamnya dalam repositori ini.

Koleksi tersebut terdiri dari berbagai kategori seperti bahasa dan kesusastraan, buku sekolah, guru, kebijakan umum Kemendikbud, kebudayaan, dan berbagai tema lainnya. Lebih lanjut Evy Mulyani memberikan apresiasi kepada seluruh pihak khususnya bagi pustakawan/pengelola perpustakaan yang telah berkontribusi aktif dalam pengembangan dan pengelolaan Repositori Kemendikbud.

“Saat ini terdapat lebih dari 13.000 koleksi yang tersedia di dalam Repositori Kemendikbud dan telah diunduh lebih dari empat juta kali oleh publik,” jelas Evy.

Sejalan dengan amanah Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang serah simpan KCKR, Perpustakaan Kemendikbud akan mengintegrasikan repositori institusi dengan sistem e-deposit nasional yang sedang dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional RI. Dengan integrasi ini diharapkan dapat mempermudahkan proses serah simpan KCKR ke Perpustakaan Nasional.

Pustakawan Perpusnas RI lain yang menjadi narasumber dalam DKT ini, Suci Indrawati menambahkan bahwa dengan integrasi ke sistem e-deposit artinya Kemendikbud ikut mendukung koleksi nasional dan bibliografi nasional Indonesia. “E-Deposit Perpustakaan Nasional memudahkan perpustakaan dalam menyimpan, melestarikan, serta mendayagunakan koleksi digital baik karya cetak maupun karya rekam,” kata Suci.

Repositori dibangun Perpustakaan Kemendikbud pada tahun 2016 sesuai dengan tugas dan fungsi BKHM yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 46 Tahun 2019. Dalam aturan tersebut dijelaskan, BKHM bertugas melakukan pengelolaan perpustakaan kementerian dan melaksanakan serah simpan karya cetak dan karya rekam di lingkungan kementerian.

Repositori Kemendikbud menjadi bukti bahwa paradigma perpustakaan abad 21 bukan hanya sebagai tempat menyimpan, membaca, dan meminjam koleksi, namun juga berperan sebagai penghubung dan penyedia akses terhadap data, informasi, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemustakanya. Evy berharap, Repositori Kemendikbud memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan hasil terbitan/publikasi di lingkungan Kemendikbud secara cepat.

Dalam kesempatan ini, Kepala BKHM turut mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan sumber informasi yang terdapat dalam Repositori Kemendikbud sebagai media sumber belajar baik di masa pandemi maupun ke depannya. “Silakan mengakses repositori Kemendikbud pada http://repositori.kemdikbud.go.id.  Koleksi repositori ini akan terus diperbaharui,” tutup Evy.

Jumat, 09 Oktober 2020 16:37

Webinar Generasi Berkarakter Hindari Narkoba

Written by

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) kembali menggelar web seminar (webinar) bertema Generasi Berkarakter Hindari Narkoba. Webinar yang kesebelas kali ini dipandu oleh Paradhita Zulfa Nadia dan penerjemah bahasa isyarat, Nurlailah, serta menghadirkan empat narasumber yaitu Kepala Puspeka Kemdikbud, Hendarman, duta anti narkoba, Olivia Zalianty, atlet bulutangkis muda berprestasi, Fajar Alfian, dan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Eva Fitri Yuanita.
 
Sebagai narasumber pertama, Olivia Zalianty membagikan pengalaman hidupnya sebagai artis yang tetap bisa berprestasi tanpa narkoba. Meski lingkungannya dulu ketika masih bersekolah ada saja yang menyalahgunakan narkoba, namun Olivia tidak terpengaruh. Demikian pula ketika Olivia menjadi selebritas, tetap bisa produktif tanpa narkoba. Oleh karenanya, Olivia pernah didapuk sebagai Duta Anti Narkoba di tahun 2008. Olivia memilih rutin berolahraga untuk tetap sehat, bugar serta positif. Olivia menyebut pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mendukung semua kegiatan positifnya itu.
 
Senada dengan Olivia, atlet bulutangkis, Fajar Alfian bercerita bagaimana remaja dapat produktif, bahkan mengharumkan nama bangsa meski banyak godaan seperti tawaran penyalahgunaan narkoba. Fajar juga memilih olah raga agar menjadi remaja yang positif dan produktif. Menurutnya, olah raga adalah salah satu kegiatan yang bertujuan. Selain menyehatkan, olah raga juga membuat orang memiliki tujuan atau target, apalagi sebagai atlet nasional yang tentunya digembleng untuk terus berprestasi.
 
Pembicara ketiga yakni Eva Fitri Yuanita dari BNN menyerukan pentingnya semua sadar bahaya narkoba. Eva menyebut dalam setahun ada 18 ribu meninggal disebabkan penyalahgunaan narkoba. "Angka ini mengkhawatirkan sehingga tidak berlebihan rasanya jika disebut negara ini dalam kondisi darurat narkoba", tegasnya.

Masyarakat dan pemerintah mesti bergandeng tangan menanggulanginya, demikian juga dengan sekolah. Eva bahkan mengatakan sejak di jenjang pendidikan anak usia dini, anak semestinya sudah diberitahu tentang bahaya narkoba, tentu saja dengan bahasa dan penyampaian yang sesuai. "Pengedar narkoba menyasar remaja dan anak, selain itu banyaknya penduduk di Indonesia menjadi pasar potensial bagi perdagangan narkoba. Modus operandi pengedaran narkoba juga terus berkembang dengan media yang makin beragam melalui internet," tutur Eva.
 
Dalam webinar ini juga disampaikan pengumuman pemenang lomba Blog dan Vlog Pusat Penguatan Karakter dengan mengusung tema "Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19". Lomba ini dimaksudkan untuk memotret bagaimana dunia pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan ragam praktiknya.

Kepala Puspeka Kemendikbud, Hendarman mengatakan lomba ini bertujuan untuk mempertahankan budaya literasi di kalangan millenial. "Semoga dengan adanya lomba blog dan vlog seperti ini, kaum millenial dan generasi Z bisa terus berkarya, serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tercipta generasi-generasi yang berkarakter, kuat, dan berdaya, " ujarnya.
 
Tidak hanya disiarkan melalui Zoom saja, webinar ini juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI, radio Suara Edukasi dan radio Itjen. Selama dua jam, selain disuguhi paparan para pembicara, peserta juga diajak berinteraksi melalui beberapa kuis dengan hadiah yang menawan.
 
Hendarman berharap, pandemi justru ini dapat menjadi kesempatan para remaja untuk menempa diri. "Karena lebih banyak waktu luang, diharapkan remaja dapat mengasah kemampuan dan melejitkannya menjadi Pelajar Pancasila," ujarnya.
 
Puspeka terus berupaya mewujudkan profil pelajar Pancasila, mengingat Pancasila semestinya menjadi visi sekaligus spirit dan pandangan hidup bernegara, terutama remaja.