admin2019

admin2019

Pelantikan Pejabat Fungsional di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gelombang II

termasuk pejabat fungsional di lingkungan LPMP Klimantan Barat

spotipy Pop UP LPMP Kalbar

Channel Kemdikbud

Podcast LPMP Kalbar

channel Televisi Edukasi

Channel Ditjen GTK

Pontianak,15/07/2020 - LPMP Kalbar - Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah (SPMPDM) adalah suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan dan proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah yang saling berinteraksi secara sistematis, terencana dan berkelanjutan. Tujuan SPMPDM adalah untuk menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan secara sistemik, holistik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. Sistem penjaminan mutu dibedakan menjadi sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) dan sistem penjaminan mutu internal (SPMI)

Dalam rangka pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah, maka LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi SPMPDM kepada Pemerintah Daerah secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan diikuti oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi yang terdiri dari Sekretaris Daerah, anggota Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD) dan Koordinator Pengawas.  Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Juli 2020 dengan Narasumber Kepala LPMP Kalimantan Barat Bapak Asep Sukmayadi, S.Ip, M.SI, Kasi FPMP Ibu Suprapti, M.Pd dan Widyaiswara LPMP Ibu DR. Herlina, SE, M.Pd dan Bapak Suhendri, S.Pd, M.Sc.

Kegiatan ini bertujuan untuk  mensosialisasikan SPMPDM dan Peran Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan SPME yang sangat penting dimasa Covid 19 dengan memperhatikan kebijakan Mendikbud tentang pokok-pokok kebijakan merdeka belajar dan Kebijakan LPMP Kalimantan Barat yang akan bersinergi dengan Pemerintah daerah dalam pelaksanaan SPMPDM.

Pada kegiatan ini LPMP Kalimantan Barat juga menyampaikan data hasil pemetaan, supervisi dan fasilitasi pada sekolah binaan di 14 Kabupaten/Kota yang telah dilaksanakan pada tahun 2016-2019 berdasarkan capaian pada Rapor  Mutu sekolah. Data Rapor Mutu satuan pendidikan diharapkan dapat dijadikan dasar oleh Pemerintah Daerah dalam mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sehingga diharapkan pada tahun 2024 seluruh satuan pendidikan dapat mengimplementasikan SPMI agar standar mutu pendidikan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

sumber : http://dikdasmen.kemdikbud.go.id

Podcast Episode 2 : Kumpulan Tanya Jawab

 terkait Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

spotipy Pop UP LPMP Kalbar

Channel Kemdikbud

Podcast LPMP Kalbar

channel Televisi Edukasi

Channel Ditjen GTK

Menindaklanjuti kebijakan Merdeka Belajar dan Transformasi Guru dan Kepala Sekolah. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan penyempumaan kurikulum dan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2020 bertujuan untuk menghasilkan guru profesional yang dapat meningkatkan sumber daya  manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan akan menggunakan sumber pembiayaan dari alokasi dana APBN dan APBD (bagi kabupaten/kota/provinsi yang telah mengalokasikan).

Berkenaan dengan pelaksaaan PPG  Dalam Jabatan tahun 2020. kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.

 

Tuesday, 26 May 2020 14:07

Alur Pelaksanaan PPDB 2020

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA SMK Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020.
Pendaftaran Jenjang SMA / SMA cukup dari rumah saja, tidak perlu datang ke sekolah tujuan

berikut jadwal kegiatan PPDB 2020,

Jika ada perubahan terkait kebijakan pemerintah dalam menyikapi COVID19 akan kami informasikan kemudian

1. Pra Pendaftaran 2 s.d 13 Juni 2020

2. Pendaftaran 22 s.d 25 Juni 2020

3. Pengumuman Hasil Pendaftaran 26 Juni 2020

4. Daftar Ulang dan Verifikasi berkas fisik 29 Juni - 3 Juli 2020

5. Pengumuman pemenuhan pagu 6 Juli 2020

6. Daftar Ulang Pemenuhan pagu 7 s.d 9 Juli 2020

7. Pengumuman Final 10 Juli 2020

Berikut penjelasan : - Pra Registrasi adalah pendaftar membuat akun pada aplikasi PPDB dan memastikan NISN, Nama, Alamat dan NIK sesuai dengan KK sehingga saat pendaftar sudah membuat akun akan dilakukan pengukuran jarak oleh sistem. jika pendaftar mengalami kesulitan dalam pendaftaran atau ada data yang tidak sesuai bisa menghubungi operator PPDB sekolah tujuan pendaftaran - Setelah semua data Valid atau sesuai. NISN, Nama, Alamat, maka pendaftar bisa melakukan registrasi / mendaftar pada jadwal yg sudah di tentukan

Catatan: - Data pendaftar ada pada sistem PPDB saat pra registrasi untuk sekolah di bawah kemdikbud jika sekolah Satuan Pendidikan jenjang SMP sudah melakukan sinkron dapodik ke provinsi menggunakan Aplikasi Dapodik Provinsi Kalimantan Barat - Jika data pendaftar tidak ada pada sistem maka pendaftar akan diarahkan mengisi form pra registrasi pada aplikasi PPDB

Himbauan Sinkron dapodik jenjang SMP

Kepada Operator dapodik jenjang SMP Negeri maupun Swasta, mohon melakukan sinkron dapodik ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, supaya siswa SMP yang akan tamat lebih mudah saat pra pendaftaran dan pendaftaran jenjang SMA /  SMK.

Aplikasi dapodik provinsi di jalankan pada komputer atau laptop yg terinstall aplikasi DAPODIKMEN

Tata cara sinkron dan Download Aplikasi Sinkron dapodik Provinsi pada link berikut

https://profile.dikbudkalbar.center

Sumber : https://dikbud.kalbarprov.go.id/berita/view/10

Alur Pelaksaan PPDB 2020

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi meluncurkan program Belajar dari Rumah yang ditayangkan di TVRI sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyampaikan guru atau orang tua dapat menggunakan momen belajar di rumah untuk mencoba hal-hal baru dalam belajar.  

"Ini adalah proses pembelajaran bersama. Kami menyadari kondisi pembelajaran ini jauh dari sempurna namun kami ingin memastikan kualitas pembelajaran tidak terkorbankan. Agar siswa di rumah punya suplai informasi dan pembelajaran," dikatakan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam telekonferensi dengan media di Jakarta, Rabu (15/4) yang lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin memberikan apresiasi terhadap tayangan belajar dari rumah melalui media televisi. Menurutnya, tayangan pembelajaran dari rumah sangat membantu semua peserta didik dan tenaga pengajar karena bisa dijangkau oleh semua kalangan.

"Kalau saya lihat, jadi walaupun siswa tidak punya pulsa, para siswa tetap bisa belajar di rumah dan anak-anak juga merasa enjoy. Jadi mereka belajar di rumah itu gak sendirian kalau nonton TV," ungkap Fahrudin dalam wawancara yang dilakukan Kamis (16/4) yang lalu melalui sambungan telepon.

Materi yang disajikan dalam program Belajar dari Rumah juga dinilai cukup merata, baik dari sisi jenjang maupun substansinya. "Semua merata, jadi  baik sekolah A sekolah B sekolah C semua merata. Jadi saya sangat mengapresiasi itu dan program ini sangat membantu," kata Fahrudin.

Ia juga menilai, program Belajar dari Rumah ini juga mendidik kedisiplinan. Meski tidak masuk sekolah, tetapi peserta didik memiliki jadwal rutin untuk belajar di rumah masing-masing dengan bimbingan orang tua dan guru. "Jam 8.30 harus di depan TV udah harus di depan TV, enggak bisa telat. Jadi kayak sekolah aja, nggak ada yang lain yang kayak begini. Jadi jadwalnya kayak sekolah aja. Ini bagus lah,” ungkap Fahrudin.

Saat ini, Kemendikbud bekerja sama dengan UNICEF melakukan kegiatan evaluasi program Belajar dari Rumah melalui survei menggunakan sms dan formulir dalam jaringan (daring). Evaluasi ini akan dilakukan secara berkala selama tiga bulan.

"Sms kita sebar kepada sekitar 3.000 responden guru diprioritaskan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Bapak dan ibu guru bisa mengisi survei melalui telepon seluler mereka. Tenang saja, tidak dikenakan biaya alias mengisi survei ini gratis," ujar Evy Mulyani, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Senin (20/04).

Selain itu, Kemendikbud juga menyebarkan formulir daring untuk mendapatkan masukan atas pelaksanaan program Belajar dari Rumah. "Selain Guru, survei daring juga meminta masukan dari orang tua dan murid," jelas Evy.

Evy Mulyani juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat menemukan jadwal acara serta panduan program Belajar dari Rumah di laman kemdikbud.go.id. "Setiap minggunya kita bagikan jadwal acara dan panduan Belajar dari Rumah yang bisa membantu para guru dan orang tua dalam membimbing putra putrinya," katanya.

Dorong Sinergi Tripusat Pendidikan

Ditambahkan Kadisdik Kota Bogor, tayangan belajar melalui media televisi lebih meningkatkan komunikasi antara siswa dengan guru sehingga monitoring dari kepala sekolah dan pengawas bisa berjalan lebih baik. "Jadi kepala sekolahnya belajar, gurunya belajar, siswanya belajar, jadi belajar bareng-bareng," ungkapnya.  

Diskusi antara peserta didik dengan guru serta orang tua berjalan lebih efektif. "Lebih baguslah. Jadi penyesuaiannya cepat sekali dibanding dengan ketika awal-awal kita harus pembelajaran daring," tutur Fahrudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ibrahim Muhammad menyampaikan keaktifan peserta didik untuk belajar dari rumah semakin meningkat setiap harinya. Setelah adanya program Belajar dari Rumah di TVRI, yang tadinya dipantau mencapai 20 sampai dengan 22 persen, kini meningkat menjadi 48 hingga 60 persen.

"Di sini guru-guru tidak lagi bingung dalam menyiapkan materi pembelajaran. Begitu juga dengan siswa, anak-anak lebih serius lagi dalam belajar," ungkap Ibrahim.

Sejalan dengan itu, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bangka Belitung, Dadan Supriyatna, mengatakan tenaga pendidik dan orang tua yang mendampingi anaknya belajar di rumah sangat antusias mengikuti tayangan ini.

"Ada orang tua dan guru responnya sangat positif. Mereka menganjurkan anak-anaknya mengikuti dan menyimaknya. Bahkan orang tua dan keluarga lainnya turut juga menonton dan melihat bersama-sama," ujar Dadan.

Menurut Dadan, ada masukan dari berbagai pihak yang mengusulkan agar program Belajar dari Rumah melalui media televisi bisa dilaksanakan tidak hanya pada saat pandemi Covid-19 saja. "Program belajar dari rumah di TVRI sangat baik sekali untuk terus dipertahankan dan dikembangkan karena sangat membantu peserta didik, guru dan orangtua dalam proses pembelajaran, dan terus ditingkatkan kualitasnya sebagai salah satu alternatif pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

 

Edmodo

Edmodo adalah jejaring sosial pribadi bagi guru dan siswa dengan platform sosial yang aman. Dengan model kicauan seperti situs jejaring sosial pada umumnya, Edmodo dapat menjadikan jaringan khusus bagi guru dan siswa untuk berbagi ide, berkas, peristiwa, dan tugas (Shelly, 2001:6-54).

Edmodo adalah jejaring sosial dan layanan micro blogging yang di desain khusus untuk dunia pendidikan, yang dapat dioperasikan seperti layaknya Twitter. Dengan membatasi jalan akses ke ruang khusus atau grup, guru dan siswa dapat saling mengirim catatan, link, berkas, pengumuman, tugas dan bertukar informasi di lingkungan yang aman (Wankel, 2011:24).

Edmodo adalah website yang dapat dijadikan sebuah wadah atau forum diskusi oleh kaum pembelajar yang memiliki tampilan latar seperti Facebook atau Myspace. Pengguna Edmodo dapat membuat profil dan berbincang dengan orang lain yang terhubung dalam website tersebut. Selain itu siswa juga dapat meminta informasi kepada guru tentang nilai atau tugas, dan guru dapat mengunggah nilai siswa dan tugas di dalam web tersebut (A. Purcell, 2012:14).

Dapat disimpulkan bahwa Edmodo adalah situs jejaring sosial yang diperuntukkan untuk membantu proses pembelajaran, dimana tampilan Edmodo menyerupai tampilan Facebook yang mempermudah dalam penggunaan.

Kelebihan Edmodo

Kelebihan Edmodo menurut Shelly Gary (2011:6-45) adalah:

  1. Edmodo bisa membantu guru dalam membuat berita dalam grup atau memberi tes yang bersifat online. 
  2. Edmodo juga akan memungkinkan siswa untuk mengirim artikel dan blog yang relevan dengan kurikulum kelas sesuai dengan perintah guru. 
  3. Guru dapat menggunakan Edmodo untuk mengembangkan ruang diskusi dimana siswa dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya diwaktu yang sama. 
  4. Guru juga dapat menggunakan Edmodo untuk menginstruksikan, menetapkan, dan membicarakan dengan siswanya secara online diwaktu yang sama secara bersamaan.

Kelebihan Edmodo menurut Charles Wankel (2011:26) adalah:

  1. Mudah untuk mengirim berkas, gambar, video dan link.
  2. Mengirim pesan individu ke pengajar .
  3. Membuat grup untuk diskusi tersendiri menurut kelas atau topik tertentu.
  4. Lingkungan yang aman untuk peserta didik baru.
  5. Pesan dirancang untuk lebih mudah dipahami dan tidak dibatasi oleh jumlah karakter.

Dari beberapa ahli yang telah dipaparkan mengenai kelebihan Edmodo, dapat disimpulkan bahwa kelebihan Edmodo adalah Edmodo memberi kemudahan pada guru untuk melakukan pengajaran, berinteraksi dengan siswa, memantau aktivitas siswa di grup, dan melakukan evalusi.

Kekurangan Edmodo

Kekurangan Edmodo Pierpaolo Vittorini (2012:40) adalah

  1. Tidak mempunyai pilihan untuk mengirim pesan tertutup antar sesama siswa,  komunikasi sesama siswa berlangsung secara global di dalam grup tersebut. 
  2. Tidak adanya fasilitas chat seperti yang terdapat pada jejaring sosial (Facebook, tuenti dan myspace) pada umumnya yang menerapkan area untuk chating secara langsung. 
  3. Tidak adanya foto album dan fasilitas tagging seperti jejaring sosial lainnya, Edmodo hanya bekerja dengan file tipe generik dan tidak mengijinkan tagging. 
  4. Tidak menerapkan beberapa halaman atau view yang dapat dilihat oleh user. 
  5. Struktur Edmodo adalah pendidikan informal, walaupun begitu urutan dari konten pada rangkaian materi bisa dijelaskan secara terbuka.

Kekurangan Edmodo menurut Charles Wankel (2011:24) adalah

  1. Ganguan pada koneksi internet dapat mempengaruhi website berjalan lebih lambat.
  2. Siswa dibatasi aksesnya untuk keluar, karena hanya terbatas di kelas tersebut.
  3. Masih dalam versi pengembangan dan belum sempurna seutuhnya.

Dari beberapa pendapat para ahli mengenai kekurangan Edmodo, dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari Edmodo adalah dalam Edmodo tidak tersedia layanan untuk mengirim pesan tertutup antar sesama siswa, tidak adanya fasilitas tagging, Edmodo merupakan produk baru yang masih dalam pengembangan dan belum sempurna.

Sumber :www.kajianpustaka.com

Page 1 of 4