Tuesday, 18 June 2013 13:05

Bantu Sekolahku

Pontianak - Sejak tahun 2012, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan dukungan dari Bank Dunia, Uni Eropa dan Kerjaan Belanda mengembangkan sebuah sistem online yang dinamakan dengan "Bantu Sekolahku". Tujuan Kami adalah untuk mendorong anggota masyarakat dan komunitas sekolah/universitas termasuk juga pemerintah daerah dan anggota kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk melaporkan kebutuhan-kebutuhan yang penting pada sekolah atau universitas sehingga kebutuhan-kebutuhan tersebtu dapat dicatat dan di selesaikan secara sistematis oleh sistem Pendidikan (termasuk Kemdikbud, propinsi, kabupaten/kota dan sekolah/universitas itu sendiri).

Pemerintah Indonesia dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen kuat untuk meningkatkan sistem pendidikan dan sumber daya kependidikanan untuk memastikan lingkungan belajar yang optimal bagi anak-anak dan generasi muda. Filosofi dibalik Bantu Sekolahku adalah untuk menarik pengetahuan orang tua dan masyarakat, pengalaman dan keinginan untuk meningkatkan institusi kependidikanan dalam langkah konkrit. Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan menyadari dan menghargai fakta bahwa orang tua dan anggota komunitas sering memiliki pengertian yang lebih baik mengenai kebutuhan sekolah dan oleh karena itu bersedia untuk bekerja sama dengan mereka untuk mengatasi kesenjangan dalam kualitas pendidikan pada tingkat sekolah.

Bantu Sekolahku adalah inisiatif unik pada bagian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi tantangan pengiriman jasa dan kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas melalui penggunaan yang efektif dari ICT dan jaringan sosial.

Sistem Bantu Sekolahku akan diintegrasi secara mendalam pada sistem Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan distrik-distrik supaya mengakselerasi waktu penyampaian respon dan mempromosikan akuntabilitas yang lebih besar melalui sistem. Desain sistem ini telah di setujui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dibawah kepemimpinan Bpk. Patdono Suwigno, Ketua UKMP3 & Staf Khusus Menteri untuk Pengawasan dan Pengembangan Organisasi.

Sistem Bantu Sekolahku akan didukung oleh Peraturan Menteri yang jelas atau setara yang memberi kewenangan tenaga kependidikan di semua tingkatan (pusat, provinsi, kabupaten, dll) untuk mendukung dan menggunakannya, baik utnuk mengecek kebutuhan dan untuk memastikan bahwa kebutuhan tsb terpenuhi. Sistem ini akan disosialisasikan secara luas, di semua tingkat sistem pendidikan (termasuk sekolah dan universitas).

Published in Teknologi Pendidikan
Thursday, 13 June 2013 11:17

Kemampuan IT Guru Masih Rendah

Jakarta - Rektor Universitas Terbuka, Tian Belawati, mengatakan kualitas guru secara umum tidak mengalami peningkatan cepat. Itu terbukti dari masih banyaknya guru yang tak mampu mengakses media pembelajaran modern.

“Dampaknya guru sering kali ketinggalan berbagai perkembangan. Termasuk metode pengajaran yang cepat dan lebih mudah,” ujar Tian Belawati dalam seminar Peningkatan Kualitas Guru Menuju Profesionalisme  di Jakarta, Selasa (11/6).

Ketidakmampuan guru beradaptasi dengan teknologi, sambung dia, membuat guru kehilangan berbagai kesempatan dan pengetahuan. Kenyataan tersebut menempatkan guru tidak ada perkembangan sedikit pun.

Menariknya, kata Tian tidak update-nya pengetahuan guru terjadi pada semua daerah. Mulai kota sampai desa. Guru-guru yang seharusnya mengembangkan pengetauan disibukkan pada kegiatan lain.

“UT pernah dipercaya untuk memberikan pelatihan bagi guru di daerah, ternyata banyak guru yang tak pernah lihat computer. Itu kan fakta yang sangat miris sekali,” paparnya dalam seminar yang digelar Tanoto Foundation.

Padahal, lanjut dia, pengetahuan dan keterampilan guru di era modern ini semakin tertantang. Bukan hanya laju pengetahuan yang cepat. Tapi juga anak didik menuntut guru memiliki pengetahuan yang lebih.

Dengan kondisi tersebut sepatutnya guru memiliki kesempatan menambah pengetahuannya. Melalui pemanfaatan teknologi yang ada, termasuk membangun jaringan dengan tenaga guru lainnya.

“Sudah banyak sekali pengetahuan yang mudah untuk disampaikan di jejaring social. Guru tak perlu lagi menggunakan metode yang lama untuk menjelaskan sesuatu,” paparnya.

Situs yang berkaitan dengan pengajaran juga sudah mudah diakses. Guru bisa mengambil materi pengajaran dari situs tersebut. Sehingga dalam penyampaian materi pada anak didik menjadi lebih cepat.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

 

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, mencanangkan "Indonesia Digital School" (Indischool) ke 10 ribu, di Balai Kartini, (22/5). Indischool merupakan program PT. Telkom Indonesia memberi fasilitas koneksi internet nirkabel di sekolah-sekolah. Dengan pencanangan ini, berarti sebanyak 10 ribu sekolah telah menikmati fasilitas tersebut.

 

Disampaikan oleh Direktur Utama PT. Telkom, Arif Yahya,  pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan 100 ribu sekolah pada akhir 2013 ini. Sedangkan target besar yang akan dicapai adalah terhubungnya 300 ribu sekolah pada 2015 mendatang. Untuk DKI Jakarta, koneksi nirkabel telah terpasang di 6.210 sekolah. "Untuk 2013 akhir, ada 100 ribu indischool. Baik melalui telkom maupun Kemdikbud," jelas Arif Yahya saat memberi sambutan.

 

Atas program tersebut, Mendikbud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Telkom Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini merupakan perusahaan yang memiliki komitmen besar terhadap dunia pendidikan. "Pendidikan bisa mengantarkan bapak/ibu di PT. Telkom bisa seperti sekarang. Jadi ini bentuk darma bakti mereka kepada dunia pendidikan," jelas Menteri Nuh, saat menyampaikan alasan mengapa PT. Telkom peduli terhadap dunia pendidikan.

 

Mantan Rektor ITS ini juga mengatakan, pendidikan yang didukung dengan konektivitas seperti ini akan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan bermutu akan menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. "Kualitas SDM yang memadai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Disamping itu, mantan Menkominfo ini menegaskan bahwa pendidikan adalah vaksin sosial. Ibarat tubuh, supaya kuat dan tahan berbagai penyakit, harus divaksin. Ada 3 penyakit sosial yang mematikan yang harus divaksin, yaitu kemiskinan, ketidaktahuan atau kebodohan dan keterbelakangan peradaban. "Lantas apa vaksinnya? Pendidikan adalah vaksin sosialnya. Itulah mengapa adik-adik kita harus mendapat layanan pendidikan, agar mendapat vaksin sosial," pungkasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta - Didorong kesadaran akan pentingnya penyebaran akses internet demi pemerataan pendidikan di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK (Telkom) yang selalu berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia meluncurkan IndiSchool sejak awal tahun ini.

IndiSchool atau Indonesia Digital School adalah sebuah program berupa akses internet murah yang diberikan kepada para siswa Indonesia di manapun berada. Melalui IndiSchool, Telkom akan membangun jaringan internet pita lebar (broadband) untuk 100 ribu sekolah di Indonesia. Dengan program ini, sekolah akan mendapatkan akses wifi sehingga para murid dan guru dapat berselancar di dunia maya secara nirkabel.

Setiap sekolah peserta program IndiSchool akan memperoleh akses internet sampai dengan 10 Mbps. Layanan internet tersebut dapat digunakan untuk mengakses berbagai konten edukasi, seperti Portal Rumah Belajar yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun aplikasi manajemen sekolah (SIAP Online) yang disediakan oleh Telkom. Layanan TV Edukasi milik Kemendikbud pun dapat terhubung ke sekolah yang mengikuti program IndiSchool.

"Dengan pemerataan layanan infrastruktur melalui IndiSchool, diharapkan mutu pendidikan di Indonesia tidak tertinggal jauh dibandingkan sekolah di negara-negara lain." Ujar Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti program ini pun terjangkau. Cukup dengan Rp 1.000, para siswa atau guru dapat memperoleh seribu ilmu dari Internet selama 24 jam. Jika ingin mengakses internet selama sebulan penuh, cukup dengan Rp 20.000 saja.

 

Sumber : http://kompas.com

Published in Teknologi Pendidikan
Wednesday, 22 May 2013 03:15

Digital Learning System Berbasis Android

Bandung - Sony Sugema merilis sistem pembelajaran digital terbaru Sony Sugema Digital Learning System (S2LDS) versi 5.0. Sistem ini memungkinkan siswa untuk mengakses seluruh kebutuhan belajarnya via smartphone atau gadget kesayangan mereka setiap saat.

S2LDS adalah sistem pembelajaran berbasis digital yang di dalamnya terdapat berbagai menu seperti video pembelajaran, e-book, terori singkat, arsip soal atau bank soal, try out dan berbagai aplikasi lainnya.

"Untuk versi terbaru, versi 5.0 ini lebih kompatibel dengan device yang saat ini ada. Bisa digunakan untuk berbagai gadget. Mulai dari Android, BlackBerry, iPad, Mac OS, Windows xp, Windows 7, Windows 8 dan Linux," ujar Direktur Utama sekaligus pendiri Sony Sugema Collage (SSC) dan SMA Alfa Centauri, Sony Sugema dalam acara launching di Kampus Alfa Centauri, Jalan Diponegoro, Bandung.

Ia mengatakan, pengembangan aplikasi ini setelah melihat begitu banyaknya peralatan canggih milik siswa. "Saya lihat anak-anak SMP saja sekarang gadgetnya canggih-canggih. Jadi kenapa itu tidak kita manfaatkan saja, supaya anak juga bisa belajar dan pintar lewat device yang dimilikinya," tuturnya.

Dalam demo yang ditunjukkan, siswa bisa mengakses video yang diberikan guru di kelas sesuai dengan materi yang diinginkan.

Arsip soal SNMPTN dari berbagai universitas bahkan arsip soal UN dari tahun 2005 pun bisa diakses dengan mudah. Sehingga siswa tak perlu lagi repot mencari untuk latihan soal.

Tingkat soal dan cara penyelesaiannya disusun sedemikian rupa sehingga mudah diikuti sesuai dengan kemampuan siswa. Bahkan, guru bisa memberikan bimbingan online via aplikasi online tersebut.

"Untuk mendukung aplikasi tersebut, kami menyiapkan bandwith 15 Gb. Itu untuk 700 siswa (Alfa Centauri)," kata Sony. Namun meski telah menerapkan sistem pembelajaran seperti ini, Sony menyatakan hal itu tak membuat jam belajar di sekolah jadi berkurang.

Program yang saat ini baru diaplikasikan di SMA Alfa Centauri dan SSC diharapkan Sony dapat diaplikasikan juga oleh sekolah lainnya yang membutuhkan. Bahkan Sony mengaku akan menghibahkan program S2LDS ini secara cuma-cuma untuk sekolah-sekolah yang tidak mampu dan membutuhkan.

"Untuk sekolah-sekolah di pelosok, saya gratiskan. Tapi kalau sekolah yang mampu, masa sih mau gratis?" katanya. Harapannya, dengan aplikasi ini guru-guru bisa lebih fokus dan memberikan perhatian lebih pada siswa.

Difaryadi Aziz (15) siswa kelas X SMA Alfa Centauri mengaku terbantu dengan aplikasi ini. Ia kerap mengerjakan PR yang diberikan gurunya dengan bahan-bahan yang ada di program tersebut.

"Kan di situ ada bahannya. Jadi bisa mengerjakan PR di mana aja. Buat latihan soal juga bisa," tutur Difar yang menyebut kerap membuka program tersebut via ponsel Android miliknya.

 

Sumber : http://detik.com

Published in Teknologi Pendidikan

Pontianak - PADAMU NEGERI : (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).
PADAMU NEGERI dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK.
PADAMU NEGERI juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud.
Melalui PADAMU NEGERI ini, BPSDMPK-PMP berupaya mendorong terwujudnya program - program pembangunan untuk peningkatan Mutu Pendidikan Nasional baik di tingkat pusat dan daerah dengan terpadu yang berbasis pada data-data yang faktual, transparan, obyektif, akurat, akuntabel dan berkesinambungan.
Oleh karena itu mohon dukungan dan kerjasamanya dari seluruh institusi pendidikan se-Indonesia untuk berpartisipasi dan berkontribusi aktif pada Layanan PADAMU NEGERI sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Mari bersama kita tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional yang berkesinambungan demi mencerdaskan generasi bangsa saat ini dan masa depan dengan semangat membangun bersama PADAMU NEGERI INDONESIA ku.

Sumber : http://padamu.kemdikbud.go.id/

Published in Teknologi Pendidikan
Sunday, 12 May 2013 16:17

Ruang Kelas Masa Depan

Pontianak - Teknologi interaktif terbaru kini hadir di ruang kelas, dan kegiatan belajar mengajar benar-benar berubah total. Papan tulis dan kapur, bahkan pena dan pensil sudah dianggap kuno, kini digantikan dengan laptop, proyektor digital, tablet, eBoard, dan ada yang tahu ada apa selanjutnya?
Selama beberapa dekade, sekolah modern telah mengalami evolusi menjadi gabungan antara metode tradisional dan format pengajaran baru yang dibantu dengan teknologi digital. Salah satu kemajuan di bidang pendidikan berdampak besar terhadap lingkungan kelas yaitu Digital eBoard. Dengan menyempurnakan saluran komunikasi antara guru dan murid, dengan bentuk media baru dan teknik interaktif, siswa mendapatkan pendidikan yang lebih beragam dan menyeluruh.
Tapi bagaimana caranya? mungkin Anda bertanya-tanya.
Sekarang guru dapat menayangkan gambar berkualitas tinggi, artikel atau video dengan berbagai link ke eBoard untuk mendukung materi pelajaran. Dengan menggunakan sumber eksternal, seperti internet, tugas di kelas tidak terbatas hanya pada buku teks atau pengalaman guru, namun dari sumber informasi tanpa batas yaitu Web. Selain itu, dengan panduan dari guru, sumber acuan seperti Web dapat digunakan sebagai sarana mengajar yang efektif.
Tugas di kelas dapat dibagikan ke laptop para siswa dari eBoard melalui streaming nirkabel, untuk memastikan lingkungan yang kolaboratif. Fitur berbagi ini juga memuungkinkan guru mengontrol apa yang dibuka para siswa di layar, misalnya agar mereka tidak membuka situs web pribadi selama jam pelajaran. Hal ini akan menciptakan cara baru dalam ujian dan tugas-tugas, memberikan kuis dan ujian secara digital yang dapat didownload ke layar dan otomatis ditransfer kembali kepada guru.
Teknologi layar sentuh menjadikan pembelajaran tersebut melibatkan partisipasi siswa. Dengan menggunakan pena atau jari, siswa dan guru dapat mendemonstrasikan ide yang rumit menggunakan gambar yang dapat digerakkan di layar. Hal ini juga membantu menggali elemen kreatif selama pembelajaran, yang merupakan metode penting untuk menciptakan hubungan dengan dan mendidik para siswa.
Beberapa eBoard yang lebih mutakhir dilengkapi dengan paket perangkat lunak yang menyediakan alat tambahan bagi guru. Misalnya, eBoard Interaktif 650TS dari Samsung memiliki perangkat lunak dasar untuk menggambar, perpustakaan konten dan Classroom Management Software – sehingga guru dapat memberikan lebih banyak sumber acuan bagi siswa.
Hambatan utama menghadirkan perangkat baru di ruang kelas adalah mempertahankan nilai-nilai tradisional yang diharapkan dari sistem pendidikan, seperti interaksi dan panduan sosial, sekaligus mencetak generasi penerus dengan sumber daya, kesempatan, dan alat yang belum pernah ada sebelumnya.

 

Sumber : http://www.samsung.com

Published in Teknologi Pendidikan

Seiring dengan revolusi kedua Internet yang salah satunya dengan semakin menjamurnya website dengan konsep Jejaring sosial, situs jejaring sosial buatan Indonesia satu demi satu mulai bermunculan. Setelah BukuQ, kini  jejaring sosial berbasis pendidikan hadir kembali dengan nama: FodBoo. Ciri khas FodBoo terletak pada fitur dimana para member bisa saling berbagi mata pelajaran dengan cara mengunggah, melihat, serta mengunduhnya. Selain itu, karena berbasis tema pendidikan, para member diklasifikasikan sesuai asal sekolah serta asal provinsi sekolah tersebut.

Tentu saja sebagaimana jejaring sosial pada umumnya, maka para member pun bisa juga terhubung dengan sesama member baik satu sekolah maupun diluar sekolah, bisa berbagi aktivitas, bahkan ini yang menjadi kekuatan FodBoo bahwa secara lebih khusus lagi member bisa berbagi mata pelajaran terbaru.

Banyak cara agar pendidikan menjadi menyenangkan di mata para peserta didik. Besar harapanya FodBoo dapat membantu meningkatkan prestasi belajar para peserta didik di Indonesia yang bermuara pada peningkatan Mutu Pendidikan.

Published in Teknologi Pendidikan
Sunday, 21 April 2013 21:57

1:1 eLearning Classroom

Pontianak - Acara diawali dengan serah terima Intel CMPC dari Intel kepada LPMP Kalbar dan dilanjutkan dengan menyerahkannya kepada dua kepala sekolah. Dalam acara pembukaan itu, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Kepala Seksi PSI LPMP Kalbar dan Education Manager Intel Indonesia. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pontianak mengatakan bahwa diharapkan kedua sekolah yang menerima bantuan ini dapat berhasil menerapkan pembelajaran yang menggunakan CMPC ini.

1:1 e-learning classroom merupakan sebuah program Intel Education untuk mempromosikan penggunaan satu laptop satu siswa. Dalam program ini Siswa menggunakan Intel Classmate PC (CMPC) untuk mendukung proses pembelajaran 1:1 e-learning classroom. CMPC ini dirancang ramah anak (Tahan banting, fitur parent control, bentuk yang menarik). Pada prosesnya, siswa menggunakan CMPC dan Guru dapat menggunakan Laptop / PC yang telah ter-install konsol guru.

Pelatihan ini langsung di fasilitasi oleh Senior Trainer Intel education (Heru Triwiyono), dengan materi hari pertama adalah mengenal CMPC dan Fitur-fiturnya. Dilanjutkan hari kedua merancang pembelajaran yang mengintegrasikan CMPC dilanjutkan dengan simulasi kelas.

Published in Penjaminan Mutu
Sunday, 21 April 2013 08:55

Intel® Teach Essentials Course

Tujuan Intel® Teach Essentials Course adalah untuk membantu guru-guru membangun pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui integrasi teknologi dan pendekatan berbasis proyek. Pelatihan ini dilaksanakan selama 40 jam dengan delapan modul kurikulum disertai kerja mandiri.

Tema-tema Intel Teach Essentials Course termasuk:
  • Menggunakan teknologi secara efektif di dalam kelas untuk memperkenalkan keahlian abad ke-21
  • Mengidentifikasi cara-cara siswa dan guru menggunakan teknologi untuk meningkatkan pembelajaran melalui penelitian, komunikasi, kerjasama, dan strategi yang produktif dan kelengkapannya
  • Menyediakan pembelajaran dan membuat Unit kurikulum dan penilaian, yang memenuhi standar akademik daerah dan nasional dan standar teknologi
  • Memfasilitasi kelas yang berpusat kepada siswa yang menekankan pada siswa mandiri dan berfikir tingkat tinggi
  • Bekerjasama dengan rekan-rekan guru untuk meningkatkan instruksi dengan penyelesaian masalah dan ikutserta dalam kelompok dalam meninjau ulang Rencana Unit anda.


Modul 1: Mengajar dengan Proyek
Topik:
Pembelajaran berbasis proyek dan Unit Plan
Aktivitas Utama:
  • Meninjau komponen-komponen portofolio
  • Membuat publikasi proyek
  • Mengidentifikasi kecakapan abad ke-21 untuk unit anda
  • Mengembangkan gagasan-gagasan awal untuk unit
  • Melakukan refleksi pembelajaran pada blog anda
Modul 2: Merencanakan Unit Saya
Topik:
Pertanyaan seputar Kerangka Kurikulum dan penilaian berbasis siswa
Aktivitas Utama:
  • Mengidentifikasi standar-standar untuk unit anda
  • Membuat tujuan-tujuan pembelajaran
  • Membuat pertanyaan-pertanyaan seputar Kerangka Kurikulum
  • Meneliti strategi penilaian yang efektif
  • Membuat draft waktu penilaian
  • Membuat penilaian untuk menaksir kebutuhan siswa
  • Membuat presentasi unit portofolio
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 3: Membuat Koneksi
Topik:
Internet untuk mendukung proses belajar dan mengajar
Aktivitas Utama:
  • Mendapatkan umpan balik terhadap taksiran kebutuhan siswa.
  • Berbagi gagasan-gagasan untuk mencapai standar melalui proyek-proyek
  • Mengkaji hukum hak cipta dan penggunaan yang adil.
  • Membuat dokumen bibliografi
  • Mengintegrasikan penggunaan sumber dari internet untuk mendukung riset, komunikasi, kerjasama, pemecahan masalah, dan kecakapan abad ke-21
  • Menggunakan situs jaringan kerjasama online untuk berbagi gagasan-gagasan pada unit anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 4: Membuat Contoh-contoh Pembelajaran
Topik:
Hasil Proyek dari Sudut Pandang Siswa
Aktivitas Utama:
  • Mengidentifikasi strategi-strategi untuk membantu siswa beradaptasi dengan pembelajaran berbasis proyek dan berpusat pada siswa.
  • Membuat contoh publikasi siswa, presentasi, wiki, atau blog untuk mendemonstrasikan pembelajaran siswa.
  • Membuat draft prosedur pembelajaran.
  • Menilai sendiri hasil karya siswa.
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 5: Menilai Proyek-proyek Siswa
Topik:
Penilaian formatif dan sumatif
Aktivitas Utama:
  • Memperoleh umpan balik untuk memperbaiki hasil karya siswa
  • Mengkaji tantangan dan solusi mengikutsertakan siswa dalam proses penilaian
  • Menilai sendiri latihan-latihan penilaian yang anda kerjakan saat ini
  • Membuat draft ringkasan penilaian
  • Memperbaiki hasil karya siswa berdasarkan penilaian
  • Memperbaiki Unit Plan anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
Modul 6: Merencanakan Keberhasilan Siswa
Topik:
Dukungan dan Kemampuan Mengarahkan Diri Sendiri
Aktivitas Utama:
  • Mengkaji strategi-strategi untuk membuat pengajaran yang berbeda-beda
  • Membuat penilaian untuk mendorong kemampuan siswa mengarahkan diri
  • Membuat bahan-bahan pendukung
  • Memperbaiki Unit Plan anda untuk mengakomodasi semua siswa
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
  • Menilai sendiri fasilitasi bantuan yang anda berikan kepada kelas berbasis siswa tersebut
Modul 7: Mempermudah dengan Teknologi
Topik:
Guru sebagai fasilitator
Aktivitas utama:
  • Mengkaji strategi bertanya untuk meningkatkan berpikir tingkat tinggi.
  • Membuat bahan-bahan fasilitasi.
  • Memperbaiki Unit Plan anda.
  • Mendiskusikan strategi-strategi implementasi.
  • Menilai sendiri unit portofolio anda dan memperbaikinya berdasarkan penilaian tersebut.
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda.
Modul 8: Menyajikan Unit-Unit Portofolio
Topik:
Saling membagi Pembelajaran
Aktivitas utama:
  • Mempersiapkan penyajian unit anda
  • Memberikan dan menerima umpan balik unit portofolio anda
  • Membuat refleksi pembelajaran di blog anda
  • Mengevaluasi Kursus essentials
 
 Sumber : http://www.intel.com
Published in Teknologi Pendidikan
Page 2 of 3