Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, mencanangkan "Indonesia Digital School" (Indischool) ke 10 ribu, di Balai Kartini, (22/5). Indischool merupakan program PT. Telkom Indonesia memberi fasilitas koneksi internet nirkabel di sekolah-sekolah. Dengan pencanangan ini, berarti sebanyak 10 ribu sekolah telah menikmati fasilitas tersebut.

 

Disampaikan oleh Direktur Utama PT. Telkom, Arif Yahya,  pihaknya berkomitmen untuk menghubungkan 100 ribu sekolah pada akhir 2013 ini. Sedangkan target besar yang akan dicapai adalah terhubungnya 300 ribu sekolah pada 2015 mendatang. Untuk DKI Jakarta, koneksi nirkabel telah terpasang di 6.210 sekolah. "Untuk 2013 akhir, ada 100 ribu indischool. Baik melalui telkom maupun Kemdikbud," jelas Arif Yahya saat memberi sambutan.

 

Atas program tersebut, Mendikbud menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Telkom Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi ini merupakan perusahaan yang memiliki komitmen besar terhadap dunia pendidikan. "Pendidikan bisa mengantarkan bapak/ibu di PT. Telkom bisa seperti sekarang. Jadi ini bentuk darma bakti mereka kepada dunia pendidikan," jelas Menteri Nuh, saat menyampaikan alasan mengapa PT. Telkom peduli terhadap dunia pendidikan.

 

Mantan Rektor ITS ini juga mengatakan, pendidikan yang didukung dengan konektivitas seperti ini akan meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan bermutu akan menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing. "Kualitas SDM yang memadai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tuturnya. 

Disamping itu, mantan Menkominfo ini menegaskan bahwa pendidikan adalah vaksin sosial. Ibarat tubuh, supaya kuat dan tahan berbagai penyakit, harus divaksin. Ada 3 penyakit sosial yang mematikan yang harus divaksin, yaitu kemiskinan, ketidaktahuan atau kebodohan dan keterbelakangan peradaban. "Lantas apa vaksinnya? Pendidikan adalah vaksin sosialnya. Itulah mengapa adik-adik kita harus mendapat layanan pendidikan, agar mendapat vaksin sosial," pungkasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Kurikulum 2013 Komisi X DPR diminta jangan terjebak masalah teknis dalam membahas Kurikulum 2013 bersama pemerintah. Panja Kurilulum seharusnya justru mempertegas masalah substansi Kurikulum 2013 yang sampai saat ini  memang masih belum jelas.

"Kami menangkap kesan Panja Komisi X  jadi  terbawa Kemendikbud bicara teknis, bukan substansi. Padahal substansinya kurikulum ini jelas uji coba, bukan penerapan. Jadi, aneh kalau Mendikbud tetap mengatakan Kurikulum 2013 diimplementasikan tanpa uji coba," kata Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) Retno Listyarti di Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Menurut Retno, jika melihat terjadinya penurunan cakupan sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 yang begitu drastis, seharusnya pada Juli nanti Kurikulum 2013 diuji coba, bukan diklaim langsung diterapkan. Apalagi Kurikulum 2013 hanya diterapkan di sekolah-sekolah eks RSBI, sekolah-sekolah berakreditasi A, dan sekolah-sekolah dekat bandara dengan alasan agar distribusi buku terkejar.

"Padahal substansinya penerapan secara reliabel haruslah semua perwakilan sekolah, mulai sekolah unggul, sekolah reguler, sekolah tertinggal, sekolah pelosok, dan sebagainya," kata Retno.

Sekolah-sekolah unggulan punya seluruh fasilitas yang dibutuhkan Kurikulum 2013. Tetapi bagaimana dengan sekolah-sekolah di luar itu? "Mestinya Panja Kurikulum DPR bisa punya posisi tawar. Anggaran dinaikan Rp 829 miliar akan disetujui, tapi ini hanya uji coba. Kami para guru sangat berharap, Komisi X dapat memperjuangkan bahwa Kurikulum 2013 ini hanya uji coba," papar Retno.

 

Sumber : http://kompas.com

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Didorong kesadaran akan pentingnya penyebaran akses internet demi pemerataan pendidikan di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK (Telkom) yang selalu berkomitmen memajukan pendidikan Indonesia meluncurkan IndiSchool sejak awal tahun ini.

IndiSchool atau Indonesia Digital School adalah sebuah program berupa akses internet murah yang diberikan kepada para siswa Indonesia di manapun berada. Melalui IndiSchool, Telkom akan membangun jaringan internet pita lebar (broadband) untuk 100 ribu sekolah di Indonesia. Dengan program ini, sekolah akan mendapatkan akses wifi sehingga para murid dan guru dapat berselancar di dunia maya secara nirkabel.

Setiap sekolah peserta program IndiSchool akan memperoleh akses internet sampai dengan 10 Mbps. Layanan internet tersebut dapat digunakan untuk mengakses berbagai konten edukasi, seperti Portal Rumah Belajar yang dikelola oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, maupun aplikasi manajemen sekolah (SIAP Online) yang disediakan oleh Telkom. Layanan TV Edukasi milik Kemendikbud pun dapat terhubung ke sekolah yang mengikuti program IndiSchool.

"Dengan pemerataan layanan infrastruktur melalui IndiSchool, diharapkan mutu pendidikan di Indonesia tidak tertinggal jauh dibandingkan sekolah di negara-negara lain." Ujar Direktur Enterprise & Wholesale Telkom, Muhammad Awaluddin.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti program ini pun terjangkau. Cukup dengan Rp 1.000, para siswa atau guru dapat memperoleh seribu ilmu dari Internet selama 24 jam. Jika ingin mengakses internet selama sebulan penuh, cukup dengan Rp 20.000 saja.

 

Sumber : http://kompas.com

Published in Teknologi Pendidikan
Wednesday, 22 May 2013 03:15

Digital Learning System Berbasis Android

Bandung - Sony Sugema merilis sistem pembelajaran digital terbaru Sony Sugema Digital Learning System (S2LDS) versi 5.0. Sistem ini memungkinkan siswa untuk mengakses seluruh kebutuhan belajarnya via smartphone atau gadget kesayangan mereka setiap saat.

S2LDS adalah sistem pembelajaran berbasis digital yang di dalamnya terdapat berbagai menu seperti video pembelajaran, e-book, terori singkat, arsip soal atau bank soal, try out dan berbagai aplikasi lainnya.

"Untuk versi terbaru, versi 5.0 ini lebih kompatibel dengan device yang saat ini ada. Bisa digunakan untuk berbagai gadget. Mulai dari Android, BlackBerry, iPad, Mac OS, Windows xp, Windows 7, Windows 8 dan Linux," ujar Direktur Utama sekaligus pendiri Sony Sugema Collage (SSC) dan SMA Alfa Centauri, Sony Sugema dalam acara launching di Kampus Alfa Centauri, Jalan Diponegoro, Bandung.

Ia mengatakan, pengembangan aplikasi ini setelah melihat begitu banyaknya peralatan canggih milik siswa. "Saya lihat anak-anak SMP saja sekarang gadgetnya canggih-canggih. Jadi kenapa itu tidak kita manfaatkan saja, supaya anak juga bisa belajar dan pintar lewat device yang dimilikinya," tuturnya.

Dalam demo yang ditunjukkan, siswa bisa mengakses video yang diberikan guru di kelas sesuai dengan materi yang diinginkan.

Arsip soal SNMPTN dari berbagai universitas bahkan arsip soal UN dari tahun 2005 pun bisa diakses dengan mudah. Sehingga siswa tak perlu lagi repot mencari untuk latihan soal.

Tingkat soal dan cara penyelesaiannya disusun sedemikian rupa sehingga mudah diikuti sesuai dengan kemampuan siswa. Bahkan, guru bisa memberikan bimbingan online via aplikasi online tersebut.

"Untuk mendukung aplikasi tersebut, kami menyiapkan bandwith 15 Gb. Itu untuk 700 siswa (Alfa Centauri)," kata Sony. Namun meski telah menerapkan sistem pembelajaran seperti ini, Sony menyatakan hal itu tak membuat jam belajar di sekolah jadi berkurang.

Program yang saat ini baru diaplikasikan di SMA Alfa Centauri dan SSC diharapkan Sony dapat diaplikasikan juga oleh sekolah lainnya yang membutuhkan. Bahkan Sony mengaku akan menghibahkan program S2LDS ini secara cuma-cuma untuk sekolah-sekolah yang tidak mampu dan membutuhkan.

"Untuk sekolah-sekolah di pelosok, saya gratiskan. Tapi kalau sekolah yang mampu, masa sih mau gratis?" katanya. Harapannya, dengan aplikasi ini guru-guru bisa lebih fokus dan memberikan perhatian lebih pada siswa.

Difaryadi Aziz (15) siswa kelas X SMA Alfa Centauri mengaku terbantu dengan aplikasi ini. Ia kerap mengerjakan PR yang diberikan gurunya dengan bahan-bahan yang ada di program tersebut.

"Kan di situ ada bahannya. Jadi bisa mengerjakan PR di mana aja. Buat latihan soal juga bisa," tutur Difar yang menyebut kerap membuka program tersebut via ponsel Android miliknya.

 

Sumber : http://detik.com

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2013 dapat dijadikan sebagai momentum mengenang semangat perjuangan para pendiri bangsa atau the founding fathers. Upaya ini dilakukan untuk  menjadikan teladan bagi generasi muda.

“Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran, dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini,” kata  Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, selaku pembina upacara peringatan Harkitnas 2013, membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, di  Kemdikbud, Senayan, Jakarta, (20/5).

Syawal mengatakan, para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antarelemen bangsa. Mereka mengedepankan dialog yang konstruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu, sehingga problem-problem pelik dibidang politik, ekonomi maupun sosial bangsa ini dapat terpecahkan. “Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah pada Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, berlanjut dengan penggalangan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang akhirnya berbuah manis pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945,” jelasnya.

Nilai–nilai Harkitnas tersebut , kata Syawal, masih relevan sepanjang masa yaitu membangun dan memelihara kebersamaan dan  persatuan. Para pemuda, katanya, berhimpun dalam organisasi tanpa menonjolkan semangat kedaerahan. Dia menyebutkan, perjuangan para mahasiswa terumuskan dalam ikrar : satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. “Sebuah gagasan agung yang begitu brilian,” kata Syawal mengakhiri pembacaan sambutan  Menkominfo.

Diharapkan, setiap elemen meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok, sehingga kebahagiaan bersama dapat diraih. Semoga dengan nilai-nilai  Harkitnas mampu dirakit menjadi perahu kokoh untuk mendekatkan bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan lebih modern dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (EH)

Published in Warta Pendidikan
Tuesday, 21 May 2013 11:11

Kemdikbud Gelar ISPrO 2013

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan The 1st International Science Project Olympiad (ISPrO) 2013 di Jakarta pada 19-24 Mei 2013 sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan budaya meneliti sejak usia muda.

 

 

Sebagaimana yang dilaporkan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kemdikbud Hamid Muhammad   selaku President of ISPrO, pada acara pembukaan ISPrO 2013 yang bertempat di Gedung Teater Pewayangan Kautama, Taman Mini Indonesia Indah pada Senin (20/05), kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta gaya hidup yang ramah lingkungan. 

 

 

Adapun bidang yang dikompetisikan adalah sains terapan yang berhubungan dengan isu-isu lingkungan, diantaranya: Environmental Biology, Environmental Chemistry dan Environmental Physics.

 

 

Peserta ISPrO 2013 berasal dari 22 negara, yaitu: Afghanistan, Albania, Azerbaijan, Bangladesh, Belarus, Bosnia and Herzegovina, Cambodia, Germany, Indonesia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macedonia, Madagascar, Malaysia, Moldova, Myanmar, Pakistan, Philippines, Tajikistan, Thailand, Turkey, dan Turkmenistan.

 

 

Para dewan juri berasal dari perguruan tinggi dan institusi penelitian di Indonesia, seperti dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dukungan dari universitas dan lembaga lain sangat membantu dalam mewujudkanpeningkatan kualitasn dunia pendidikan dan peningkatan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia.

 

 

“Hal ini merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujar Hamid.

 

Sebagai informasi, Indonesia telah banyak berpartisipasi dalam kompetisi internasional dan meraih prestasi yang sangat membanggakan. Kompetisi-kompetisi internasional tersebut antara lain adalah International Biology Olympiad (IBO), International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Olympiad in Informatics (IOI), International Earth Science Olympiad (IESO), InternationalOlympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), International Astronomy Olympiad (IAO), dan kompetisi internasional lainnya melalui mitra kerja dengan pihak lain.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Pemerintah siap mengimplementasikan kurikulum 2013 kepada 6.325 sekolah yang ada di Indonesia pada 15 Juli 2013. Pemerintah menargetkan pengadaan buku kurikulum itu sampai di sekolah pada 14 Juli.


Jadwal pengadaan buku kurikulum 2013 itu akan dimulai dengan pengumuman lelang tanggal 17 Mei, selama 18 hari selanjutnya pemerintah akan umumkan pemenang lelang tanggal 3 Juni.


"Tanggal 10 Juni tandatangan kontrak dan penyerahan naskah buku," kata Menteri Pendidikan M Nuh dalam rapat dengan komisi X DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013) malam.


Kemudian selama 25 hari sejak 10 Juni itu buku guru dan siswa sebagai bahan pelatihan sampai di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) atau tepatnya pada 4 Juli 2013.


"Begitu kita mengadakan di 15 Juli tahun ajaran baru, buku harus sudah sampai di sekolah 14 Juli," ucap M Nuh.


Dalam implementasikan kurikulum 2013, pemerintah juga akan melakukan pelatihan bagi instuktur nasional, guru dan kepala sekolah secara bertahap.


"Tanggal 4-8 Juni pelatihan instruktur nasional. Kemudian tanggal 11-22 Juni pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas inti," tuturnya.

"Terakhir pada 15 Juli implementasi di sekolah sasaran," imbuhnya.

Implementasi kurikulum 2013 itu diprioritaskan bagi sekolah eks RSBI dan berakreditasi A yaitu total sebanyak 6.325 sekolah.


Sementara jumlah guru yang akan melaksanakan implementasi kurikulum 2013 itu total sebanyak 55.762 dan siswa sebanyak 1.570.337 siswa. Lalu jumlah buku sebanyak 9.767.280 buku.

 

Sumber : http://detik.com

Published in Warta Pendidikan

Nanga Pinoh - Sebagaimana Tahun-tahun sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia dini (PTK PAUDNI). Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI diselenggarakan dari 15 hingga 18 Mei di Kabupaten Melawi. Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ini dihadiri tenaga pendidik PAUD dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Dirjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi dan Tokoh pendidikan anak danm juga ketua Komnas Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi atau yang akrab di Panggil Kak Seto.

 

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Melawi Drs. Paulus mengatakan, kedatangan Kak Seto di Melawi memang sengaja diundang untuk memenuhi harapan masyarakat yang sudah lama mendambakan kedatangan beliau, dalam Kegiatan ini Kak Seto menjadi Narasumber dalam acara celoteh anak.

Paulus mengharapkan apa yang disampaikan Kak Seto juga bisa diterapkan di masyarakat, jangan sampai di Kabupaten Melawi masih didapati adanya kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua sebab bagaimanapun itu tidak dibenarkan.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini bisa mempererat tali persaudaraan antar sesama keluarga besar PAUD di Provinsi Kalimantan Barat.

 
 
Published in Warta Pendidikan

Kayong Utara – Kegiatan lanjutan dari MoU antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara dan LPMP Provinsi Kalimantan Barat tentang Pelaksanaan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Kabupaten Kayong Utara, tepatnya tanggal 29 April sampai dengan 5 Mei 2013 telah diselenggarakan Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 yang diikuti oleh 35 peserta, 22 orang peserta calon Kepala Sekolah dan 10 orang peserta calon Pengawas Sekolah, dan 3 orang calon Penilik Sekolah. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelumnya yaitu Seleksi Akademik Calon Kepala Sekolah/Madrasah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah yang telah diselenggarakan pada tanggal 20 s.d 22 Maret 2013 yang lalu. Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan Calon Kepala Sekolah/Madrasah yang memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah /Madrasah dan Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah. Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Kayong Utara Bapak Ir. Muhammad Said.

 

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa “jabatan pengawas sekolah dan penilik sekolah janganlah dianggap ‘jabatan buangan’. Dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Barat yang menempati urutan 30 harus menjadi perhatian kita semua. Untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah dan penilik sekolah diperlukan kecerdasan intelektual, kecerdasan kepribadian yang baik, persyaratan administrasi yang lengkap, dan memiliki modal kemampuan dan kemauan yang cukup”.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si memberikan materi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang kurikulum tahun 2013, dalam paparannya Kepala LPMP menyatakan bahwa “kurikulum 2013 merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan dan didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan pendidikan, sebab pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu beliau juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan diklat ini. Harapannya peserta Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah dapat memanfaatkan dana yang telah dialokasikan pada kegiatan diklat ini dengan cara mengikuti kegiatan diklat secara utuh, agar amanah dari Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 dapat tercapai. Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual, beliau juga menambahkan tentang kecerdasan ketahanmalangan yaitu suatu ketahanan atau kekebalan terhadap halangan dan hambatan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban” ujarnya.

 

Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah Kabupaten Kayong Utara Tahun 2013 ini dilaksanakan selama selama 7 (tujuh) hari dengan pola 70 JP. Adapun materi yang diberikan untuk Calon Kepala Sekolah meliputi Kepemimpinan, Kewirausahaan, Supervisi Akademik, Monitoring dan Evaluasi, Pengelolaan Keuangan Sekolah, Pengelolaan Kurikulum, Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pengelolaan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), dan Penyusunan RKS/RKAS. Sedangkan materi untuk Calon Pengawas dan Penilik Sekolah adalah Kepemimpinan, Supervisi Manajerial, Supervisi Akademik, Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Program Kepengawasan, Pengelolaan Kurikulum, dan Penelitian Tindakan Kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan diklat kali ini adalah ceramah, diskusi dan kerja kelompok. Pada materi kepemimpinan seluruh kegiatan dilaksanakan di Pantai Tanjung Datuk berupa Out Bound. Setelah kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Penilik Sekolah ini berakhir masih akan dilanjutkan dengan On the Job Learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan ke depan.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5). Peresmian RS Pendidikan Tanjungpura ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikbud M. Nuh dan pengguntingan pita oleh Laily M. Nuh.

 

Usai peresmian secara simbolis tersebut, Mendikbud berkunjung mengelilingi RS untuk meninjau fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dan dipandu Direktur RS Pendidikan Tanjungpura, Bambang Djarwoto.

 

Bambang Djarwoto mengantarkan rombongan Mendikbud meninjau fasilitas di berbagai klinik, seperti klinik spesialis mata, THT, dan kebidanan/kandungan, hingga ke ruang operasi. Mendikbud juga diajak meninjau ruang uji kompetensi dokter Indonesia, dan melihat simulasi penanganan pasien yang dilakukan langsung mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan.

 

Mendikbud mengatakan, program peningkatan kompetensi dokter harus terus dilakukan, karena seorang dokter harus terampil, bukan hanya dilihat dari kognisi. Karena itu ia berharap pembangunan RS Pendidikan Tanjungpura tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dengan bertahap, dengan perlengkapan fasilitas yang memadai. "Sehingga adik-adik kita bisa lebih terampil lagi. Bisa melayani publik," ujarnya. Ia juga berharap Untan bisa menjadi pusat kesehatan publik, minimal untuk Provinsi Kalimantan Barat.

 

Terkait status RS Pendidikan Untan, Mendikbud menjelaskan, RS pendidikan berada di bawah pengelolaan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kemdikbud, sehingga status RS pendidikan pun berada di bawah Kemdikbud, bukan di Kementerian Kesehatan.

 

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Menkes untuk mengelola rumah sakit di perguruan tinggi negeri," katanya. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Mendikbud dan Menkes tersebut sudah disepakati tentang hal pengelolaan dan standar RS pendidikan.

"Kekurangan ada saja. Kelebihannya ada saja. Tapi ini (pembangunan.red) kita lakukan secara bertahap," tutur Menteri Nuh yang berharap RS pendidikan dapat memberikan pelayanan kepada semua pasien dari berbagai golongan ekonomi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan