Jakarta - Olimpiade Sains Nasional Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (OSN SD/MI) akan dibuka 6 Juni 2013, di Bandung, Jawa Barat. Kompetisi yang mengusung dua bidang lomba ini, yaitu matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mengambil tema, “Cerdas, Terampil, Kreatif Dan Kompetitif Untuk Meraih Prestasi Terbaik”.

Peserta olimpiade adalah peserta didik SD/MI baik Negeri maupun Swasta, yang pada bulan Mei 2013, duduk di kelas IV atau V dan memiliki nilai rata-rata rapor untuk bidang Matematika dan IPA minimal 7,5 sejak kelas III. Pesertamerupakan peserta terbaik hasil seleksi tingkat provinsi sesuai Surat Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Nomor 810/C2/LL/2013, Tanggal 24 April 2013. 

Secara umum Olimpiade Sains Nasional tingkat SD/MI tahun 2013 bertujuan meningkatkan mutu pendidikan Matematika dan IPA di SD/MI secara komprehensif melalui penumbuhkembangan budaya belajar, kreativitas dan motivasi meraih prestasi terbaik dengan kompetisi yang sehat serta menjunjung nilai-nilai sportivitas.

Secara khusus, ada dua tujuan Olimpiade Sains Nasional Tingkat SD/MI tahun 2012. Pertama, adalah untuk menyediakan wahana bagi siswa SD/MI untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang Matematika dan IPA sehingga dapat berkreasi serta melakukan  sesuai kemampuannya. Kedua, untuk memotivasi siswa SD/MI agar selalu meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat sehingga dapat memacu kemampuan berpikir nalar.

Tim juri untuk masing-masing bidang yang dilombakan terdiri dari tenaga akademik perguruan tinggi dan/atau tenaga ahli lain di bidang Matematika/IPA yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, dan bersifat independen.

Masing-masing bidang disediakan 5 medali emas, 10 medali perak, dan 15 medali perunggu, dan piagam penghargaan untuk juara harapan. Seluruh peraih medali akan mendapatkan uang pembinaan dan piagam penghargaan. (AR)

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Walaupun terjadi beberapa kendala seperti pemadaman listrik di beberapa lokasi seperti di Sanggau, Putussibau, dan Bengkayang. Adanya beberapa Guru yang tidak dapat login, sampai ke kejadian-kejadian lucu yang terjadi dikarenakan minimnya kompetensi IT para guru yang mengikuti UKG hari ini, namun secara keseluruhan UKG Tahun 2013 berjalan dengan lancar.

Berdasarkan data yang masuk ke pusat pengendalian Uji Kompetensi Guru Tahun 2013 Provinsi Kalimantan Barat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, sampai dengan ditutupnya pelaksanaan sore ini sudah tercatat 2.479 orang guru dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti Uji Kompetensi Guru Tahun 2013.

Suksesnya pelaksanaan hari pertama  ini tidak terlepas dari kerja keras para Operator TUKG yang telah bekerja jauh sebelum Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2013. Mulai dari mempersiapkan Jaringan TUKG sampai mendampingi para peserta Ujian Kompetensi Guru pada tahap pelaksanaan hari ini.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Setelah beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya yang meliputi; Rapat koordinasi, Pelatihan Operator, Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap I, dan Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap II, Hari ini serentak di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013.

 

Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dengan sistem online. Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013 dilaksanakan dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013.

 

Adapun tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah di sekolah yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG). Seluruh peserta yang akan mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 adalah guru-guru yang belum disertifikasi.

Published in Penjaminan Mutu
Monday, 03 June 2013 13:10

Staf LPMP Bertugas di Uji Kompetensi Guru

Pontianak - Tidak seperti biasanya hari ini LPMP Provinsi Kalimantan Barat terlihat sepi, hanya beberapa staf yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dan pada hari ini sebagian besar Staf LPMP Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan tugas di Tempat Uji Kompetensi (TUKG) di 14 Kabupaten/Kota.


Selain staf-staf yang bertugas dilapangan, beberapa staf di LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang berada di kantor juga terus memonitoring dan menyusun rekapitulasi pelaksanaan UKG dari lapangan. Media Social Facebook menjadi sarana untuk saling berkomunikasi antara operator TUKG, Petugas lapangan LPMP dan pusat kendali pelaksanaan UKG Provinsi Kalimantan Barat di LPMP.

 

Mudah-mudahan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2013 yang berlangsung dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013 dapat berjalan dengan sukses dan para petugas yang turun ke daerah pulang kembali dengan selamat ke LPMP Provinsi Kalimantan Barat.

 

 

Published in LPMP Inside

Pontianak - Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013. Untuk tahun ini Uji Kompetensi Guru (UKG) akan dilaksanakan secara Online. UKG wajib diikuti semua guru dalam jabatan baik guru PNS maupun bukan PNS.

 

Dalam Pelaksanaannya UKG melibatkan berbagai instansi antara lain BPSDMPK-PMP, LPMP, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Agar seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan UKG memiliki pemahaman yang sama tentang mekanisme pelaksanaan UKG, maka perlu disusun informasi yang lengkap tentang mekanisme pelaksanaan UKG tahun 2013 melalui kegiatan “Rakor Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Online Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013”.

 

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ini diikuti Peserta yang terdiri dari unsur Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Operator Data Sertifikasi Kabupaten/Kota, perwakilan PT PLN Wilayah Kalimantan barat, perwakilan PT Regional Telkom Provinsi Kalimantan Barat dan unsur dari LPMP Prov. Kalimantan Barat sendiri. Kegiatan Rakor ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 1 s.d 3 Mei 2013 bertempat di Hotel Gajah Mada Pontianak.

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta - Pendidikan merupakan hak setiap orang, berkat pendidikan, setiap orang bergerak menuju tahapan yang lebih tinggi dalam kehidupannya. Dalam skala yang lebih luas, pendidikan merupakan lokomotif menuju perubahan. Artinya, kemajuan pendidikan sebuah negara dimaknai akan mengangkat derajat suatu bangsa menjadi bangsa yang maju. Memahami hal tersebut, tidak hanya pemerintah yang turun tangan, tetapi juga pihak-pihak lain yang memiliki perhatian pada dunia pendidikan.

 

 

 

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 11 Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajar secara serentak di 11 sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan dukungan atas Gerakan Direksi Mengajar yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN. Para direksi tersebut mengajar di sekolah yang dulunya merupakan tempat para direksi pernah mengenyam pendidikan SMA atau sekolah yang telah ditentukan oleh BRI.

 

"Sebanyak 11 SMA yang menjadi tempat mengajar direksi BRI, yaitu SMA Negeri 1 dan 2 di Bogor, SMA Negeri 1 Sragen, SMA Negeri 1 Pangkah-Tegal, SMA Negeri 1 Boja-Semarang, SMA Negeri 16 Surabaya, SMA Negeri 1 Boyolali, Ummul Quro Bogor, SMK Negeri 1 Pare-Pare, SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan SMA Negeri 3 Purwokerto," ungkap Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta.

 

Dengan mengusung tema "Membangun Mental Juara Bersama BRI", melalui sharing pengalaman dan kisah sukses, para direksi tidak hanya mengajar, tetapi juga mengajak para siswa memiliki mental juara dalam mengejar cita-citanya. Beberapa nilai yang ingin ditanamkan melalui program Gerakan Direksi Mengajar di antaranya adalah kejujuran, kerja keras, dan tekad yang kuat untuk mencapai prestasi tertinggi.

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari pihak sekolah. Umumnya mereka menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi para siswa untuk mencapai cita-citanya. "Sekolah kami hari ini seperti mendapat durian runtuh. Kami tidak menyangka sekolah yang cukup jauh dari kota ini mendapat kesempatan untuk memperoleh
sharing success story dari Direktur BRI. Kami harap kedatangan direktur BRI dapat meningkatkan motivasi para siswa dalam berprestasi," kata Kepala Sekolah Negeri 1 Pangkah, Tegal Munaseh.

 

Agar lebih menyatu dengan para siswa, sistem pengajaran dibuat dengan konsep yang santai dalam balutan diskusi interaktif. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Hari ini kami mendapatkan pelajaran berharga dari Direktur BRI yang tidak lain adalah kakak kelas kami sendiri. Suatu saat, saya akan menjadi orang yang lebih hebat dari beliau," ujar Ketua OSIS SMAN 2 Bogor, Triani Nur Fariha.

 

Ali mengatakan, manajemen perusahaan sangat mendukung gerakan ini. Nantinya, kegiatan ini dapat memotivasi dan menginspirasi siswa-siswi. "Semoga adik-adik kita ini terpacu untuk meraih mimpinya pada masa depan. Jadi, mereka melihat langsung 'kakaknya', untuk sukses itu, seperti direksi ini," ungkap Ali.

 

Sebagai wujud komitmen BRI untuk mendukung peningkatan dunia pendidikan, selain berbagi success story, BRI turut memberikan bantuan Corporate Social Responsibility BRI Peduli Pendidikan di 11 sekolah tempat direksi mengajar.
Bentuk bantuan merupakan sarana prasarana pendidikan dengan nilai bantuan lebih dari Rp 2 miliar, yang meliputi laptop, laboratorium, renovasi sekolah, alat-alat kesenian, dan lain-lain.

 

"Dengan bantuan sarana prasarana penunjang pendidikan, diharapkan mutu pendidikan di sekolah meningkat untuk meningkatkan motivasi dan prestasi para siswa", tutur Ali.

Sumber : http://www.kompas.com

Published in Warta Pendidikan

Salatiga - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, pelatihan untuk instruktur nasional kurikulum 2013 akan dilakukan pada minggu ke-2 Juni hingga awal Juli. Instruktur nasional tersebut setelah dilatih selama satu minggu akan melatih guru inti.

 

“Mulai 10 Juni kita sudah mulai pelatihan instruktur nasional. Kenapa lakukan di waktu tersebut? Karena prei (libur),” kata Mendikbud usai meletakkan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (29/5).

 

Pelatihan terhadap guru-guru pelaksana kurikulum 2013 akan dilakukan secara bertahap. Guru inti yang telah dilatih oleh instruktur nasional selama satu minggu, nantinya akan melatih guru-guru di sekolah sasaran di minggu berikutnya. Tidak hanya guru, Kepala Sekolah dan pengawas juga akan dilatih. “Ini tidak kesusu (tergesa-gesa), memang sudah disiapkan. Jadi pelatihan ini hanya pintu masuk,” ujarnya.

 

Setelah jalani pelatihan, guru-guru pelaksana kurikulum 2013 tetap mendapat pendampingan selama mengajar satu semester. Saat ditanya apakah waktu pelatihan yang hanya satu minggu cukup sebagai modal guru menjalankan kurikulum 2013, Mendikbud yakin waktu tersebut cukup. “Kalau ditanya cukup atau tidak, KTSP ga pake pelatihan saja bisa jalan,” katanya.

Mantan rektor ITS ini yakin para guru dapat dilatih dalam waktu singkat. Karena pada dasarnya guru-guru tersebut sudah biasa mengajar. “Mereka kan biasa ngajar, di pelatihan ini mereka diberi pengarahan tentang perubahan cara mengajar saja,” tandasnya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Sambas - Pemkab Sambas melalui Program Pendidikan Menengah Universal (PMU), berharap anak-anak tamatan SMP mampu melanjutkan ke tingkat SLTA sehingga jenjang pendidikan SLTA di Kabupaten Sambas semakin meningkat.

 
"Kita harapan melalui Pendidikan Menengah Universal, maka 100 persen anak-anak tamatan SMP bisa sampai ke jenjang SLTA apakah itu SMA, MA maupun SMK," ujar Juliarti Djuhardi Alwi, di tengah acara Pencangan Bulan Bhakti Gotong Royong, Senin (27/5/2013).
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Jusmadi menjelaskan  pendidikan menengah universal hampir mirip dengan wajib belajar pada SMP, namun jenjang setingkat SLTA. 
 
"Kebijakan ini merupakan representasi dari kebijakan pusat dan daerah mengikutinya, karena belum ada peraturan khusus seperti wajib belajar sembilan tahun, maka dinamakan pendidikan menengah universal," katanya.
 
"Kalau boleh ditegaskan ini seperti rintisan wajib belajar, dan untuk pendanaannya saat inipun sudah ada Dana Alokasi Khusus untuk SMA, sehingga ke depannya diharapkan ada dana BOS bagi SLTA secara penuh," ujarnya.
 
Ia mengatakan pada tahun ini sudah mulai sosialisasi dan sambil menerapkan. "Mudah-mudahan ke depannya sudah mulai diterapkan secara penuh," katanya.
 
 
Sumber : http://www.tribunnews.com
Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) Sulistyo meminta sebagian alokasi anggaran pendidikan dalam APBN-P dapat digunakan untuk mensubsidi penghasilan guru honorer. Karena dari catatan PGRI, banyak guru non PNS yang menerima gaji tak wajar.

"Dalam APBN Perubahan 2013, PGRI berharap anggaran bidang pendidikan diberikan untuk mensubsidi penghasilan guru non PNS, karena guru honorer/swasta banyak yang peroleh penghasilan sangat tidak wajar," kata Sulistyo.

Sulistyo mengatakan, ketidaklayakan penghasilan guru non PNS ini sudah seringkali disampaikan PGRI kepada pemerintah. Namun sampai saat ini kementerian pendidikan dan kebudayaan belum memberikan respon positif.

"Ini pelecehan, karena ada guru dapat penghasilan Rp 200 ribu, guru TK dapat Rp 80 ribu, Rp 100 ribu. Kalau alasannya guru honor diangkat tidak sesuai aturan, salahnya tidak buat aturan. Kenapa banyak terima honorer karena memang sekolah kekurangan guru," ujarnya.

Apabila Kemdikbud mau jujur, tegas Sulistyo, masih ada di satu sekolah yang guru PNS-nya hanya satu orang, selebihnya merupakan honorer. Karena itu PB PGRI meminta penghasilan guru honorer ini bisa masuk dalam APBN-P 2013 yang berdasarkan informasi harus dituntaskan pembahasannya Juli mendatang.

"Kalau masuk APBNP, maka bisa dibayar per Januari 2014 walaupun dirapel. Minimal Rp 500 ribu saja untuk satu orang guru, dikali 1 juta guru, anggarannya hanya Rp 6 triliun. Mengapa hanya, karena anggaran pendidikan itu besar. Kenapa 1 juta guru, karena kementerian gak punya data. Yang tahu data guru di Indoensia hanya malaikat saja," tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar dana pendidikan di APBN-P mestinya digunakan untuk peningkatan mutu guru. Sehingga pemerintah tidak hanya teriak-teriak soal meningkatkan mutu guru, tapi pelatihan guru tidak dijalankan. Kalaupun pemerintah menjanjikan pelatihan guru untuk kurikulum 2013, Sulistyo menilai itu hanya akal-akalan saja.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Sesuai jadwal yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pelatihan guru sasaran sebanyak 55.762 orang akan dilaksanakan selama lima hari yaitu dari tanggal 8-13 Juli. Sebagaimana diketahui setelah DPR Setujui Kurikulum Baru Dimulai Tanggal 15 Juli 2013, maka Kemdikbud langsung bergerak cepat untuk melaksanakan program-program terkait Implementasi Kurukulum 2013.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa pelatihan guru ini tidak berhenti di sini saja melainkan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kemudian akan dilakukan pendampingan saat mulai implementasi sehingga dapat dipantau.

"Kami akan terus mendampingi dan ada proses evaluasi yang akan dilakukan juga," kata Nuh di Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Berdasarkan jadwal dari Kemdikbud, mulai tanggal 4-8 Juni para instruktur nasional akan dilatih. Kemudian dilanjutkan oleh pelatihan bagi guru inti pada 11-22 Juni. Selanjutnya, pelatihan guru sasaran pada 8-13 Juli dan implementasi pada 15 Juli.

"Semuanya sudah disiapkan. Sekarang kalau dibandingkan dengan KTSP, apa ada persiapan guru," ujar Nuh.

 

Sumber : http://www.kompas.com

Published in Penjaminan Mutu