Bandung - Sejak pukul 07.30 WIB, 198 siswa peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD/MI mulai mengerjakan ujian tertulis pertama. Selama ujian berlangsung siswa diawasi oleh para juri, sedang pembina dan orang tua diperkenankan menunggu di luar ruang ujian. Ujian berlangsung selama 90 menit untuk setiap sesinya. Setelah istirahat 30 menit, para peserta harus mengerjakan soal ujian tertulis kedua hingga pukul 11.00 WIB.

Selama 30 menit istirahat para peserta dikeluarkan dari ruang ujian, untuk sekedar bercengkrama dengan teman-temannya dan membahas beberapa soal yang baru saja mereka kerjakan. Wajah ceria masih terlihat di wajah mereka meski satu jam kompetisi pertama telah dilewati.

Setelah istirahat di luar ruangan, mereka dibawa masuk ke ruang ujian untuk menikmati kudapan sementara bersiap melanjutkan ke tes tertulis kedua. Peserta OSN bidang matematika dapat giliran istirahat pertama kali. Setelah mereka bergerak memasuki ruang ujian kembali, peserta OSN IPA baru mulai keluar ruangan.

Siswa mengerjakan 30 soal pilihan ganda dan 20 soal isian. Alifka Fajri Utama dan Aiken Jethro, 2 siswa dari Sumatera Barat mengaku mereka bisa mengerjakan soal-soal tersebut. "Hanya satu (soal) yang tidak terisi," katanya Alif.

Sebelum mengerjakan soal, semua peserta diajak untuk olahraga ringan di bangku masing-masing. Tujuannya untuk merilekskan badan mereka sebelum mengerjakan soal. Setelah itu peserta diajak untuk memeriksa lembar soal dan lembar jawaban dipandu oleh juri di depan ruangan. Juri yang lain berjalan di selah-selah bangku siswa untuk memastikan siswa mengerti instruksi yang disampaikan juri di depan.

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Saturday, 08 June 2013 10:53

Een Sukaesih Memberikan Kuliah Umum di UPI

Bandung - Guru luar biasa peraih sejumlah Award Ibu Een Sukaesih kembali ke almamaternya, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia didaulat memberikan kuliah umum di kampus yang dulu bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung tersebut.

Sambil berbaring, perempuan yang lumpuh karena rheumatoid arthritis sejak 28 tahun itu memulai dengan mengisahkan masa mudanya. Setamat SMP, ia melanjutkan sekolah ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Sumedang dan kemudian melanjutkan ke IKIP Bandung mengambil jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan.

"Tetapi, itu yang harus kita sikapi. Yang terpenting, kita mempunyai semangat untuk meraih yang terbaik agar bisa melewati saat-saat sulit yang kita alami," kata Een di Bandung, Jumat (7/6/2013).

Rheumatoid arthritis telah menyerangnya sejak Een masih di bangku kuliah. "Sakit adalah suatu penderitaan yang teramat sangat yang saya rasakan...diagnosa dokter menyatakan tidak ada obat yang dapat menyembuhkan. Sebenarnya, ketika itu pun hidup saya sudah terasa hancur. Mimpi saya sirna," ujar Een di hadapan sekitar 300 hadirin.

Namun, Een memiliki keyakinan hanya Tuhan yang menentukan segalanya. Karena itu, ia terus melanjutkan kuliah meski dengan menanggung sakit yang sangat.

"Dengan kehendak yang Maha Kuasa, Alhamdulillah, saya tamat dan selesai sampai wisuda," ujar Een. Kemudian, ia mendapat penugasan di SMK Sindang Laut cirebon.

Takdir menggariskan lain. "Ternyata saya harus pulang, karena kondisi penyakit saya semakin parah. Sejak itulah, saya tidak bisa berjalan lagi sampai sekarang," papar Een.

Sudah 28 tahun Een berada dalam kondisi lumpuh total. Selama itu pula, Een membaktikan hidupnya untuk mendidik anak-anak dalam sebuah kamar berukuran 2x3 meter di kampungnya di Sumedang, Jawa Barat.

Berbagai penghargaan di bidang pendidikan yang telah disandang Een. Misalnya, pengahargaan Peraih PR Award 2013 dari Pikiran Rakyat, Teacher Award 2012 dari Komunitas Guru Jawa Barat sebagai 'Guru Sejati', Kartini Award 2012 sebagai perempuan Indonesia terinspiratif bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Kemudian penghargaan dari Kabupaten Sumedang sebagai tokoh masyarakat di bidang pendidikan 2013, penghargaan Universitas Pendidikan Indonesia kategori Pelopor dan Unggul. Lalu penghargaan dari Bank Mandiri Syariah BSM Edu Award, penghargaan Sumedang Motekar, Dompet Duafa Award bidang pemberdayaan pendidikan, dan Liputan 6 Special Award 2013.

 

Sumber : http://news.liputan6.com

Published in Potret Pendidikan

Pontianak - Pada Hari kelima pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2013, terdapat beberapak kejadian menarik. Seperti yang terjadi di TUKG SMPN 1 Bengkayang, di tengah pelaksanaan Uji Kompetensi Guru terjadi Korseleting Listrik, dimana terdapat kabel yang terbakar karena kelebihan beban. Untung dengan sigap teknisi di TUKG tersebut dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dan Uji Kompetensi dapat dilanjutkan kembali sampai dengan selesai.

 

Setelah Istirahat Siang, terjadi masalah koneksi ke server Pusat sehingga server TUKG tidak dapat terhubung ke Server Pusat. Ternyata setelah menerima konfirmasi dari Tim UKG Kemdikbud di Jakarta, diketahui terjadi kerusakan pada server yang di hosting di Pustekkom Kemdikbud, Pondok Cabe.  Menjelang sore koneksi stabil kembali, sehingga Ujian dapat dilanjutkan sampai dengan selesai.

 

Sementara itu bagi Kabupaten Kubu Raya, hari ini adalah pelaksanaan hari terakhir Uji Kompetensi Guru Tahun 2013, sedangkan beberapa kabupaten lainnya terus melanjutkan sampai dengan tanggal 11 Juni 2013.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Dihari ke empat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2013, TUKG di kunjungi Tim monitoring dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, yang melakukan pemantauan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013.

 

Pemadaman Listrik masih menjadi kendala pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru di sejumlah TUKG. Penundaan Jadwal harus terjadi dikarenakan hal tersebut, sehingga beberapa TUKG terpaksa melaksanakan Ujian sampai dengan Sore hari.

 


Peserta yang gagal Upload masih menjadi masalah pada beberapa TUKG, koneksi internet lokal yang tidak stabil dan lalulintas data yang menuju server Pusat TUKG di Jakarta yang terlalu tinggi menyebabkan hal ini terjadi. Dampaknya guru-guru yang gagal upload hasil testnya harus mengikuti Ujian Ulang di hari berikutnya atau sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati.

 


Namun kendala-kendala tersebut tidak menjadi ganguan yang berarti, karena secara keseluruhan Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru hari ke-4 di Provinsi Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik.

 

Masih terdapat peserta yang berhalangan hadir dengan berbagai alasan, tetapi selain itu terdapat juga peserta tambahan yang merupakan peserta yang tidak dapat ikut pada pelaksanaan pada hari sebelumnya maupun peserta yang gagal upload pada hari sebelumnya.

Published in Penjaminan Mutu

Bandung - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, mengatakan, pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD/MI 2013 akan menjadi wakil Indonesia di olimpiade sains internasional. Hal tersebut disampaikan Wamendik saat memberi sambutan pada acara pembukaan OSN 2013 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/6).

 “Juara OSN SD/MI 2013 akan mengikuti olimpiade internasional tahun ini,” katanya. Untuk itu, Musliar mengajak semua peserta untuk bersemangat dan menjadikan OSN sebagai ajang mengembangkan potensi diri agar dapat bersaing dengan siswa dari negara lainnya.

Selain kepada siswa, mantan rektor Universitas Andalas (Unand) ini meminta kepada tim juri untuk  memberi penilaian yang adil. “Jangan pilih kasih, karena pemenang ini akan menjadi wakil kita di ajang internasional,” tuturnya.

Direktur Pembinaan SD Ibrahim Bafadhal membenarkan ucapan Wamendik tentang pemenang OSN akan menjadi wakil Indonesia di kancah olimpiade sains internasional. “Seperti dikatakan Wamen, yang unggul-unggul itu akan dikirim ke level internasional,” ungkapnya.

Ibrahim menambahkan, dalam rangka mempersiapkan peserta OSN ini secara komperehensif secara pengetahuan, sikap, dan karakter sosialnya, para peserta akan diberi pembinaan karakter di malam hari setelah lomba berlangsung. Hal tersebut dilakukan atas penelitian yang menyebutkan bahwa orang-orang sukses di masa depannya merupakan orang yang memiliki kemampuan yang komprehensif. “Beberapa research di dunia menunjukkan orang yang sukses berkarir dalam bidangnya masing-masing sangat ditopang dengan keberadaan softskill mereka,” katanya.

Sumber : http://kemdikbud.go.id

 

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Setelah tiga hari pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2013, Pemadaman Listrik kembali menjadi kendala pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru di sejumlah TUKG. Penundaan Jadwal harus terjadi dikarenakan hal tersebut, sehingga beberapa UKG terpaksa melaksanakan Ujian sampai dengan Sore hari.

 


Terdapat beberapa peserta yang gagal Upload masih menjadi masalah pada beberapa TUKG, koneksi ke server pusat yang tidak stabil dan lalulintas data yang menuju server Pusat TUKG di Jakarta yang terlalu tinggi menyebabkan hal ini terjadi. Dampaknya guru-guru yang gagal upload hasil testnya harus mengikuti Ujian Ulang di hari berikutnya atau sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati.

 


Namun kendala-kendala tersebut tidak menjadi ganguan yang berarti, karena secara keseluruhan Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru hari ke-3 di Provinsi Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik.

 

Selain itu terdapat juga peserta tambahan yang merupakan peserta yang tidak dapat ikut pada pelaksanaan pada hari sebelumnya maupun peserta yang gagal upload pada hari sebelumnya.

Published in Penjaminan Mutu

SEPIK adalah Sistem Elektronik Pementauan Implementasi Kurikulum. Sistem ini dikelola oleh Unit Implementasi Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fungsi utama SEPIK adalah :

  1. Menampilkan Informasi untuk Publik secara detil mengenai 6.325 Sekolah Sasaran, 74.289 PTK Sasaran, Jadwal dan Lokasi Pelatihan di 6 Region dan 31 LPMP.
  2. Memantau Status Distribusi Paket Buku ke LPMP dan sekolah sasaran Kurikulum 2013 sebagai e-livereport.
  3. Memantau Status Keterlaksanaan Pelatihan Instruktur Nasional, PTK Inti dan PTK Sasaran di LPMP sebagai e-livereport.

SEPIK dioperasikan oleh 7 Kelompok Operator sebagaimana gambar disamping.

SEPIK berada di server fasilitas awan (Clouds) Jardiknas Pustekkom dengan nama sub-domain kurikulum.kemdikbud.go.id. SEPIK dapat diakses oleh kelompok operator dengan tingkat dan hak akses (Privilage) yang telah diatur oleh Administrator.

Sumber : http://kurikulum.kemdikbud.go.id

Published in Teknologi Pendidikan

Jakarta - Pemerintah mulai menerapkan implementasi Kurikulum 2013 mulai Tahun Pelajaran 2013/2014 pada 15 Juli mendatang. Masyarakat yang ingin memantau implementasi pelaksanaan kurikulum dapat mengaksesnya secara online melalui laman kurikulum.kemdikbud.go.id.

 

“Informasi mengenai perkembangan kurikulum bisa dilihat di Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Kemdikbud, Jakarta, Rabu, (5/6/2013).

 

Musliar menyampaikan, untuk pengadan tender buku Kurikulum 2013 telah selesai dilaksanakan dan pemenangnya sudah diumumkan. “Insya Allah kalau DIPA sudah disetujui atau keluar dari Kemkeu akan segera dilakukan kontrak dengan pemenang tender,” katanya.

 

Musliar menyebutkan, sasaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak 6.325 sekolah untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di 295 kabupaten/kota di 33 provinsi. Dia menyebutkan, anggaran implementasi Kurikulum 2013 sebanyak Rp 829 miliar. Adapun kriteria sekolah sasaran, kata dia, adalah kesiapan sekolah, yang ditandai dengan akreditasinya dan sekolah eks RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). “Diutamakan sekolah akreditasi A, tetapi untuk menjangkau dan proporsional diambil akreditasi B,” katanya.

 

Menurut Musliar, pelatihan guru dilakukan secara bertingkat mulai dari melatih instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran. Pelatihan untuk guru sasaran, kata dia, akan dilakukan saat liburan sekolah supaya tidak mengganggu aktivitas sekolah. “Untuk instruktur nasional dilakukan 24 Juni," katanya.

 

Adapun PTK sasaran yang dilatih total sebanyak 74.289 orang meliputi instruktur nasional sebanyak 572, guru inti 4.740, pengawas inti 565, dan guru sasaran 55.762. Kemudian untuk pengawas sasaran 6.325 dan kepala sekolah sasaran 6.325.

 

Ketua Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi menyampaikan, SEPIK diluncurkan untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi kurikulum yang meliputi distribusi buku, pelaksanaan pelatihan dari instruktur nasional, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru inti hingga guru sasaran. “SEPIK menyediakan fitur-fitur yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) untuk mengakses lebih jauh pelaksanaan pelatihan,” katanya.

 

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas menyampaikan, implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan terbatas dan bukan piloting. Dia menyebutkan, pada jenjang SD diterapkan di sebanyak 2.598 sekolah untuk kelas 1 dan 4, sedangkan pada jenjang SMP 1.436 sekolah untuk kelas 7. Sementara pada jenjang SMA di 1.270 sekolah dan SMK di 1.021 sekolah untuk kelas 10.

Pada tahun depan, selain diterapkan pada kelas 1,4,7, dan 10 juga ditambah kelas 2,5,8, dan 11. “Tahun ketiga terimplementasi di semua jenjang,” katanya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Buku teks pelajaran jenjang sekolah dasar (SD) Kurikulum 2013 akan berlaku untuk sekali pakai. Pada tahun berikutnya, pemerintah akan mencetak buku baru. Pencetakan buku ini akan dilakukan setiap tahun.

“Buku akan dicetak tiap tahun karena buku untuk SD tidak bisa digunakan untuk (peserta didik) berikutnya karena dicoret-coret,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Ramon mengatakan, evaluasi peserta didik dilakukan dengan menilai portofolio. Pengukuran, kata dia, dilakukan secara otentik atas apa yang mereka lakukan dan dinilai secara kualitatif. “Semua aktivitas mereka dikumpulkan oleh guru dan bisa dilihat prosesnya dengan tugas yang diberikan,” katanya.

Ramon menyampaikan, pemerintah akan mencetak buku dan dibagikan kepada sebanyak jumlah peserta didik dan diberikan secara gratis. “Orang tua tidak akan dibebani. Dicetak gratis,” katanya.

Ramon mengatakan, untuk jenjang SD  kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Dia menyebutkan, untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, kata dia, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.

“Seharusnya untuk satu tahun kelas 1 ada 8 tema dan kelas 4 ada 9 tema.  Tapi sekarang yang dikembangkan baru 4 buku pertama saja. Buku semestar kedua dikembangkan setelah ini selesai semua dan akan digunakan Januari tahun depan,” kata Ramon.

Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Pemadaman Listrik kembali menjadi kendala pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru hari ke-2, sejumlah TUKG di Kabupaten Bengkayang terpaksa menjadwal ulang pelaksanaan UKG. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Kayong Utara, pemadaman listrik membuat pelaksanaan UKG tidak sesuai jadwal.

 


Gagal Upload menjadi masalah pada beberapa TUKG, koneksi ke server pusat yang tidak stabil dan lalulintas data yang menuju server Pusat TUKG di Jakarta yang terlalu tinggi menyebabkan hal ini terjadi. Dampaknya guru-guru yang gagal upload hasil testnya harus mengikuti Ujian Ulang di hari berikutnya atau sesuai dengan jadwal yang telah di sepakati.

 


Namun kendala-kendala tersebut tidak menjadi ganguan yang berarti, karena secara keseluruhan Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru hari ke-2 di Provinsi Kalimantan Barat dapat berjalan dengan baik.

 

Berdasarkan data yang masuk ke pusat pengendalian Uji Kompetensi Guru Tahun 2013 Provinsi Kalimantan Barat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, sampai dengan ditutupnya pelaksanaan sore ini sudah tercatat  5.004 orang guru dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti Uji Kompetensi Guru Tahun 2013, atau 26% dari jumlah keseluruhan.

Published in Penjaminan Mutu