Tuesday, 12 November 2013 13:20

Pembiayaan Kurikulum 2013 melalui Tiga Sumber

Jakarta - Mulai semester pertama Juli tahun depan, pembiayaan Kurikulum 2013 akan didanai melalui tiga sumber, yakni Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pusat, bantuan operasional sekolah (BOS), dan dana alokasi khusus (DAK). Pos-pos anggaran itu akan difokuskan untuk penggandaan buku dan pelatihan guru.

 

 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, kementerian akan mengeluarkan surat edaran terkait pembiayaan Kurikulum 2013. Ke depan, kata dia, pelaksanaan pembiayaan Kurikulum 2013 tidak hanya dari DIPA pusat seperti saat ini. "Semester satu tahun depan bulan Juli digunakan dana BOS, sedangkan dana DAK digunakan untuk semester dua mulai Januari,"  katanya di Kemdikbud, Jakarta, Senin (11/11/2013).

 

 

 

Musliar mengatakan, untuk penggandaan buku akan menggunakan dana BOS dan sebagian dari DAK. "Kalau BOS kurang akan ditransfer dari pusat dari DIPA untuk tambahan BOS Buku," katanya.

 

 

 

Musliar menyebutkan, dana BOS SD dan SMP sebanyak Rp 580 ribu dan Rp 710 ribu, jika digunakan untuk membeli buku mencapai Rp 70 ribu, sedangkan BOS SMA cukup besar yaitu Rp 1 juta. "Kita transfer lebih kurang Rp 800 miliar untuk beli buku khusus buku SD dan SMP, yang bosnya kecil, tetapi kalau SMA kan BOS-nya besar," ujarnya.

 

 

 

Sementara, lanjut Musliar, untuk pelatihan guru, sebagian besar akan menggunakan dana dari DIPA pusat. Namun, kata dia, daerah juga diharapkan berpartisipasi. Dia mencontohkan, di Provinsi Jawa Timur biaya pelatihan guru 50 persen ditanggung pemerintah pusat, 30 persen pemerintah provinvsi, dan 20 persen ditanggung pemerintah kabupaten atau kota. 

 

 

 

"Banyak daerah-daerah di tahun ini saja melaksanakan sendiri tanpa diminta, tapi dalam edaran ini betul-betul kita minta dan kita arahkan bahwa buku diadakan melalui tiga sumber tadi," katanya. 

 

 

Musliar menambahkan, saat ini sebagian kabupaten kota telah menerapkan Kurikulum 2013 secara mandiri dari segi biaya pelatihan guru maupun pengadaan buku. "Semuanya hampir 800 sekolah menerapkan mandiri," katanya.

 

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Sunday, 10 November 2013 21:52

Seminar Nasional Pendidikan Sains 2013

Surabaya - Seiring pemberlakukan Kurikulum 2013 dan sebagai wadah untuk memfasilitasi pertukaran informasi berkaitan dengan hasil penelitian khususnya dalam bidang MIPA dan pendidikan sains bagi para pengembang kebijakan, praktisi, dosen, guru dan pemerhati pendidikan maka Program Studi pendidikan Sains Program Pascasarjana UNS menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Sains dan Budaya Penelitian Sains Menuju Indonesia Maju" pada hari Sabtu 9 November 20013 bertempat di Aula Gedung F FKIP UNS.
Sebagai Pembicara dalam seminar kali ini adalah beliau

1. Dr. Sumiyati, M.Pd (Pusat Kurikulum Kemdikbud RI)
2. Dr. Wahono Widodo, M.Si (Pakar Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya)
3. Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si. (Guru Besar sekaligus Pembantu Dekan I FKIP UNS)

Dalam seminar yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan ini dipaparkan mengenai
1. Profesionalisme Guru/Dosen Sains.
2. Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sains untuk membangun kemampuan berfikir kritis dan kreatif .
3. Penelitian dan kajian konseptual mengenai pembelajaran Sains terkait implementasi kurikulum 2013.
4. Penelitian dan kajian konseptual mengenai ilmu murni rumpun MIPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) dan lingkungan

Published in Warta Video
Thursday, 31 October 2013 07:35

BUMN Bantu Pembangunan Sekolah di Kalbar

Ketapang - Sembilan sekolah yang mendapat bantuan dari BUMN Peduli Pendidikan di tiga kabupaten dilakukan peresmiannya di SMAN 4 Ketapang. Hadir dalam peresmian staf ahli BUMN dan direksi BUMN yang terlibat serta Kapolres Ketapang dan Dandim 1203 Ketapang.

Direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara (PGN), M Rizal Pahlevi menuturkan bantuan yang disalurkan ada dalam bentuk renovasi dan pembangunan kelas. Bantuan disebar bagi sembilan sekolah yang terdapat di tiga kabupaten di Kalbar, yakni Ketapang, Sanggau dan Bengkayang.

 

"Juga diberikan bantuan notebook dengan lCD proyektor, untuk menunjang kebutuhan proses belajar mengajarnya," tutur Rizal, yang bertugas sebagai koordinator keuangan program BUMN Peduli Pendidikan.

 

Ia mengharapkan bantuan yang telah diberikan dapat diakomodir dan difungsikan sebagaimana mestinya.

 

Di Ketapang sendiri ada tiga sekolah yang mendapatkan bantuan dari program BUMN Peduli Pendidikan 2012 ini. Di antaranya SDN 3 Mulia Baru, SMPN 1 Ketapang, dan SMAN 4 Ketapang. Untuk SMAN 4, mendapatkan bantuan berupa pembangunan tiga lokal ruang belajar.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Warta Pendidikan
Thursday, 31 October 2013 07:21

Unas 2014 Digelar setelah Pemilu

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mematangkan jadwal pelaksanaan Unas 2014. Mereka memastikan pelaksanaan unas (ujian nasional) tahun depan dilaksanakan setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2014. Ancar-ancarnya pada pekan keempat April 2014, yakni sekitar Senin, 21 April 2014.

 

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Hendarman menuturkan, jadwal pasti tanggal pelaksanaan unas hingga kemarin belum ditetapkan. "Kami di balitbang terus ber­koordinasi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)," kata Hendarman dalam penutupan lomba esai Sosial Budaya 2013 di Jakarta, Senin (28/10).

 

Hendarman membenarkan bahwa penetapan jadwal unas harus memperhatikan agenda pemilu. Sebab, saat pemilu, konsentrasi polisi dan masyarakat fokus pada pemilihan akbar itu. Di sisi lain, pelaksanaan unas selama ini juga memerlukan perhatian dari aparat kepolisian dan unsur-unsur lainnya.

 

Pada 2013 unas berlangsung pada pekan kedua April. Kemendikbud tidak mau mengambil risiko bentrok dengan pemilu sehingga menggeser pelaksanaan unas pada April pekan keempat. "Secara prinsip, tidak ada perubahan signifikan, kan masih sama-sama April," kata dia.

 

Menggeser pelaksanaan unas dua pekan akan disikapi dengan urusan pemindaian sehingga tidak mengganggu kegiatan lain seperti penerimaan calon mahasiswa baru.

 

Hendarman mengatakan, saat ini tim di balitbang bersama BSNP terus mempersiapkan pelaksanaan teknis unas. Di antaranya adalah penyiapan butir-butir soal ujian.

 

Selain itu, dia menuturkan, saat ini tim sedang menyiapkan draf peraturan menteri (permen) tentang unas. "Setiap penyelenggaraan unas harus didasari permen dan di bawahnya ada SOP (standard operating procedure, Red)," katanya.

 

Dalam permen itu nanti ditetapkan tanggal pelaksanaan unas hingga urusan percetakan naskah ujian. Juga, ketentuan pengawasan, distribusi naskah, dan lain-lainnya.

 

Hendarman memperkirakan, pada November atau paling lambat Desember Kemendikbud menerbitkan permen tentang unas komplet dengan SOP-nya. Dengan demikian, awal tahun depan panitia unas bisa langsung bergerak. Apalagi, mengenai anggaran Unas 2014, sudah tidak ada permasalahan. Kemendikbud bersama DPR sudah menyepakati anggaran unas tahun depan sekitar Rp 600 miliar.

Para guru dan siswa yang akan menghadapi ujian diminta mulai mempersiapkan diri. Upaya yang bisa dikebut saat ini adalah menuntaskan materi-materi pelajaran. Selanjutanya, berlatih mengerjakan simulasi soal unas.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

Published in Warta Pendidikan
Wednesday, 30 October 2013 09:08

ALCom (APEC Learning Community)

Pontianak - ALCom (APEC Learning Community) Merupakan komunitas pemerhati pendidikan (educational stakeholders) di wilayah APEC yang memperhatikan pengembangan SDM dan peningkatan kemampuan untuk menghasikan keterampilan, yang dilakukan melalui saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, baik secara online maupun offline.

 

Sejarah ALCoB berawal dari inisiatif Korea Selatan pada tahun 2000 yang peduli karena adanya kesenjangan digital (digital divide) di bidang pendidikan antara negara maju dan sedang berkembang di wilayah Asia Pasifik. Selain itu, adanya tuntutan masyarakat bahwa pengetahuan merupakan dasar bagi kemakmuran dan kesejahteraan serta perlunya berbagi kemakmuran di wilayah APEC dengan dasar saling pengertian dan kerja sama.

Dasar dibentuknya ALCom sebagai Learning Community di Lingkup APEC adalah :

 

  1. Adanya gap pengetahuan di antara negara anggota APEC, sehingga menjadi hambatan untuk berbagi kemakmuran bagi negara-negara di wilayah APEC.
  2. Tuntutan masyarakat yang berbasis pengetahuan. Pengetahuan merupakan dasar kemakmuran dan kesejahteraan.
  3. Perlunya berbagi kemakmuran di wilayah APEC, dengan dasar saling pengertian dan kerjasama.

Atas dasar cita-cita tersebut, beberapa pemerhati pendidikan di wilayah APEC melahirkan APEC Learning Community (ALCom) dengan tujuan :

  • Mewujudkan visi, cita-cita dan harapan APEC
  • Membangun saling pengertian terhadap perbedaan & budaya
  • Mengakumulasikan kapasitas pengetahuan dan belajar melalui kerjasama
  • Memperhatikan dan membantu memecahkan permasalahan-permasalahan global
  • Memberikan kontribusi kepada perdamaian & kemakmuran bagi APEC sebagai anggota warga dunia melalui berbagai aktivitas di bidang pendidikan & dilakukan secara sukarela.


ALCom merupakan penggabunggan dua proyek Korea Selatan yaitu; APEC Cyber Education Network (ACEN) yang menjadi payung ALCoB dan ACEN Webzine and International Internet Volunteer (IIV). Proyek ini berlangsung pada tahun 2001 hingga 2002 dengan proyek perintis di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Dalam perkembangannnya ACEN dirasa kurang efektif, maka muncullah APEC Learning Community Builders (ALCoB) yang mulai disosialisasikan oleh Korea Selatan pada tahun 2003 di empat negara tersebut di atas. Hingga saat ini ALCoB telah berkembang di sepuluh negara di wilayah APEC yaitu Brunei Darussalam, Cina, Malaysia, Mexico, Peru, Filipina, Republik Sakha, Chile, dan Thailand. Di antara beberapa negara tersebut, Indonesia  menjadi contoh bagi negara lainnya, karena dari awal disosialisasikannya ALCoB di Indonesia, melalui Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  terus dikembangkan setiap tahun ke beberapa propinsi di Indonesia. Hingga tahun 2001 ALCoB telah berkembang di 26 Propinsi, dan pada tahun 2012 akan dikembangkan di empat propinsi yaitu Gorontalo, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2013 diharapkan ALCoB dapat dikembangkan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, sehingga ALCoB sudah tersosialisasikan di seluruh propinsi di Indonesia.

Published in Teknologi Pendidikan
Wednesday, 30 October 2013 08:49

Pelatihan Pembuatan Website Sekolah

Kendari - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan pelatihan pembuatan website sekolah menggunakan content management system (CMS) Balitbang Kemdikbud. Pelatihan tersebut berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2013, di Kendari, Sulawesi Tenggara.

 

Disampaikan ketua panitia, Oky Adrian, kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi dan kolaborasi antara model website sekolah menggunakan CMS Balitbang, Rumah Belajar, dan sekaligus APEC Learning Community Builders (ALCoB). “Ketiga aplikasi tersebut, bermuara pada percepatan dan peningkatan layanan terhadap peserta didik, tenaga kependidikan, satuan pendidikan melalui pemanfaatan TIK,” katanya saat pembukaan pelatihan tersebut di Kendari, Senin (28/10).

 

Peserta kegiatan pelatihan ini berjumlah 25 orang. Mereka merupakan guru dan/atau administrator pendidikan dari berbagai bidang studi dan atau pengelola website sekolah, dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, dan Administrator Pendidikan yang telah diseleksi secara online melalui website www.kajianwebsite.org mulai dari Agustus sampai dengan September 2013.

 

25 guru ini selama empat hari ke depan akan dilatih oleh empat instruktur yang telah berpengalaman dalam penggunaaan CMS Balitbang. Seluruh peserta berasal dari sekolah se Provinsi Sulawesi Tenggara. Tergabungnya  sejumlah 25 orang guru dan/atau administrator pendidikan menjadi anggota ALCoB, selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan jaringannya kepada sekolah atau guru lainnya, baik di lingkup sekolah masing-masing maupun dalam forum yang lebih luas, baik secara online maupun offline.

 

Model CMS Balitbang Kemdikbud dikembangkan sejak tahun 2008. Model ini telah di-launching oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, pada puncak acara peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2010. Model tersebut dirancang untuk mengembangkan  dan mempublikasikan manajemen sekolah dan pembelajaran berbasis web dengan metode yang sangat mudah dan memiliki keunggulan dari CMS sejenis.

 

Kemudahan dalam pembuatan website sekolah dengan model ini adalah tanpa perlu penguasaan bahasa pemrograman web beserta databasenya seperti HTML, PHP, MySQL ataupun aplikasi publikasi web lainnya yang rumit.

Karena kemudahan dan keunggulan model CMS Balitbang, hingga November 2012 telah dipergunakan oleh 2.744 lembaga. Agar Model Website Sekolah yang telah dihasilkan dapat diketahui dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh sekolah, oleh karenanya kegiatan pelatihan ini perlu dilakukan, salah satu caranya, yaitu melalui APEC Learning Community Builders (ALCoB) yang telah dikembangkan di Indonesia sejak 2003, di mana  hingga 2012 telah tersebar di 30 provinsi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Penjaminan Mutu
Thursday, 24 October 2013 07:53

Indonesia Digital School

Pontianak - IndiSchool adalah kependekan dari Indonesia Digital School, program TELKOM Indonesia untuk Indonesia cerdas, yang dilakukan dengan pemberian internet wifi gratis.

Untuk mengakses konten edukasi bagi komunitas pendidikan di zona edukasi, Layanan IndiSchool merupakan layanan akses internet wifi di lokasi zona edukasi sebagai bagian dari layanan Indonesia wifi atau dikenal @wifi.id

Program myindischool.com ini disesuaikan untuk mendapatkan akses Internet cepat dan murah. Khusus anak sekolah dan guru, Telkom menyediakan voucher harian dan bulan dengan harga mulai dari 1.000 rupiah.

Lewat akses internet cepat, pengajaran jarak jauh bisa berjalan efektif dan interaktif. Telkom berupaya memperluas pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghasilkan kegiatan pendidikan berkualitas.

Pada tahap awal, Telkom memberi akses internet dengan kecepatan 1 Mbps untuk digunakan guru dan murid mengakses konten edukasi seperti Portal Rumah Belajar atau TV Edukasi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Layanan ini dapat juga dilengkapi dengan adanya Welcome Page Sekolah yang content di dalamnya dapat disesuaikan di setiap sekolah.

Published in Warta Video

Merauke - Yohannes atau biasa disapa Annes merupakan salah seorang murid di SMP 11 Merauke, Sota. Tempatnya bersekolah, Sota adalah sebuah distrik di kabupaten Merauke yang terletak persis di perbatasan negara. Masyarakat Merauke biasa menyebutnya daerah perbatasan Papua – PNG. Mungkin untuk memudahkan komunikasi karena di wilayah tersebut dua negara berbeda sama-sama menggunakan kata Papua.

Seperti kebanyakan pelajar di negeri ini, setiap hari Annes disibukkan dengan kegiatan belajarnya di kelas dan ekstrakurikuler. Demikian pula teman-temannya yaitu Moses, Petrus, Realino, Margareth, Elisabeth dan Indah. Setiap kali tiba waktunya ekstrakurikuler komputer, kegembiraan mereka tak dapat ditutup-tutupi.

Meski kondisi ruang komputer sekolah sangat sederhana, hanya terdiri dari 20 meja kursi kayu dan 5 laptop, namun tidak mengurangi antusias Annes dan kawan-kawan. Sebab, laptop sekolah kini sudah dilengkapi dengan akses internet. Annes dan kawan-kawan jadi memiliki akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan yang lebih luas.

“Betapa anak-anak SMP ini sangat senang setiap kali pintu ruang komputer dibuka. Anak-anak seringkali berlarian berebut untuk dapat posisi tepat di depan komputer. Memang 1 komputer harus digunakan untuk bertiga atau berempat dengan teman-temannya. Inilah antusiasme anak-anak di sini,” kata Pak Munandar, guru TIK di SMP 11 Merauke.

Pak Munandar sendiri merupakan pria asli Jawa lulusan Universitas Cendrawasih – Jayapura yang ditempatkan sebagai guru di daerah perbatasan Sota. “Dengan segala keterbatasan yang ada, anak-anak SMPN 11 Merauke di Sota ini sangat antusias memanfaatkan akses internet di sekolah,” imbuh Pak T.H. Sopacua, Kepala Sekolah SMP 11 Merauke.

Meskipun sangat sederhana, akses internet yang disediakan Telkom Indonesia di SMP 11 Merauke ini memberi harapan baru bagi Annes dan kawan-kawan untuk menggapai cita-cita lebih tinggi. Ya, itulah gambaran yang kini terjadi. Setelah puluhan tahun merdeka, kini dunia pendidikan Indonesia melaju tanpa ragu.

Dengan semangat membangun asa di seluruh negeri, satu demi satu cahaya, detak usaha dan karya kini perlahan hadir menerangi setiap mimpi. Membuka jendela pengetahuan bagi anak bangsa melalui jaringan internet terbaik, terluas dan terjangkau.

Tak kenal lelah dan tanpa keraguan, terus berupaya mempelopori gerakan digitalisasi pendidikan. Demi tercapainya impian dimana seluruh anak Indonesia dapat menikmati kualitas pendidikan yang sama dan 100.000 sekolah se-Indonesia memiliki koneksi wi-fi. Semoga berhasil.

 

Sumber : http://detik.com

Published in Teknologi Pendidikan
Wednesday, 23 October 2013 14:02

Potret Pendidikan Indonesia Timur

NTT - Akses untuk mendapatkan pendidikan, adalah salah satu kendala bagi siswa - siswi di desa terpencil, itu juga yang dialami anak-anak yang ada di  Desa Mocok Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Published in Warta Video
Wednesday, 23 October 2013 13:33

Seleksi Calon Kepala Sekolah Kabupaten Sambas

Sambas - Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas menyelenggarakan seleksi kepala sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Sambas di SMP Negeri 1 Sambas.

" Peserta SMA/SMK yang mengikuti seleksi ini sebanyak 8 orang untuk SMK, dan untuk SMA sebanyak 14 orang. Untuk SMP sebenarnya 17 orang, namun dua berangkat ke Bali," ujar Hanisah, Ketua Panitia.

Menurutnya, SMP memiliki kuota sebanyak 20 orang. "Entah mengapa tidak banyak yang ikut, kemungkinan karena tunjangan kepala sekolah yang kecil dan juga menjadi bidikan kasus hukum saat ini, sehingga membuat kekhawatiran para guru untuk jadi kepala sekolah," katanya.

"Untuk SMA/SMK kuotanya sebanyak 23 orang. Jadwal penyelenggaraan tes sejak 21 Oktober tes tertulis, dan pada 22 Oktober tes wawancara yang hanya untuk SMP dan tes mengarang kepemimpinan, SMK dan SMA pada hari Kamis berupa tes wawancara," ujarnya.

Menurutnya, untuk penyelenggaran seleksi bagi calon kepala SMP, hari ini terakhir. "Kita melaksanakan seleksi mulai pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Pengumuman akan dilakukan pada 28 Oktober mendatang, dan untuk diangkat jadi kasek di antaranya memiliki penilaian tertinggi," katanya.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi bagi calon kepala sekolah itu sesuai Permen Nomor 28 Tahun 2010 dan harus menjadi wakil kapala sekolah terlebih dahulu, serta memiliki golongan III c dan sertifikat pendidik.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Penjaminan Mutu