×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 45
Sunday, 26 February 2017 14:23

Perjuangan Pendidikan Anak Pemulung Pontianak

Pontianak - Program dokumenter yang diangkat dari kisah-kisah pengalaman nyata para anak muda yang rela melepaskan peluang karir dan kemapanan kehidupan kota besar untuk menjadi guru dan mengajar di desa desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun.

Published in Warta Video

Jakarta, Kemendikbud ---  Pendaftaran dan pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diperpanjang hingga 30 September 2016. Sebelumnya, 31 Agustus 2016 menjadi batas waktu pendaftaran dan pendataan KIP di data pokok pendidikan (Dapodik). Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017.

Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun ini. Dalam Surat Edaran bernomor 19/D/SE/2016 tersebut dijelaskan, ada dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP. Pertama, hingga batas waktu 31 Agustus 2016 lalu, data KIP yang masuk dalam Dapodik baru mencapai 40 persen. Kedua, dari hasil pemantauan Kemendikbud, ditemukan sejumlah KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayahnya.

Surat Edaran tertanggal 1 September 2016 itu ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota; kepala sekolah SD, SMP, SLB/PKLK, SMA dan SMK; dan operator Dapodikdasmen di seluruh Indonesia. Ada tiga hal yang disampaikan dalam Surat Edaran itu.

Pertama, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota diminta untuk memfasilitasi percepatan penyaluran KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan kepada anak usia sekolah yang berhak menerima di wilayah tersebut, bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

Kedua, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota hendaknya mendorong sekolah untuk mengidentifikasi siswa yang menerima KIP dan segera mendaftarkan ke aplikasi Dapodik agar dana PIP tahun 2016 dapat segera disalurkan. Pendaftaran KIP dalam aplikasi Dapodik dapat dilakukan sampai dengan akhir Desember 2016. Namun, untuk keperluan pencairan dana PIP Tahun 2016, pendaftaran KIP harus dapat diselesaikan paling lambat tanggal 30 September 2016.

Ketiga, kepala dinas pendidikan provinsi, kabupaten/kota memfasilitasi sekolah dengan pihak bank penyalur (BRI untuk SD, SMP, SMK; dan BNI untuk SMA), agar para siswa yang sudah ditetapkan sebagai penerima dana PIP tahun 2016 oleh Kemendikbud dapat segera mencairkannya di bank yang sudah ditetapkan.

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan uang tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga tidak mampu. Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah kartu yang diberikan kepada anak yang berusia 6-21 tahun dari keluarga pemegang KKS, sebagai identitas untuk mendapatkan PIP. Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/MI/sederajat sebesar Rp.225.000/semester (Rp450.000 per tahun), tingkat SMP/MTs/sederajat Rp.375.000/semester (Rp750.000 per tahun), dan tingkat SMA/SMK/MA/sederajat sebesar Rp.500.000/semester (Rp1.000.000 per tahun) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014.

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun ini akan mengirimkan 3.000 sarjana pendidikan untuk mengajar di 56 kabupaten di Indonesia. Para sarjana pendidikan itu merupakan peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) tahun 2016, yang telah lulus semua tahap seleksi sebagai calon guru program SM-3T.
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, pelaksanaan SM-3T sudah berjalan selama lima tahun di bawah Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud saat itu, dan di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Tahun ini yang merupakan tahun ke-6 pelaksanaan SM-3T, pengelolaannya berada di bawah Ditjen GTK Kemendikbud.
 
“Dalam pelaksanaannya, SM-3T melibatkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari 12 perguruan tinggi negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, serta perwakilan pemerintah kabupaten (dinas pendidikan) yang menjadi lokasi sasaran SM-3T,” ,” ujar Pranata dalam acara Koordinasi Penetapan Penempatan Calon Peserta SM-3T di Jakarta, Kamis (25/8/2016).
 
Ia mengatakan, SM-3T juga menjadi wadah bagi calon guru untuk program Guru Garis Depan (GGD). Setelah mengikuti SM-3T selama setahun di sebuah daerah, para lulusan SM-3T akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), kemudian mendapat kesempatan untuk diprioritaskan dalam seleksi program GGD.
 
“Sehingga ketika guru garis depan itu sudah ditempatkan sebagai guru PNS di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), mereka bisa bertahan karena sudah punya pengalaman mengajar di program SM-3T selama satu tahun,” katanya.
 

Angkatan ke-6 program SM-3T akan dilepas ke daerah sasaran pada 1 September 2016. Pelepasannya secara simbolis akan dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2016 secara telekonferensi. Pada tanggal 24 s.d 26 Agustus 2016 Kemendikbud menggelar Koordinasi Penetapan Penempatan Calon Peserta SM-3T untuk membuat sinergi semua pihak yang terkait dalam SM-3T tahun 2016.

 

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Friday, 12 June 2015 00:00

Tawarkan Jasa Pendidikan Lewat Internet

Pontianak - Situs ruangguru.com Tawarkan Jasa Pendidikan Lewat Internet.

Published in Warta Video
Thursday, 04 June 2015 00:00

Generasi Pembelajar

Yogyakarta - Tayangan Mata Najwa "Generasi Pembelajar" di Benteng Vredeburg Yogyakarta28 Mei 2015.

Published in Warta Video

Jakarta - Indosat menghadirkan Arena Edukasi, sebuah mobile platform dan portal pendidikan bagi para siswa dan pelajar di Indonesia. Arena Edukasi hadir seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan internet yang memberikan akses mudah dan terjangkau ke materi pendidikan yang berkualitas guna mendukung kemajuan bangsa.

Division Head Content & Value Added Service (VAS) Indosat Hesti Diyahanita Priamsari mengatakan, Sebagai mobile platform dan portal pendidikan, Arena Edukasi menyediakan berbagai macam aplikasi dan konten pendidikan berkualitas untuk berbagai usia. Aplikasi dan konten pendidikan yang disediakan antara lain YC Marbel PreSchool yang menyediakan sarana belajar sambil bermain untuk anak-anak usia pra sekolah dan YC Belajar yang menyediakan aplikasi dan konten berkualitas untuk siswa SMP dan SMA.

"Arena Edukasi dihadirkan Indosat bersama dengan mitra-mitra terpercaya seperti YelloChat, Educa Studio dan Bimbel Alumni," ungkapnya.

Melalui YC Marbel PreSchool, anak-anak usia pra sekolah dapat melatih dan mengasah 6 (enam) materi dasar kecerdasan anak, yaitu mengenal angka, huruf, buah, sayur, warna dan bentuk. Sementara itu, aplikasi dan konten YC Belajar membantu dan meningkatkan motivasi belajar siswa SMP dan SMA melalui modul-modul Tips & Trik Belajar, Latihan, Soal & Pembahasan, Tryout UN, Tryout SBMPTN serta Simulasi SBMPTN.

Dengan begitu, tambah Hesti, pelajar dapat melakukan simulasi skor aman untuk memasuki perguruan tinggi dan universitas negeri terkemuka di Indonesia. Konten-konten tersebut menurutnya sangat terjangkau. Yakni hanya dengan harga Rp 3 ribu (tidak termasuk PPN) siswa dapat mengakses modul latihan dan berlatih soal sepuasnya selama 30 hari (tarif data berlaku) sementara untuk tryout berlaku tarif “inapps purchase” dengan menggunakan pulsa Indosat.

 

Sumber : http://www.republika.co.id

Published in Teknologi Pendidikan

Pontianak - Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi Kalbar, Alexius Akim menyatakan, seperti tahun sebelumnya Diknas Kalbar akan mengelar Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI (PTKPAUDNI) tingkat Provinsi, di Rumah Radakng Pontianak, dari 27-30 April 2015.

Dimana kegiatan tersebut akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Cornelis MH, dan dihadiri seluruh pejabat pemerintah yang ada di provinsi Kalbar, dan undangan lainnya.

"Kegiatan yang kita lakukan ini, menyangkut dengan apresiasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD non formal dan in formal di Kalbar. Ini kegiatan rutin dalam satu tahun sekali, mengapa karena salah satu upaya untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PAUD," ujar Alexius Akim.

Alexius Akim menjelaskan, PAUD adalah pendidikan pada anak usia dini dari non formal dan in formal. Non formal yaitu ada bidang kursus, pengelola proses belajar mengajar (PBM), dan sebagainya.

"PAUD non formal ini, sudah ada dilakukan di daerah-daerah yang ada di kabupaten dan kota se-Kalbar. Adanya kejuaraan tersebut, untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka, dan sejauh mana kualitas mereka memberikan layanan kepada bidang yang dikelola tersebut," katanya.

Bagi peserta lomba yang mendapatkan juara tutur Akim, akan diikutkan lomba tingkat nasional, di Sumatra Utara pada awal bulan Juni 2015 mendatang.

"Kalbar juga sering mendapatkan juara ikut lomba di tingkat nasional. Diharapkan, dalam tahun ini harus meningkatkan lagi," ucapnya.

 

Sumber : http://pontianak.tribunnews.com

Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Jelang ujian nasional untuk tingkat SMP, madrasah tsanawiyah, SMP luar biasa, dan sekolah paket B, pada tanggal 4 hingga 7 Mei 2015, ribuan dus naskah soal ujian nasional, tiba di Provinsi Kalimantan Barat pada sabtui dini hari. Seluruh naskah soal ujian nasional ini akan disebar di 14 kbupaten kota di Kalimantan Barat, pada 27 April 2015.

Published in Warta Video

Pontianak - Sebagai tindak lanjut dari program Penjaminan Mutu Pendidikan yang dikelola oleh BPSDMPK-PMP Kemdikbud, maka berdasarkan surat edaran BPSDMPK-PMP Nomor : 644/J/LL/2015 tanggal 14 Januari 2015 dengan ini disampaikan bahwa kegiatan tersebut untuk periode semester 2 tahun 2014/2015 ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2015 hingga 30 Juni 2015.  Rangkaian kegiatan tersebut meliputi :

 

  1. Registrasi ulang NRG (Nomor Registrasi Guru) bagi PTK yang telah sertifikasi guru.  Apabila tidak melakukan registrasi ulang NRG maka NRG yang sebelumnya telah diterbitkam dianggap tidak valid. 
  2. Keaktifan NUPTK/PegID periode Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015.  Apabila dalam 2 semester berturut-turut NUPTK/PegID tidak diaktifkan mandiri oleh setiap PTK maka akan dinonaktifkan secara permanen oleh sistem.
  3. PKG Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015. PKG berlaku wajib bagi semua Pendidik dan Kepala Sekolah baik negeri maupun swasta naungan Kemdikbud dan Kemenag.
  4. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) bagi yang belum melengkapinya di periode Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015.  EDS hanya berlaku bagi naungan Kemdikbud.

 

Hasil dari pengentrian data di PADAMU NEGERI akan menjadi acuan bagi BPSDMPK-PMP Kemdikbud dalam melaksanakan beragam program pada tahun 2015 yang meliputi :

 

  • Program Seleksi Peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)
  • Program Uji Kompetensi Guru (UKG)
  • Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
  • Program Penilaian Prestasi Kerja Guru dan Kepala Sekolah (PKG-KS)
  • Program ProDEP kerjasama dengan pemerintah Australia

 

Berkenaan dengan hal tersebut, BPSDMPK-PMP Kemdikbud memfasilitasi akses data di PADAMU NEGERI kepada semua pihak terkait dengan menggunakan akun login masing-masing mulai dari tingkat individu (PTK) hingga institusi, untuk itu harap dijaga kerahasiaan Password dan tetap melakukan pemantauan terhadap data masing-masing.

Lampiran Surat edaran BPSDMPK-PMP Nomor : 644/J/LL/2015 tanggal 14 Januari 2015

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan  memulai tugasnya sebagai menteri dengan bersilaturahim dengan awak media di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (30/10). Pertemuan ini menjadi ajang menjaring masukan dari para wartawan tentang berbagai hal dalam dunia pendidikan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi pemerintah adalah komunikasi antara program atau kebijakan yang dijalankan, dengan apa yang dikomunikasikan kepada masyarakat. Tak jarang, yang dikerjakan dan yang dikomunikasikan membentuk opini yang berbeda di masyarakat.

 

Salah satu tantangan ke depan dalam demokrasi kebijakan publik, kata Menteri Anies, adalah komunikasi dan persepsi. “Oleh karena itu, kerja sama dengan teman-teman media menjadi sangat penting sekali,” katanya pada acara temu media di Kantor Kemendikbud, Kamis (30/10).

 

Mendikbud mengatakan, pola kerja yang akan diterapkan ke depan untuk mengatasi masalah pendidikan adalah dengan mendengar, membaca, dan mencium terlebih dahulu sebelum berbicara dan bekerja. “Intinya adalah kementerian ini memiliki tanggung jawab yang amat besar dalam menjalankan dunia pendidikan. Apapun yang kita katakan eksekusinya di sini dan di seluruh Indonesia. Untuk itu, buka mata, telinga, dan penciuman,” katanya.

Selain dengan media, mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga akan menjalin komunikasi baik internal maupun dengan stakeholder di luar Kemendikbud. Masalah yang ada di dunia pendidikan, kata dia, akan dilihat secara komprehensif, dan dievaluasi secara serius untuk mencari terobosan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan