Pontianak - Setelah beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya yang meliputi; Rapat koordinasi, Pelatihan Operator, Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap I, dan Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap II, Hari ini serentak di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013.

 

Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dengan sistem online. Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013 dilaksanakan dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013.

 

Adapun tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah di sekolah yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG). Seluruh peserta yang akan mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 adalah guru-guru yang belum disertifikasi.

Published in Penjaminan Mutu
Monday, 03 June 2013 13:10

Staf LPMP Bertugas di Uji Kompetensi Guru

Pontianak - Tidak seperti biasanya hari ini LPMP Provinsi Kalimantan Barat terlihat sepi, hanya beberapa staf yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dan pada hari ini sebagian besar Staf LPMP Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan tugas di Tempat Uji Kompetensi (TUKG) di 14 Kabupaten/Kota.


Selain staf-staf yang bertugas dilapangan, beberapa staf di LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang berada di kantor juga terus memonitoring dan menyusun rekapitulasi pelaksanaan UKG dari lapangan. Media Social Facebook menjadi sarana untuk saling berkomunikasi antara operator TUKG, Petugas lapangan LPMP dan pusat kendali pelaksanaan UKG Provinsi Kalimantan Barat di LPMP.

 

Mudah-mudahan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2013 yang berlangsung dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013 dapat berjalan dengan sukses dan para petugas yang turun ke daerah pulang kembali dengan selamat ke LPMP Provinsi Kalimantan Barat.

 

 

Published in LPMP Inside

Jakarta - Pendidikan merupakan hak setiap orang, berkat pendidikan, setiap orang bergerak menuju tahapan yang lebih tinggi dalam kehidupannya. Dalam skala yang lebih luas, pendidikan merupakan lokomotif menuju perubahan. Artinya, kemajuan pendidikan sebuah negara dimaknai akan mengangkat derajat suatu bangsa menjadi bangsa yang maju. Memahami hal tersebut, tidak hanya pemerintah yang turun tangan, tetapi juga pihak-pihak lain yang memiliki perhatian pada dunia pendidikan.

 

 

 

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 11 Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengajar secara serentak di 11 sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan dukungan atas Gerakan Direksi Mengajar yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN. Para direksi tersebut mengajar di sekolah yang dulunya merupakan tempat para direksi pernah mengenyam pendidikan SMA atau sekolah yang telah ditentukan oleh BRI.

 

"Sebanyak 11 SMA yang menjadi tempat mengajar direksi BRI, yaitu SMA Negeri 1 dan 2 di Bogor, SMA Negeri 1 Sragen, SMA Negeri 1 Pangkah-Tegal, SMA Negeri 1 Boja-Semarang, SMA Negeri 16 Surabaya, SMA Negeri 1 Boyolali, Ummul Quro Bogor, SMK Negeri 1 Pare-Pare, SMA Negeri 2 Yogyakarta, dan SMA Negeri 3 Purwokerto," ungkap Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali di Jakarta.

 

Dengan mengusung tema "Membangun Mental Juara Bersama BRI", melalui sharing pengalaman dan kisah sukses, para direksi tidak hanya mengajar, tetapi juga mengajak para siswa memiliki mental juara dalam mengejar cita-citanya. Beberapa nilai yang ingin ditanamkan melalui program Gerakan Direksi Mengajar di antaranya adalah kejujuran, kerja keras, dan tekad yang kuat untuk mencapai prestasi tertinggi.

 

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari pihak sekolah. Umumnya mereka menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi para siswa untuk mencapai cita-citanya. "Sekolah kami hari ini seperti mendapat durian runtuh. Kami tidak menyangka sekolah yang cukup jauh dari kota ini mendapat kesempatan untuk memperoleh
sharing success story dari Direktur BRI. Kami harap kedatangan direktur BRI dapat meningkatkan motivasi para siswa dalam berprestasi," kata Kepala Sekolah Negeri 1 Pangkah, Tegal Munaseh.

 

Agar lebih menyatu dengan para siswa, sistem pengajaran dibuat dengan konsep yang santai dalam balutan diskusi interaktif. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Hari ini kami mendapatkan pelajaran berharga dari Direktur BRI yang tidak lain adalah kakak kelas kami sendiri. Suatu saat, saya akan menjadi orang yang lebih hebat dari beliau," ujar Ketua OSIS SMAN 2 Bogor, Triani Nur Fariha.

 

Ali mengatakan, manajemen perusahaan sangat mendukung gerakan ini. Nantinya, kegiatan ini dapat memotivasi dan menginspirasi siswa-siswi. "Semoga adik-adik kita ini terpacu untuk meraih mimpinya pada masa depan. Jadi, mereka melihat langsung 'kakaknya', untuk sukses itu, seperti direksi ini," ungkap Ali.

 

Sebagai wujud komitmen BRI untuk mendukung peningkatan dunia pendidikan, selain berbagi success story, BRI turut memberikan bantuan Corporate Social Responsibility BRI Peduli Pendidikan di 11 sekolah tempat direksi mengajar.
Bentuk bantuan merupakan sarana prasarana pendidikan dengan nilai bantuan lebih dari Rp 2 miliar, yang meliputi laptop, laboratorium, renovasi sekolah, alat-alat kesenian, dan lain-lain.

 

"Dengan bantuan sarana prasarana penunjang pendidikan, diharapkan mutu pendidikan di sekolah meningkat untuk meningkatkan motivasi dan prestasi para siswa", tutur Ali.

Sumber : http://www.kompas.com

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) Sulistyo meminta sebagian alokasi anggaran pendidikan dalam APBN-P dapat digunakan untuk mensubsidi penghasilan guru honorer. Karena dari catatan PGRI, banyak guru non PNS yang menerima gaji tak wajar.

"Dalam APBN Perubahan 2013, PGRI berharap anggaran bidang pendidikan diberikan untuk mensubsidi penghasilan guru non PNS, karena guru honorer/swasta banyak yang peroleh penghasilan sangat tidak wajar," kata Sulistyo.

Sulistyo mengatakan, ketidaklayakan penghasilan guru non PNS ini sudah seringkali disampaikan PGRI kepada pemerintah. Namun sampai saat ini kementerian pendidikan dan kebudayaan belum memberikan respon positif.

"Ini pelecehan, karena ada guru dapat penghasilan Rp 200 ribu, guru TK dapat Rp 80 ribu, Rp 100 ribu. Kalau alasannya guru honor diangkat tidak sesuai aturan, salahnya tidak buat aturan. Kenapa banyak terima honorer karena memang sekolah kekurangan guru," ujarnya.

Apabila Kemdikbud mau jujur, tegas Sulistyo, masih ada di satu sekolah yang guru PNS-nya hanya satu orang, selebihnya merupakan honorer. Karena itu PB PGRI meminta penghasilan guru honorer ini bisa masuk dalam APBN-P 2013 yang berdasarkan informasi harus dituntaskan pembahasannya Juli mendatang.

"Kalau masuk APBNP, maka bisa dibayar per Januari 2014 walaupun dirapel. Minimal Rp 500 ribu saja untuk satu orang guru, dikali 1 juta guru, anggarannya hanya Rp 6 triliun. Mengapa hanya, karena anggaran pendidikan itu besar. Kenapa 1 juta guru, karena kementerian gak punya data. Yang tahu data guru di Indoensia hanya malaikat saja," tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar dana pendidikan di APBN-P mestinya digunakan untuk peningkatan mutu guru. Sehingga pemerintah tidak hanya teriak-teriak soal meningkatkan mutu guru, tapi pelatihan guru tidak dijalankan. Kalaupun pemerintah menjanjikan pelatihan guru untuk kurikulum 2013, Sulistyo menilai itu hanya akal-akalan saja.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

Published in Warta Pendidikan

Jakarta - Sesuai jadwal yang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pelatihan guru sasaran sebanyak 55.762 orang akan dilaksanakan selama lima hari yaitu dari tanggal 8-13 Juli. Sebagaimana diketahui setelah DPR Setujui Kurikulum Baru Dimulai Tanggal 15 Juli 2013, maka Kemdikbud langsung bergerak cepat untuk melaksanakan program-program terkait Implementasi Kurukulum 2013.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa pelatihan guru ini tidak berhenti di sini saja melainkan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kemudian akan dilakukan pendampingan saat mulai implementasi sehingga dapat dipantau.

"Kami akan terus mendampingi dan ada proses evaluasi yang akan dilakukan juga," kata Nuh di Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Berdasarkan jadwal dari Kemdikbud, mulai tanggal 4-8 Juni para instruktur nasional akan dilatih. Kemudian dilanjutkan oleh pelatihan bagi guru inti pada 11-22 Juni. Selanjutnya, pelatihan guru sasaran pada 8-13 Juli dan implementasi pada 15 Juli.

"Semuanya sudah disiapkan. Sekarang kalau dibandingkan dengan KTSP, apa ada persiapan guru," ujar Nuh.

 

Sumber : http://www.kompas.com

Published in Penjaminan Mutu
Wednesday, 29 May 2013 03:55

Gaji Guru Honor Rp 50.000 Per Bulan

Soe - Terdapat sekitar 500 guru honor SD dan SMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang mendapat honor Rp 50.000-Rp 100.000 per bulan. Mereka kebanyakan mengajar di sekolah swasta. Panggilan mengabdi membuat mereka tetap bertahan.

Asnat Bel, guru honor di salah satu SD swasta di Amanuban Timur, 45 kilometer dari Kota Soe, misalnya, mendapat honor Rp 50.000 per bulan.

Sarche Kase (26), yang menjadi guru honor selama lima tahun di sekolah swasta lainnya, mendapat honor Rp 75.000 per bulan dan dibayarkan setiap tiga bulan. ”Saya tidak kuat karena honor itu tidak cukup untuk biaya hidup sehingga saya mengundurkan diri,” kata Sarche yang kini akan berangkat menjadi tenaga kerja wanita ke Malaysia.

Wakil Ketua DPRD Timor Tengah Selatan Ampere Seke Selan di Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan mengatakan, setiap melakukan kunjungan kerja, keluhan seperti itu yang selalu ia terima. Honor guru terlalu kecil sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

”Mereka inginnya menjadi pegawai negeri sipil, tetapi aturan pemerintah pusat tidak memungkinkan,” kata Ampere.

Ia mengatakan, sebenarnya para guru honorer itu bisa digaji dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Masalahnya, alokasi BOS untuk honor guru dibatasi maksimal 20 persen dari total dana BOS yang diterima sekolah.

”Jika jumlah guru honor ternyata banyak di suatu sekolah, alokasi anggaran yang tersedia harus dibagi rata sehingga honor yang diterima guru menjadi kecil,” ujarnya.

 

Sumber : http://www.kompas.com

Published in Potret Pendidikan
Thursday, 16 May 2013 07:25

Verifikasi dan Validasi NUPTK Tahun 2013

Pontianak - Mulai bulan Mei 2013, BPSDMPK-PMP menyelenggarakan kegiatan Pemutakhiran Data NUPTK, yang wajib diikuti oleh PTK. Pemilik NUPTK dan masih aktif sebagai PTK (Pendidik & Tenaga Kependidikan) diwajibkan melakukan pemutakhiran dengan mengunduh Formulir, dan mengikuti prosedur yang ada dilayanan Sistem Informasi Terpadu Penjaminan Mutu. Bagi PTK yang tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK, otomatis akan dinyatakan TIDAK AKTIF.

 

Mengapa harus VerVal Ulang NUPTK 2013?


NUPTK dibangun oleh Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas tahun 2006.
Seiring dengan program Reformasi Birokrasi, NUPTK sejak tahun 2011 dikelola oleh Sekretariat Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam perkembangannya, NUPTK menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh seluruh PTK se-Indonesia untuk dapat mengikuti program-program Kementrian lainnya, antara lain :

  •     Sertifikasi PTK
  •     Uji Kompetensi PTK
  •     Diklat PTK, dan
  •     Aneka Tunjangan PTK

BPSDMPK-PMP yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pengelolaan NUPTK sangat berkepentingan melakukan VerVal Ulang NUPTK 2013 dalam rangka meningkatkan penjaminan mutu pendidikan nasional khususnya para PTK.
Dengan peran aktif PTK dalam melaksanakan program VerVal Ulang NUPTK periode 2013 ini. BPSDMPK-PMP dapat membantu progress penjaminan peningkatan mutu para PTK dengan lebih obyektif, transparan, akurat dan berkesinambungan.
Data PTK hasil VerVal Ulang NUPTK yang dikelola oleh BPSDMPK-PMP akan menjadi sumber referensi utama untuk pelaksanaan program-program peningkatan mutu PTK yang dilaksanakan oleh Direktorat Kemdikbud terkait pada tahapan selanjutnya.

 

{youtube}ptYoSZJkaro|420|315|1{/youtube}

Apa manfaat bagi PTK?

  1. Setiap PTK diberi akun login untuk dapat memutakhirkan data personal masing-masing setiap saat setiap waktu darimana saja secara online 24 jam.
  2. Setiap PTK akan diberi fasilitas media jejaring sosial untuk saling berbagi, berkomunikasi dan berkolaborasi antar PTK se-Indonesia.
  3. Setiap PTK akan memiliki Kartu Digital NUPTK yang uptodate di Sistem Informasi Terpadu Penjaminan Mutu (dalam proses pengembangan)
  4. Setiap PTK akan diberi fasilitas ruang penyimpanan (storage) online untuk menyimpan beragam arsip dokumen secara digital seperti: Ijazah, Sertifikat, Piagam-Piagam, Surat Tugas, dan lain sebagainya (dalam proses pengembangan)

 

Wilayah Pelaksanaan

Kegiatan ini (yang juga merupakan penempatan ulang Sekolah Induk PTK) dilaksanakan di tingkat Kota / Kabupaten, Kecamatan maupun Sekolah diseluruh wilayah Indonesia.

Published in Penjaminan Mutu
Wednesday, 15 May 2013 13:09

Ujicoba Tahap I UKG Tahun 2013

Pontianak - Uji Kompetensi Guru tahun 2013 segera akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai Bagian dari rangkaian kegiatan Uji Kompetensi Guru tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Sosialisasi, Publikasi, dan Observasi Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG). Kegiatan ini dilaksanakan pada Tanggal 10 - 12 Mei  2013 di seluruh TUKG di Provinsi Kalimantan Barat.

Dari Kegiatan yang telah dilaksanakan  ditemui beberapa  kendala yang terjadi, dimana ada beberapa TUKG  belum memenuhi persyaratan untuk melaksanakan Uji Kompetensi Guru. Beberapa kendala tersebut dikarenakan masalah Teknis Seperti Jaringan Listrik yang sering mati, ketersediaan UPS untuk membackup Server UKG Online, juga beberapa lab komputer yang jaringan internet nya tidak Stabil.

Mudah-mudahan pada Ujicoba Tahap II nanti semua kendala tersebut dapat teratasi. Pada Tahap II Ujicoba ini yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 Mei 2013 akan menentukan apakah TUKG tersebut layak sebagai tempat untuk Uji Kompetensi Guru tahun 2013. Adapun Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru akan dilaksanakan pada Tanggal  3 juni - 15 juni 2013

Published in Penjaminan Mutu
Sunday, 21 April 2013 21:30

Guru Aceh di pedalaman Kalimantan Barat

Sekayam - Berprofesi sebagai seorang Guru merupakan impian Aryani. Dia adalah perempuan asal Aceh yang mengikuti program Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (SM3T) di Provinsi Kalimatan Barat. Tepatnya, di SDN 06 Raut, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Aryani berumur 25 tahun. Dia adalah sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unsyiah. Selama mengabdi di Kalimantan Barat, dirinya tinggal di mess SMPN 1 Desa Balai Karangan. Ibukota Kecamatan Sekayam.

“Tempat saya tinggal dengan lokasi mengajar berjarak 12 kilometer. Setiap harinya saya hari pergi dengan menggunakan sepeda motor,” ujar anak dari Iskandar, pegawai Bulog Takengon ini dengan almarhumah Aniar ini.

Ibu kandung Aryani adalah korban tsunami yang menimpa Aceh pada akhir tahun 2004 lalu. Musibah tersebut turut merenggut adik laki-lakinya yang masih berumur 4 tahun kala itu. Beruntung, adik laki-lakinnya yang kini berusia 20 tahun dan abangnya yang kini berusia 27 tahun, selamat dalam musibah tersebut.

Menurut gadis kelahiran Sigli ini, jalan menuju ke SDN 06 Raut, Kecamatan Sekayam, sangat berlumpur dan terjang.

“Kalau hujan, jalan susah dilalui. Saya sudah 18 kali terjatuh selama mengabdi disini. Saya disini sendiri, sudah hampir berjalan 5 bulan,” katanya.

Namun pengorbanan dirinya, kata Aryani, belum seberapa bila dibandingkan dengan anak didiknya.

“Anak didik saya, rata-rata harus menempuh jarak sejauh 5 kilometer untuk bersekolah. Itu harus mereka lalui dengan berjalan kali. Ini yang membuat saya tidak mau mengeluh,” katanya.

Aryani mengaku salut atas perjuangan dan semangat belajar anak didiknya disana. “Saya salut sama mereka. Hujan pun mereka tetap datang ke sekolah untuk belajar. Saya sangat berharap mereka semua sukses nantinya,” kata dia.

Murid di SDN 06 Raut berjumlah hampir 200 orang. Rata-rata siswa per kelasnya mencapai 30 orang.

“Sekolah tersebut merupakan tumpuan harapan warga disini. Saya merasa nyaman mengajar disini, walaupun kendala bahasa menjadi persoalan utama,” kata dia.

Selain mengajar, aktivitas Aryani lebih banyak dihabiskan di mess SMPN Balai Karangan. Ada 6 orang guru SM3T asal Aceh yang ditempatkan disana.

“Kalau lagi libur ada 8 orang. Ini karena yang dua lainnya tidak bisa pulang dan harus menetap di lokasi mengajar karena jauh,” ujar Aryani.

Sumber : http://www.atjehpost.com

Published in Potret Pendidikan
Sunday, 21 April 2013 00:00

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Pontianak - NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.

NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengna pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.

Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiki NUPTK adalah:

  • Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

  • Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah.

Published in Warta Pendidikan
Page 6 of 6