Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, membuka Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Nasional di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis (3/10).

Published in Warta Video

Batam - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti, membuka Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUDNI Tingkat Nasional di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Kamis (3/10).

 

Kegiatan yang akan berlangsung 3-8 Oktober 2013 ini dibuka Wamenbud dengan diiringi guyuran hujan deras. Meski demikian, antusiasme peserta tetap tinggi."Saya sangat menghargai walaupun dalam hujan deras dan angin yang kencang namun para peserta tetap semangat dan antusias mengikuti acara ini," kata Wiendu. 

 

Wamenbud mengatakan,  tugas PTK PAUDNI dalam memberikan layanan program PAUDNI sarat dengan beban dan tantangan. Untuk itu, sudah sepatutnya pemerintah lebih meningkatkan kualifikasi dan kompetensi mereka, serta memperhatikan tingkat kesejahteraan mereka.  Kegiatan apresiasi PTK PAUDNI ini, kata Wiendu merupakan media dalam memotivasi seluruh pelaku PAUDNI sebagai bentuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Selain itu, penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik juga merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan di Indonesia imbuhnya. 

 

Oleh karena itu kata Wiendu diharapkan kegiatan itu dapat membangun semangat baru dalam meningkatkan kinerja, mengembangkan sikap sportivitas, memupuk wawasan dan saling berbagi pengalaman terbaik untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal di masa yang akan datang. 

 

Sementara itu, Dirjen PAUDNI Kemdikbud, Lydia Freyani Hawadi dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan Apresiasi  PTK PAUDNI  Berprestasi Tingkat Nasional dimaksudkan untuk memberikan penghargaan terhadap PTK PAUDNI yang dinilai memiliki prestasi di bidang PAUDNI, meningkatkan mutu pembinaan PTK PAUDNI.  Dikatakan oleh Dirjen, Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional diawali dengan rangkaian kegiatan lomba,  mulai dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan puncaknya pada tingkat nasional.  

Peserta yang hadir pada puncak acara itu adalah PTK PAUDNI yang menjadi juara pertama  pada lomba tingkat provinsi. Secara keseluruhan jumlah peserta lomba tingkat nasional sebanyak 480 orang dan pendamping sebanyak 32  orang sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 512 orang  yang berasal dari 32 provinsi. Hadir  pada acara pembukaan itu antara lain Gubernur Kepulauan Riau,  Walikota Batam, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, dan sejumlah pejabat Kemdikbud Pusat maupun daerah.

 

Video dapat dilihat disini

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Grobogan - Kondisi yang cukup memprihatinkan dialami seorang guru wiyata di Grobogan,JawaTengah. Sambil mengajar ia harus menggendong anaknya yang masih balita karena mengalami penyakit lumpuh layu disekolah. Bertahun-tahun ia harus berjuang sendirian demi kesembuhan anak satu-satunya ini.

Adalah Retno Ambarwati, wanita dua puluh sembilan tahun warga desa Tunggak kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah ini  harus mengajar sambil menggendong anaknya  di  SDN 3 Tunggak . Retno guru kelas lima sekolah dasar ini terus menggendong anaknya Fakhri Munif Assahri  yang  masih berusia tiga setengah tahun didepan murid-muridnya.

Aktivitas ini selalu dijalani ibu single parent ini sejak satu bulan lalu setelah nenek Fakhri sering sakit-sakitan. Retno yang hanya tinggal bersama ibunya terpaksa berjuang merawat anaknya sendiri sehingga sampai  Fahri harus dibawa ke sekolah .
Menurut Retno, (2/10) Fakhri anaknya, mengalami radang otak hingga mengalami lumpuh layu sejak usia enam bulan. Retno mengaku sudah empat kali membawa anaknya ke rumah sakit,namun belum ada perkembangan dialami anaknya. Retno, guru wiyata yang sudah mengabdikan diri  selama sembilan tahun ini mengaku tidak sanggup lagi untuk mengobatkan anaknya kerumah sakit. Honornya yang hanya dua ratus ribu per bulan hanya cukup untuk biaya hidup dan biaya pengobatan ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selain mengajar, Retno juga mengajar les privat dirumahnya.

 

Sementara itu Kadinas Kesehatan dr. Juhari Angkasa mengatakan pihaknya akan membantu pengobatan Fakhri hingga sembuh. Juhari juga akan mengusahakan memberikan Jamkesda agar proses pengobatan Fakhri lebih mudah.”Kita akan bantu pengobatan Fakhri melalui program Jamkesda  sampai sembuh,” ujar Juhari

Dalam seminggu sekali Fakhri harus mendapatkan terapi dirumah sakit. Untuk membantu belajar berdiri,Fakhri harus menggunakan sepatu terapi. Meski mengaku kerepotan saat menggendong anak sambil mengajar, Retno mengaku ikhlas dan membuang rasa malu dalam menjalani rutinitas ini.
 
Sumber : http://karimuntoday.com
Published in Potret Pendidikan
Thursday, 26 September 2013 01:34

Pancasila sebagai Manual Bangsa

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Published in Warta Video
Thursday, 22 August 2013 11:07

Bahagia Mendidik Anak Difabel

Jakarta - Tidak semua orang dapat memiliki keteguhan hati untuk mendidik anak-anak difabel. Namun, jalan tersebut sudah dipilih oleh Suryani (46) asal Makassar, Sulawesi Selatan. Perempuan yang akrab disapa Bu Ani ini sudah 18 tahun mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Makassar.

 

Meski mengaku cukup sulit, Ani menyatakan senang menjalani profesinya itu. "Suka duka sudah kami alami. Namanya sudah panggilan, kami tetap senang menjalaninya," kata Ani pada JPNN di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (20/8).

 

Ani mengaku mendidik anak-anak difabel punya tantangan tersendiri. Terutama, mendidik anak-anak autis. Tak jarang, kata dia, spontanitas anak-anak autis membuat guru harus lebih sigap dalam mengendalikannya. Termasuk menjaga psikologis dan emosi anak didiknya.

 

"Kalau anak yang autis kita harus lebih sigap. Ada yang kalau marah, bisa banting temennya sendiri. Itu kan bahaya," lanjutnya.

 

Dia mengaku memilih menjadi guru di SLB karena ia memiliki sanak keluarga yang juga difabel. Oleh karena itu, ia menyakini semua anak difabel berhak mendapat tempat yang sama di dunia pendidikan. Terkadang, kata dia, ada kontak batin dia dengan anak didiknya  karena kedekatan emosional yang terbangun.

 

Hal yang kadang tidak dirasakan guru lainnya ketika bersama murid nondifabel. Saat ini, kata Ani, ia memiliki sekitar 50 anak didik. "Kami terhibur dengan tingkah anak didik kami. Mereka sangat istimewa," sambungnya.

 

Sama dengan guru lainnya, saat ditemui JPNN, Ani pun tak kuasa menyembunyikan kebahagiaannya karena diundang mengikuti HUT RI ke 68 di Istana Negara, Jakarta. Belum lagi mendapat kesempatan berfoto dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Ia mengaku kebahagiaan jadi berlipat ganda.

"Baru pertama kali ke Istana, saya senang sekali. Tidak terbayang sama  sekali. Nanti foto sama Presiden dan ibu negara dipajang di kelas. Kami bangga sekali," kata Ani malu-malu.

 

Sumber : http://www.jpnn.com

Published in Potret Pendidikan

Jakarta - Guru-guru yang bertugas di daerah khusus dan yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus tugasnya lebih berat dibandingkan dengan guru-guru yang lain. Di samping mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa, para guru di daerah khusus juga menjadi bagian dari katup pengaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Khususnya mereka yang bertugas di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terluar Indonesia, di daerah terbelakang, serta masyarakat adat yang terpencil,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada acara silaturrahmi antara guru SD berdedikasi di daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi Tingkat Nasional dengan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/8).

Mendikbud mengatakan, guru-guru pendidikan khusus di samping mendidik dan mencerdaskan bangsa bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dengan segala keragamannya, dedikasi guru-guru Pendidikan Khusus menjadi keniscayaan, karena pendidikan adalah hak semua anak Indonesia, tanpa terkecuali.

“Bagi Guru Daerah Khusus dan Guru Pendidikan Khusus berdedikasi, silaturrahmi dengan Ibu Negara di Istana Presiden ini tidak ternilai harganya dan sangat mungkin hanya berlangsung satu kali selama karir dan pengabdian mereka sebagai guru,” kata Menteri Nuh.

Silahturahim ini, kata Mendikbud, merupakan acara yang utama dan luar biasa bagi bapak dan ibu guru karena dapat diterima di ruangan Istana oleh Ibu Negara. Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, bagi guru SD yang bertugas di daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi, kegiatan bersilarurrahmi dengan Ibu Negara tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Sangat membanggakan sekaligus membangun semangat untuk bekerja lebih baik,” katanya

Menurut Mendikbud, hanya guru-guru yang berdedikasi luar biasa dalam mendidik anak-anak bangsa yang bisa hadir di sini untuk bersilaturrahmi dengan Ibu di Istana.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono,  Herawati Boediono,  Ibu-Ibu Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatupara sesepuh Paguyuban Ria Pembangunan dan Pengurus Yayasan Karya Bhakti RIA Pembangunan, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesiadan jajarannya,  Direktur Utama JAMSOSTEK, perwakilan BRI Peduli Pendidikan, para donatur, dan para guru SD dari daerah khusus dan guru pendidikan khusus berdedikasi tingkat nasional.


Guru-guru yang bertugas di daerah khusus dan yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus tugasnya lebih berat dibandingkan dengan guru-guru yang lain. Di samping mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa, para guru di daerah khusus juga menjadi bagian dari katup pengaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Potret Pendidikan

Jakarta - Dalam rangka peringatan HUT ke-68 RI tahun 2013, Kemdikbud  menyelenggarakan pemilihan dan pemberian penghargaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) berprestasi dan berdedikasi Tingkat Nasional 2013 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta (15/8). Pemilihan dan pemberian Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah kepada guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, Guru Pendidikan Khusus, Kepala Sekolah dan Pengawas yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya masing-masing.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dan bahagia  karena bisa bertemu dan bersilahturahim dengan para guru yang berprestasi dari seluruh nusantara. Tidak semua guru mendapat kesempatan menerima penghargaan seperti ini, oleh karenanya melalui penghargaan tersebut diharapkan dapat lebih meningkatkan motivasi dan profesionalisme para guru yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan nasional katanya.

 

Jumlah peserta yang terpilih tahun ini mendapat penghargaan 726 orang, baik sebagai guru PNS maupun Non PNS, yang terdiri  dari 66 orang  dari Ditjen PAUDNI, 330 orang dari Ditjen Pendidikan Dasar dan 297 orang dari Ditjen  Pendidikan Menengah.

 

Tema yang diangkat dalam Pemilihan dan Pemberian Penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun  2013 adalah  “Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi, Konsisten mewujudkan Peserta Didik yang Kreatif, Inovatif dan Santun Melalui Kurikulum 2013”.

 

Menteri Nuh menekankan tugas guru tidak semata-mata sebagai pengajar tetapi lebih dari itu berperan sebagai perekat bangsa. Bangsa Indonesia dilahirkan bukan saja satu suku, agama dan budaya tetapi lebih dari itu adalah bangsa yang majemuk. Maka guru dituntut harus dapat menjadi perekat bangsa untuk mengamankan sosial budaya dari sabang sampai merauke. Guru harus bisa sebagai motivator yang ulung. Walaupun guru dihadirkan dalam keterbatasan IT tetapi  tetap bisa berprestasi. Dan tak kalah pentingnya pesan Mendikbud bahwa “guru  harus bisa sebagai simbol panutan, simbol integritas  yang mampu mengambil kebijakan dalam menilai pungkasnya”.

 

Sebagai penutup sambutannya Nuh mengatakan bahwa bangsa ini harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena dari tahun ke tahun, siswa dan  guru Indonesia banyak yang berprestasi. Karena itu supaya kita bisa menjadi bangsa yang maju dan besar SDM harus ditingkatkan,  caranya jawabannya tentu ada di Kurikulum 2013. Karena Kurikulum 2013 di desain sedemikian rupa  untuk membentuk guru/siswa yang "kreatif, innovatif dan berbudi pekerti" imbuhnya.

Pemberian  penghargaan tersebut di hadiri Wakil Menteri Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Hamid Muhammad dan para pejabat lainnya di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para guru, kepala sekolah  serta para undangan yang berkecimpung dan penggiat dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Wednesday, 17 July 2013 12:51

Sosialisasi Aplikasi Padamu Negeri

Pontianak - Dalam rangka mensosialisasikan Sistem PADAMU NEGERI : (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Capacity Building Bagi Pengawas dan Pelatihan Bagi Operator data Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kecamatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013. Kedua Kegiatan tersebut materinya difokuskan Pada pengoperasian Sistem  PADAMU NEGERI.


PADAMU NEGERI  dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK.
PADAMU NEGERI  juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud.

 

Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam 4 angkatan ini total keseluruhannya diikuti oleh 700 orang peserta dan akan dilaksanakan dari tanggal 17 - 31 Juli 2013, dimana masing-masing angkatan dilaksanakan dalam 2 hari Kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat Jalan Abdul Muis Tanjung Hulu Pontianak Timur.

Published in Penjaminan Mutu

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, menyelenggarakan seminar dan lokakarya "Menyiapkan Guru Masa Depan". Acara ini berlangsung selama dua hari, 3-4 Juli, di Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Ada dua isu utama yang dibahas dalam semiloka tersebut, pertama, pemetaan kelembagaan, dan kedua, pengembangan kurikulum bagi lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) di Indonesia.

 

Semiloka dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh. Lebih dari 200 peserta yang berasal dari asosiasi LPTK Indonesia dan LPTK swasta, Forum FKIP, para Dekan dan Rektor LPTK, hadir di acara tersebut.

 

Saat menyampaikan keynote speech Mendikbud mengatakan, penyelenggaraan forum semiloka ini sangat penting bagi masa depan pendidikan Indonesia. Ada dua alasan minimal, yang menunjukkan pentingnya forum tersebut. “Pertama, yang dibahas perkara penting, yaitu guru. Kedua, memiliki implikasi yang besar ke depannya, yaitu menyiapkan guru masa depan,” kata Mendikbud, Rabu (3/7).

 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdikbud, Djoko Santoso, mengatakan, antara pemerintah dan penyelenggara LPTK perlu menyamakan persepsi, dan menunjuk siapa yang bertanggung jawab untuk mendidik guru. “Apakah semua universitas bisa, atau hanya universitas tertentu yang tugasnya mendidik guru,” kata Djoko.

 

Ketua penyelenggara Semiloka, Supriyadi Rustad, menyebutkan saat ini terdapat 415 LPTK negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut hanya beberapa LPTK saja yang memenuhi standar LPTK yang baik. Misalnya memiliki asrama, dan memiliki sekolah laboratorium.

Meski banyak yang belum memenuhi standar, kata Supriadi, hingga saat ini tidak ada wacana untuk menutup LPTK-LPTK tersebut. Justru pembinaan akan terus dilakukan hingga tercapai hasil yang optimal. Dikarenakan jumlah LPTK yang sudah terlalu banyak, saat ini sedang dilakukan moratorium pembangunan LPTK baru. “Yang bisa dibina kita bina, yang tidak bisa juga terus dibina,” katanya.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id/

Published in Warta Pendidikan
Thursday, 04 July 2013 10:14

Verifikasi dan Validasi Level 2

Pontianak - Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Administrator PADAMU NEGERI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa untuk pengajuan dan persetujuan Verifikasi dan Validasi Level 2 ke Admin Sekolah dapat dilakukan mulai hari Senin, 8 Juli 2013 Pk. 08.00 WIB.

Untuk itu demi kelancaran proses tersebut, mohon diperiksa kembali kelengkapan isian Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan Data Rinci masing-masing PTK agar dipastikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Salam PADAMU NEGERI

Published in Penjaminan Mutu
Page 3 of 6