Pontianak - Walaupun terjadi beberapa kendala seperti pemadaman listrik di beberapa lokasi seperti di Sanggau, Putussibau, dan Bengkayang. Adanya beberapa Guru yang tidak dapat login, sampai ke kejadian-kejadian lucu yang terjadi dikarenakan minimnya kompetensi IT para guru yang mengikuti UKG hari ini, namun secara keseluruhan UKG Tahun 2013 berjalan dengan lancar.

Berdasarkan data yang masuk ke pusat pengendalian Uji Kompetensi Guru Tahun 2013 Provinsi Kalimantan Barat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, sampai dengan ditutupnya pelaksanaan sore ini sudah tercatat 2.479 orang guru dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti Uji Kompetensi Guru Tahun 2013.

Suksesnya pelaksanaan hari pertama  ini tidak terlepas dari kerja keras para Operator TUKG yang telah bekerja jauh sebelum Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru Tahun 2013. Mulai dari mempersiapkan Jaringan TUKG sampai mendampingi para peserta Ujian Kompetensi Guru pada tahap pelaksanaan hari ini.

Published in Penjaminan Mutu

Pontianak - Setelah beberapa rangkaian kegiatan sebelumnya yang meliputi; Rapat koordinasi, Pelatihan Operator, Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap I, dan Uji Coba Tempat Uji Kompetensi Tahap II, Hari ini serentak di 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013.

 

Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dengan sistem online. Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2013 dilaksanakan dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013.

 

Adapun tempat pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah di sekolah yang telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG). Seluruh peserta yang akan mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 adalah guru-guru yang belum disertifikasi.

Published in Penjaminan Mutu
Monday, 03 June 2013 13:10

Staf LPMP Bertugas di Uji Kompetensi Guru

Pontianak - Tidak seperti biasanya hari ini LPMP Provinsi Kalimantan Barat terlihat sepi, hanya beberapa staf yang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013 dan pada hari ini sebagian besar Staf LPMP Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan tugas di Tempat Uji Kompetensi (TUKG) di 14 Kabupaten/Kota.


Selain staf-staf yang bertugas dilapangan, beberapa staf di LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang berada di kantor juga terus memonitoring dan menyusun rekapitulasi pelaksanaan UKG dari lapangan. Media Social Facebook menjadi sarana untuk saling berkomunikasi antara operator TUKG, Petugas lapangan LPMP dan pusat kendali pelaksanaan UKG Provinsi Kalimantan Barat di LPMP.

 

Mudah-mudahan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2013 yang berlangsung dari tanggal 3 s.d 15 Juni 2013 dapat berjalan dengan sukses dan para petugas yang turun ke daerah pulang kembali dengan selamat ke LPMP Provinsi Kalimantan Barat.

 

 

Published in LPMP Inside

Pontianak - Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) 2013. Untuk tahun ini Uji Kompetensi Guru (UKG) akan dilaksanakan secara Online. UKG wajib diikuti semua guru dalam jabatan baik guru PNS maupun bukan PNS.

 

Dalam Pelaksanaannya UKG melibatkan berbagai instansi antara lain BPSDMPK-PMP, LPMP, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Agar seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan UKG memiliki pemahaman yang sama tentang mekanisme pelaksanaan UKG, maka perlu disusun informasi yang lengkap tentang mekanisme pelaksanaan UKG tahun 2013 melalui kegiatan “Rakor Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Online Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013”.

 

Rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ini diikuti Peserta yang terdiri dari unsur Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Operator Data Sertifikasi Kabupaten/Kota, perwakilan PT PLN Wilayah Kalimantan barat, perwakilan PT Regional Telkom Provinsi Kalimantan Barat dan unsur dari LPMP Prov. Kalimantan Barat sendiri. Kegiatan Rakor ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 1 s.d 3 Mei 2013 bertempat di Hotel Gajah Mada Pontianak.

Published in Penjaminan Mutu

Sambas - Pemkab Sambas melalui Program Pendidikan Menengah Universal (PMU), berharap anak-anak tamatan SMP mampu melanjutkan ke tingkat SLTA sehingga jenjang pendidikan SLTA di Kabupaten Sambas semakin meningkat.

 
"Kita harapan melalui Pendidikan Menengah Universal, maka 100 persen anak-anak tamatan SMP bisa sampai ke jenjang SLTA apakah itu SMA, MA maupun SMK," ujar Juliarti Djuhardi Alwi, di tengah acara Pencangan Bulan Bhakti Gotong Royong, Senin (27/5/2013).
 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Jusmadi menjelaskan  pendidikan menengah universal hampir mirip dengan wajib belajar pada SMP, namun jenjang setingkat SLTA. 
 
"Kebijakan ini merupakan representasi dari kebijakan pusat dan daerah mengikutinya, karena belum ada peraturan khusus seperti wajib belajar sembilan tahun, maka dinamakan pendidikan menengah universal," katanya.
 
"Kalau boleh ditegaskan ini seperti rintisan wajib belajar, dan untuk pendanaannya saat inipun sudah ada Dana Alokasi Khusus untuk SMA, sehingga ke depannya diharapkan ada dana BOS bagi SLTA secara penuh," ujarnya.
 
Ia mengatakan pada tahun ini sudah mulai sosialisasi dan sambil menerapkan. "Mudah-mudahan ke depannya sudah mulai diterapkan secara penuh," katanya.
 
 
Sumber : http://www.tribunnews.com
Published in Warta Pendidikan

Nanga Pinoh - Sebagaimana Tahun-tahun sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia dini (PTK PAUDNI). Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI diselenggarakan dari 15 hingga 18 Mei di Kabupaten Melawi. Kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ini dihadiri tenaga pendidik PAUD dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

 

Kegiatan ini juga dihadiri Dirjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi dan Tokoh pendidikan anak danm juga ketua Komnas Perlindungan Anak DR. Seto Mulyadi atau yang akrab di Panggil Kak Seto.

 

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Melawi Drs. Paulus mengatakan, kedatangan Kak Seto di Melawi memang sengaja diundang untuk memenuhi harapan masyarakat yang sudah lama mendambakan kedatangan beliau, dalam Kegiatan ini Kak Seto menjadi Narasumber dalam acara celoteh anak.

Paulus mengharapkan apa yang disampaikan Kak Seto juga bisa diterapkan di masyarakat, jangan sampai di Kabupaten Melawi masih didapati adanya kekerasan anak yang dilakukan oleh orang tua sebab bagaimanapun itu tidak dibenarkan.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan ini bisa mempererat tali persaudaraan antar sesama keluarga besar PAUD di Provinsi Kalimantan Barat.

 
 
Published in Warta Pendidikan

Pontianak - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meresmikan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, (20/5). Peresmian RS Pendidikan Tanjungpura ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikbud M. Nuh dan pengguntingan pita oleh Laily M. Nuh.

 

Usai peresmian secara simbolis tersebut, Mendikbud berkunjung mengelilingi RS untuk meninjau fasilitas kesehatan. Dalam kunjungannya, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Tinggi Djoko Santoso, Rektor Universitas Tanjungpura, Thamrin Usman dan dipandu Direktur RS Pendidikan Tanjungpura, Bambang Djarwoto.

 

Bambang Djarwoto mengantarkan rombongan Mendikbud meninjau fasilitas di berbagai klinik, seperti klinik spesialis mata, THT, dan kebidanan/kandungan, hingga ke ruang operasi. Mendikbud juga diajak meninjau ruang uji kompetensi dokter Indonesia, dan melihat simulasi penanganan pasien yang dilakukan langsung mahasiswa Fakultas Kedokteran Untan.

 

Mendikbud mengatakan, program peningkatan kompetensi dokter harus terus dilakukan, karena seorang dokter harus terampil, bukan hanya dilihat dari kognisi. Karena itu ia berharap pembangunan RS Pendidikan Tanjungpura tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan dengan bertahap, dengan perlengkapan fasilitas yang memadai. "Sehingga adik-adik kita bisa lebih terampil lagi. Bisa melayani publik," ujarnya. Ia juga berharap Untan bisa menjadi pusat kesehatan publik, minimal untuk Provinsi Kalimantan Barat.

 

Terkait status RS Pendidikan Untan, Mendikbud menjelaskan, RS pendidikan berada di bawah pengelolaan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi negeri berada di bawah naungan Kemdikbud, sehingga status RS pendidikan pun berada di bawah Kemdikbud, bukan di Kementerian Kesehatan.

 

"Kemarin saya sudah tanda tangan dengan Menkes untuk mengelola rumah sakit di perguruan tinggi negeri," katanya. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani Mendikbud dan Menkes tersebut sudah disepakati tentang hal pengelolaan dan standar RS pendidikan.

"Kekurangan ada saja. Kelebihannya ada saja. Tapi ini (pembangunan.red) kita lakukan secara bertahap," tutur Menteri Nuh yang berharap RS pendidikan dapat memberikan pelayanan kepada semua pasien dari berbagai golongan ekonomi.

 

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Published in Warta Pendidikan
Wednesday, 15 May 2013 13:09

Ujicoba Tahap I UKG Tahun 2013

Pontianak - Uji Kompetensi Guru tahun 2013 segera akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai Bagian dari rangkaian kegiatan Uji Kompetensi Guru tersebut, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Sosialisasi, Publikasi, dan Observasi Tempat Uji Kompetensi Guru (TUKG). Kegiatan ini dilaksanakan pada Tanggal 10 - 12 Mei  2013 di seluruh TUKG di Provinsi Kalimantan Barat.

Dari Kegiatan yang telah dilaksanakan  ditemui beberapa  kendala yang terjadi, dimana ada beberapa TUKG  belum memenuhi persyaratan untuk melaksanakan Uji Kompetensi Guru. Beberapa kendala tersebut dikarenakan masalah Teknis Seperti Jaringan Listrik yang sering mati, ketersediaan UPS untuk membackup Server UKG Online, juga beberapa lab komputer yang jaringan internet nya tidak Stabil.

Mudah-mudahan pada Ujicoba Tahap II nanti semua kendala tersebut dapat teratasi. Pada Tahap II Ujicoba ini yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 23 - 24 Mei 2013 akan menentukan apakah TUKG tersebut layak sebagai tempat untuk Uji Kompetensi Guru tahun 2013. Adapun Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru akan dilaksanakan pada Tanggal  3 juni - 15 juni 2013

Published in Penjaminan Mutu
Thursday, 02 May 2013 00:00

Sejahterakan Pendidikan Kalimantan Barat

Pontianak - Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untan, Dr. Aswandi, mengatakan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan, pemerintah harus membuat gebrakan baru yang inovatif. Ini akan efektif untuk membangun pendidikan lebih sejahtera dan lebih baik. "Momentum Hari Pendidikan ini adalah momen yang sangat baik. Sudah saatnya dunia pendidikan Kalbar mampu menciptakan gebrakan inovatif atau suasana lain, yang akan diingat oleh masyarakat," katanya Kamis (02/04/13).

Saat ini pihaknya masih melihat komitmen pemerintah belum dilakukan dengan sungguh-sungguh, terutama oleh Diknas Kalbar. Diknas katanya tidak berusaha naik tingkat dengan komitmen yang hanya menargetkan tingkat kelulusan siswa dengan target 100 persen.
“Kalau seperti itu terus jangan berharap ada perubahan karena jika dianalisis Indonesia kehilangan momentum yang sering dikatakan oleh Menteri saat di usia produktif kalau dikembangakan, maka akan menjadi generasi yang bagus tapi kalau tidak dikelola menjadi bencana,” paparnya.

Meski demikian, Aswandi berharap, Kalbar melalui Diknas dan pihak terkait dapat bangkit dan bersama-sama menyatukan persepsi agar para anak didik di Kalbar memiliki motivasi menjadi anak bangsa dengan kualitas pendidikan yang tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.
"Kita ingin membangun satu hal yang sama, yaitu bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan Kalbar, makanya kita butuh trik baru untuk meningkatkan daya saing pendidikan kita," terangnya.
Di tempat terpisah Anggota DPRD Provinsi Kalbar Ihwani Arrahim, mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi Diknas Kalbar, terutama masalah pendidikkan.

"Kami setuju dengan terobosan yang harus dilakukan pemerintah. Kita tidak ingin ceremony yang berakhir saat peringatan Hari Pendidikan usai dalam sebuah upacara yang diselenggarakan setiap sekolah maupun di beberapa Kantor SKPD," terangnya.
Alangkah lebih baik, katanya jika momen Hari Pendidikan Nasional dijadikan sebagai momen bagi Diknas Kalbar untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Ia berujar, tanggal 2 Mei harus dijadikan momen para penggeliat pendidikan dalam melakukan gebrakan yang bernuansa positif dan inovatif.

"Setidaknya dengan gerakan lomba penelitian yang dapat memacu anak-anak didik dalam mendalami pendidikan sesuai dengan tingkatan masing-masing. Jangan hanya menargetkan kelulusan para siswa dengan 100 persen,” katanya lagi.

Komitmen dari Diknas, dikatakannya sebagai suatu bentuk motivasi baik para pengajar maupun para siswa mulai dari tingkat dasar hingga universitas menjadi kreatif dalam berinovasi menghasilkan karya sesuai dengan pengetahuan mereka masing-masing dan dibantu oleh para pengajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan mereka.

“Jika komitmen Diknas meningkatkan kualitas pendidikan sudah terbentuk, maka dengan sendirinya anak-anak melalui para pengajar memiliki motivasi untuk melakukan sebuah karya yang sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat disekolah. Mulai dari tingkat sekolah kemudian tingkat daerah, meningkat ke tingkat nasional. Dengan adanya karya tersebut, maka otomatis kualitas pendidikan juga akan ikut sejalan dengan karya yang dilakukan para siswa tersebut,” katanya lagi.

Sumber : http://menaranews.com

Published in Potret Pendidikan
Monday, 22 April 2013 00:00

Mendikbud Resmikan Politeknik Negeri Sambas

Sambas - Sabtu 9 Maret 2013 Mendikbud Mohammad Nuh meresmikan penegerian Politeknik Sambas, Kalimantan Barat. Ikut menyaksikan peresmian ini antara lain anggota DPR RI Komisi X Zulfadhli dan Albert Yaputra, Dirjen Dikmen, Rektor Untan, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti, serta Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Mendikbud menyatakan politeknik Sambas memiliki peran strategis karena berada di daerah perbatasan dengan negara lain. Karena itu, menurut Nuh, penegerian politeknik Sambas ini memiliki misi bukan sekadar untuk meningkatkan kualitas SDM di Sambas tetapi juga meraih kembali marwah (kehormatan) bangsa. Politeknik Sambas harus bisa membangun daya bangsa.

Untuk itu Mendikbud mendorong agar Politeknik Sambas terus meningkatkan kualitasnya. Kalau kualitasnya baik, lanjutnya, bukan hanya warga Sambas yang akan kuliah, tetapi penduduk dari negara tetangga.

Dalam skala nasional, kata mantan Rektor ITS ini, Kemdikbud memiliki kebijakan dasar sekurang-kurangnya setiap daerah perbatasan memiliki satu perguruan tinggi negeri. "Hal ini akan menjadi sabuk pengaman nasional dari aspek sosial budaya," ujarnya.

Gubernur Kalimantan Barat dalam sambutan tertulisnya menyatakan dengan telah diresmikannya politeknik ini diharapkan masyarakat Sambas memasukkan putera-puterinya ke Politeknik Sambas.

Bupati Sambas,  Juliarti D. Alwi, mengatakan dengan pengembangan politeknik Sambas, diharapkan menjadi mitra dalam pengembangan SDM di Sambas. "Dengan dinegerikannya politeknik ini warga Sambas tak perlu jauh-jauh lagi kuliah ke Pontianak," ujarnya.(IH)

Published in Warta Pendidikan
Page 10 of 10