Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan (28)

konten yang terkait dengan teknologi pendidikan

Pontianak - PADAMU NEGERI : (singkatan dari Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia) merupakan Layanan Sistem Informasi Terpadu Online yang dibangun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).
PADAMU NEGERI dibangun sebagai pusat layanan data terpadu yang bersumber dari/ke sistem transaksional BPSMPK-PMP Kemdikbud lainnya, meliputi: Evaluasi Diri Sekolah (EDS), NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Sertifikasi PTK, dan Diklat PTK.
PADAMU NEGERI juga terbuka untuk menjadi salah satu layanan pusat sumber data bagi program-program terkait lainnya baik di lingkungan internal atau eksternal Kemdikbud.
Melalui PADAMU NEGERI ini, BPSDMPK-PMP berupaya mendorong terwujudnya program - program pembangunan untuk peningkatan Mutu Pendidikan Nasional baik di tingkat pusat dan daerah dengan terpadu yang berbasis pada data-data yang faktual, transparan, obyektif, akurat, akuntabel dan berkesinambungan.
Oleh karena itu mohon dukungan dan kerjasamanya dari seluruh institusi pendidikan se-Indonesia untuk berpartisipasi dan berkontribusi aktif pada Layanan PADAMU NEGERI sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Mari bersama kita tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional yang berkesinambungan demi mencerdaskan generasi bangsa saat ini dan masa depan dengan semangat membangun bersama PADAMU NEGERI INDONESIA ku.

Sumber : http://padamu.kemdikbud.go.id/

Sunday, 12 May 2013 16:17

Ruang Kelas Masa Depan

Written by

Pontianak - Teknologi interaktif terbaru kini hadir di ruang kelas, dan kegiatan belajar mengajar benar-benar berubah total. Papan tulis dan kapur, bahkan pena dan pensil sudah dianggap kuno, kini digantikan dengan laptop, proyektor digital, tablet, eBoard, dan ada yang tahu ada apa selanjutnya?
Selama beberapa dekade, sekolah modern telah mengalami evolusi menjadi gabungan antara metode tradisional dan format pengajaran baru yang dibantu dengan teknologi digital. Salah satu kemajuan di bidang pendidikan berdampak besar terhadap lingkungan kelas yaitu Digital eBoard. Dengan menyempurnakan saluran komunikasi antara guru dan murid, dengan bentuk media baru dan teknik interaktif, siswa mendapatkan pendidikan yang lebih beragam dan menyeluruh.
Tapi bagaimana caranya? mungkin Anda bertanya-tanya.
Sekarang guru dapat menayangkan gambar berkualitas tinggi, artikel atau video dengan berbagai link ke eBoard untuk mendukung materi pelajaran. Dengan menggunakan sumber eksternal, seperti internet, tugas di kelas tidak terbatas hanya pada buku teks atau pengalaman guru, namun dari sumber informasi tanpa batas yaitu Web. Selain itu, dengan panduan dari guru, sumber acuan seperti Web dapat digunakan sebagai sarana mengajar yang efektif.
Tugas di kelas dapat dibagikan ke laptop para siswa dari eBoard melalui streaming nirkabel, untuk memastikan lingkungan yang kolaboratif. Fitur berbagi ini juga memuungkinkan guru mengontrol apa yang dibuka para siswa di layar, misalnya agar mereka tidak membuka situs web pribadi selama jam pelajaran. Hal ini akan menciptakan cara baru dalam ujian dan tugas-tugas, memberikan kuis dan ujian secara digital yang dapat didownload ke layar dan otomatis ditransfer kembali kepada guru.
Teknologi layar sentuh menjadikan pembelajaran tersebut melibatkan partisipasi siswa. Dengan menggunakan pena atau jari, siswa dan guru dapat mendemonstrasikan ide yang rumit menggunakan gambar yang dapat digerakkan di layar. Hal ini juga membantu menggali elemen kreatif selama pembelajaran, yang merupakan metode penting untuk menciptakan hubungan dengan dan mendidik para siswa.
Beberapa eBoard yang lebih mutakhir dilengkapi dengan paket perangkat lunak yang menyediakan alat tambahan bagi guru. Misalnya, eBoard Interaktif 650TS dari Samsung memiliki perangkat lunak dasar untuk menggambar, perpustakaan konten dan Classroom Management Software – sehingga guru dapat memberikan lebih banyak sumber acuan bagi siswa.
Hambatan utama menghadirkan perangkat baru di ruang kelas adalah mempertahankan nilai-nilai tradisional yang diharapkan dari sistem pendidikan, seperti interaksi dan panduan sosial, sekaligus mencetak generasi penerus dengan sumber daya, kesempatan, dan alat yang belum pernah ada sebelumnya.

 

Sumber : http://www.samsung.com

Saturday, 11 May 2013 00:01

FodBoo : Jejaring Sosial Lokal Berbasis Pendidikan

Written by

Seiring dengan revolusi kedua Internet yang salah satunya dengan semakin menjamurnya website dengan konsep Jejaring sosial, situs jejaring sosial buatan Indonesia satu demi satu mulai bermunculan. Setelah BukuQ, kini  jejaring sosial berbasis pendidikan hadir kembali dengan nama: FodBoo. Ciri khas FodBoo terletak pada fitur dimana para member bisa saling berbagi mata pelajaran dengan cara mengunggah, melihat, serta mengunduhnya. Selain itu, karena berbasis tema pendidikan, para member diklasifikasikan sesuai asal sekolah serta asal provinsi sekolah tersebut.

Tentu saja sebagaimana jejaring sosial pada umumnya, maka para member pun bisa juga terhubung dengan sesama member baik satu sekolah maupun diluar sekolah, bisa berbagi aktivitas, bahkan ini yang menjadi kekuatan FodBoo bahwa secara lebih khusus lagi member bisa berbagi mata pelajaran terbaru.

Banyak cara agar pendidikan menjadi menyenangkan di mata para peserta didik. Besar harapanya FodBoo dapat membantu meningkatkan prestasi belajar para peserta didik di Indonesia yang bermuara pada peningkatan Mutu Pendidikan.

Monday, 06 May 2013 23:24

Seagate: Manfaatkan Teknologi dalam Homeschooling

Written by

Pontianak - Sebagai bangsa Indonesia, setiap tanggal 2 Mei kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang berjasa di bidang pendidikan. Salah satu nilai yang ditanamkan oleh Ki Hadjar Dewantara adalah pentingnya pendidikan bagi anak-anak sejak usia sedini mungkin.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan anak tidak semata bisa diberikan di bangku sekolah. Salah satu bentuk saluran pendidikan yang semakin marak di Indonesia adalah homeschooling. Homeschooling kian menarik orang tua karena dinilai lebih tepat dalam mengembangkan bakat dan minat buah hati mereka. Sebenarnya sejarah homeschooling di Indonesia sudah tergolong lama.

Cara belajar seperti ini sejak dahulu telah banyak dijalani oleh para pedagang dengan sistem magang dan para santri dengan pesantrennya. Bahkan, menurut Kak Seto, pakar pendidikan anak Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Homeschooling Keluarga Kak Seto” menyebutkan bahwa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH.

Agus Salim adalah para tokoh tokoh nasional yang pernah mengenyam pendidikan lewat homeschooling. Di masa kini, gagasan homeschooling dipelopori oleh John Cadwell Holt, pendidik asal Amerika Serikat, semenjak tahun 1960-an. Kemudian konsep homeschooling semakin menyebar luas ke Eropa dan Asia, sehingga akhirnya disambut oleh Indonesia.

Bagi para orang tua yang memilih jalur pendidikan homeschooling untuk buah hati mereka dengan mengambil peran langsung sebagai pengajar, ada beberapa langkah yang bisa dijadikan pedoman:

  1. Persiapkan diri. Sebelum memulai pembelajaran, orang tua lebih baik mempersiapkan diri dengan meyakini bahwa Anda-lah yang paling memperhatikan pendidikan anak melebihi siapa pun. Orang tua harus yakin bahwa ia sanggup dan mampu menjadi seorang pengajar sekaligus guru homeschooling untuk sang buah hati. Homeschooling memang memerlukan sebuah tanggung jawab yang besar, namun apabila Anda menyesuaikannya dengan gaya hidup keluarga, maka semua akan menjadi lebih mudah.
  2. Tetapkan metode khusus ketika mendidik anak di rumah. Kaji niat dan motivasi Anda terlebih dahulu. Mengapa Anda memilih homeschooling sebagai cara yang tepat? Seperti apa kah pendidikan yang ‘baik’ menurut Anda? Apa yang menurut Anda paling baik dalam hal anak-anak, pengajaran, serta pembelajaran? Apa cara termudah bagi anak-anak Anda dalam mempelajari sesuatu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu orang tua dalam menentukan pendekatan mana yang paling tepat serta dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif bagi keluarga maupun anak-anak Anda. Perlu dipertimbangkan pula bahwa pendekatan yang sama belum berarti tepat untuk karakter anak yang berbeda-beda.
  3. Rencanakan kurikulum Anda. Banyaknya materi dan metode yang tersedia dapatmenjadi membingungkan bagi para orang tua yang mengajar homeschooling. Identifikasi pendekatan Anda terlebih dahulu agar lebih mudah menentukan kurikulum yang paling tepat untuk digunakan. Hal apa yang paling merangsang sang buah hati untuk dipelajari? Anda bisa mulai dari sana. Banyak sekali sumber ide yang dapat dimanfaatkan. Internet, misalnya, menyediakan sumber informasi tanpa batas yang sangat berguna dalam mengajar di lingkungan rumah: informasi-informasi mendasar mengenai berbagai mata pelajaran, artikel mengenai metodologi, komunitas pengajar homeschoolers, bahkan bahan edukasi gratis bagi para pengajar homeschoolers dari guru sekolah atau pengajar lainnya. Yang penting adalah Anda harus terus membaca, meneliti dan merencanakan mengenai apa yang ingin Anda ajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya.

Setelah mengikuti pedoman tersebut, saatnya menentukan alat bantu belajar mengajar homeschooling. Untuk para orang tua atau pengajar homeschoolers, perlu diingat bahwa di masa kini sulit memisahkan pendidikan dengan teknologi, termasuk dalam hal homeschooling. Pengajar homeschoolers yang tidak hanya diuntungkan oleh lingkungan pembelajaran yang telah amat familiar dengan sang anak, melainkan juga oleh teknologi yang terdapat di sekitar lingkungan rumah.

Perangkat teknologi  pun dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu kegiatan belajar mengajar agar menjadi jauh lebih ringan dan menyenangkan, apalagi mengingat anak-anak telah banyak mengakrabi perangkat teknologi seperti laptop, tablet, smartphone dan sebagainya sejak usia yang sangat muda. Salah seorang pengajar homeschool merangkap ibu rumah tangga, Anita, mengatakan bahwa ia sudah terbiasa memanfaatkan iPad untuk membantu proses belajar mengajar anaknya, Darren, yang kini menginjak usia 5 tahun.

“Agar materi lebih mudah ditangkap Darren, saya menggunakan iPad dan berbagai aplikasi pembantu belajar,” papar Anita. “Saya juga memanfaatkan benar laptop dan televisi di rumah untuk menayangkan video-video edukasi sebagai perantara Darren untuk mempelajari alam semesta dan isinya. Dengan begini, sensor audio visual Darren semakin terasah, dan dia pun tidak akan mudah merasa bosan.”

Satu hal yang sangat erat kaitannya dengan pembelajaran menggunakan perangkat teknologi adalah di mana sebaiknya menyimpan semua konten edukatif yang ingin diajarkan. Seringkali data digital dengan kapasitas yang besar sekali tidak selalu dapat ditampung oleh memori perangkat yang bersangkutan. Oleh karena itu, perangkat penyimpanan konten digital akan sangat membantu pengajar homeschoolers dengan menyingkirkan kerepotan dalam menyimpan data di berbagai perangkat yang terpisah. Dengan mengumpulkannya di satu storage device yang dipakai khusus untuk kegiatan homeschooling, kegiatan belajar mengajar di rumah pun akan menjadi semakin kondusif.

Salah satu perangkat teknologi yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar homeschooling adalah Seagate Central Shared Storage. Seagate Central adalah sebuah perangkat penyimpanan (storage device) yang tidak hanya hadir dengan kapasitas luar biasa besar (4 TB),  namun juga  dapat memancarkan data yang tersimpan ke dalamnya untuk diakses oleh perangkat teknologi apa pun yang dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi.

Materi pengajaran dalam bentuk apa pun, baik gambar, musik, video dan dokumen dapat dimuat di dalam Seagate Central yang berbentuk horizontal ramping ini. Seagate Central akan mengorganisir konten tersebut sesuai dengan tipe media, untuk kemudian di-streaming ke alat teknologi perantara belajar favorit buah hati. Konten yang dipancarkan tidak hanya bisa diakses oleh perangkat genggam, namun juga oleh Samsung Smart TV dan perangkat Apple. Dengan fitur-fitur tersebut, perangkat storage ini dapat menjadi partner tepat untuk para pengajar homeschoolers sekaligus penunjang kemudahan pembelajaran anak.

Sumber : http://www.chip.co.id/

Sunday, 21 April 2013 22:31

Pendidikan Berbasis Media Sosial

Written by

Jakarta - Ajang e-Indonesia Initiatives Forum, mengagas sebuah wadah bagi siswa untuk belajar bersama tanpa memandang jarak dan lokasi mereka berada dengan internet bernama GoeSmart. Tampilan yang mereka pakai dibuat mendekati dengan jejaring media sosial yang banyak dipakai saat ini yakni Facebook.

Hal itu dikemukakan Ketua e-Indonesia Initiatives Forum, Suhono Harso Supangkat, di Bandung, Selasa (24/4). GoeSmart bisa disebut sebagai sosial media yang mempertemukan penggunanya untuk belajar bersama. Di sana, ada wadah untuk berdiskusi antara siswa dengan guru, viewer untuk dokumen elektronik, hingga berbagi modul pelajaran. Dengan demikian, setiap siswa berkesempatan sama untuk mendapatkan materi pengajaran yang berkualitas.

"Setiap guru akan mengirimkan materi yang nantinya dilombakan, hadiahnya diupayakan berupa uang yang didapatkan dari para sponsor. Diharapkan insentif tersebut bisa membuat mereka aktif terlibat dalam GoeSmart," kata Suhono. Pihaknya juga berupaya untuk mengajukan usulan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghargai partisipasi para guru dalam jejaring media sosial ini berupa kredit. Dengan mendapatkan kredit untuk sertifikasi mereka, bisa jadi para guru makin bersemangat terlibat di media ini, selain insentif berupa uang bila memenangkan lomba modul pengajaran.

Sejak dirintis tiga bulan lalu, sudah ada 4.000 akun yang mendaftar GoeSmart, 30 persen adalah para guru. Suhono mengharapkan agar dalam waktu empat bulan bisa mencapai 10.000 pengguna. Sayangnya, saat dicoba, laman web GoeSmart belum bisa dimasuki. Meskipun sudah mendaftar kemudian mendapat email mengenai verifikasi akun, selalu terpental ke halaman depan. Kemungkinan situs ini tengah diperbaiki. Setidaknya, kita bisa mengetahui fitur yang ditawarkan dalam situs ini dengan tampilan yang ramah di mata.

Page 5 of 6