Pengumuman

Pengumuman (54)

.

 

.

Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam taklimat media Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, secara virtual, di Jakarta, Jumat (07/08).

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.  Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat 1) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; 2) menggunakan kurikulum darurat; atau 3) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Mendikbud.

Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik. “Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran,” tegas Mendikbud.

Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SD modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali. “Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah dan membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah,” ucap Mendikbud.        

Untuk membantu siswa yang terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, Mendikbud mengimbau guru perlu melakukan asesmen diagnostik. Asesmen dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Asesmen non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa, seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa.

Asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal.

Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. “Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam,” jelas Mendikbud.

Mendikbud berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan. Orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah, guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat. “Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19,” pesan Mendikbud.

Unduh Paparan Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 di sini.

Unduh Salinan Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus di sini.
 
Unduh Salinan Keputusan Kabalitbangbuk Nomor 018/H/KR/2020 di sini.

Saturday, 01 August 2020 06:58

Lomba Foto dan Artikel Jurnalistik 2020

Written by

Lomba Foto dan Artikel Jurnalistik Pendidikan dan Kebudayaan 2020

Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia tahun 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar lomba foto serta artikel jurnalistik terkait pendidikan dan kebudayaan. Lomba ini dapat diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA, guru, dosen, wartawan, dan masyarakat umum lain yang tidak termasuk kategori tersebut.
 
Tema lomba adalah "Merdeka Belajar, Gelora Budaya, Indonesia Bahagia".
 
Selain pelajar SMA/SMK/MA yang hanya dapat mengikuti satu lomba saja, peserta kategori lain dapat mengikuti lomba foto dan lomba artikel sekaligus, atau hanya salah satu saja. Namun, peserta hanya diperkenankan mengikuti satu kategori untuk masing-masing lomba, sesuai dengan profesi peserta tersebut. Bila diketahui ada peserta yanng mengikuti lebih dari satu kategori pada lomba yang sama, peserta tersebut akan didiskualifikasi.
 
Pendaftaran dan pengiriman karya lomba dimulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020 pada tautan yang tersedia. Pemenang akan diumumkan pada akhir September 2020 melalui laman dan akun resmi media sosial Kemendikbud.
 
Lomba ini tidak dipungut biaya.
 
Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.
 
Kriteria lomba dan cara pendaftaran untuk masing2 kategori, dapat melihat pada tautan berikut:
 
LOMBA FOTO:

  1. Lomba foto kategori PELAJAR SMA/SMK/MA (unduh ketentuan di sini)
  2. Lomba foto kategori GURU (lihat ketentuan di sini)
  3. Lomba foto kategori DOSEN (lihat ketentuan di sini)
  4. Lomba foto kategori WARTAWAN (lihat ketentuan di sini)
  5. Lomba foto kategori UMUM (lihat ketentuan di sini)

 
LOMBA ARTIKEL JURNALISTIK:

  1. Lomba artikel kategori PELAJAR SMA/SMK/MA (unduh ketentuan di sini)
  2. Lomba artikel kategori GURU (lihat ketentuan di sini)
  3. Lomba artikel kategori DOSEN (lihat ketentuan di sini)
  4. Lomba feature kategori WARTAWAN (lihat ketentuan di sini)
  5. Lomba artikel kategori UMUM (lihat ketentuan di sini)
Wednesday, 29 July 2020 13:33

Peta Sekolah Kalimantan Barat

Written by
Wednesday, 29 July 2020 13:24

Progres Pengiriman Data PMP Kalimantan Barat

Written by admin2019

Berikut ini terlampir surat hoaks yang beredar di masyarakat mengenai Permintaan Data Siswa Berprestasi Tahun Ajaran 2019/2020. Kepada seluruh masyarakat dimohon untuk berhati-hati terhadap adanya surat palsu tersebut dan selalu melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke Kementerian.

Unduh SE Hoaks Dirjen Dikdasmen tentang Permintaan Data Siswa Berprestasi Tahun 2019/2020 di sini.

 

Page 1 of 4