Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (135)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kepada panitia pelatihan kepala dan pengawas sekolah untuk menyusun materi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang lebih profesional. Hal tersebut diutarakan saat ia memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pelatihan Calon Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah di Jakarta (30/8/2018). Mendikbud berharap materi yang nanti disajikan diharapkan lebih fokus kepada profesi, baik untuk kepala sekolah maupun pengawas sekolah.
 
"Saya mohon diklatnya harus betul-betul mengadaptasi dari rencana perubahan kita, misalnya kepala sekolah ya aspek manajerial malah lebih ditekankan di dalam diklat. Tidak usah diajari lagi tentang BBM, tentang metode," tuturnya saat membuka Rakor. "Dia sudah ga mengajar lagi, tetapi bagaimana tentang mengembangkan sekolah, terutama tentang pendekatan ekosistem, pendekatan PPK, itu yang harus ditekankan," lanjutnya
 
Selain itu, mantan rektor UMM ini juga menyarankan agar diadakan lokakarya untuk simulasi permasalahan sekolah. Hal ini dilakukan dengan pengambilan contoh sekolah yang dilanjutkan dengan bagaimana melakukan problem mapping, problem sensing, problem structuring, hingga perumusan kebijakan. 
 
Ia pun berharap profesi kepala sekolah dan pengawas sekolah harus menjadi jenjang karir bagi guru. "Kepala sekolah harus (berasal dari) guru terbaik. Pengawas sekolah harus (berasal dari) kepala sekolah terbaik. Tidak boleh pengawas sekolah tidak pernah menjadi kepala sekolah. Kecuali dalam keadaan yang sangat khusus, seperti guru yang sangat berprestasi yang kemudian diangkat menjadi kepala sekolah," ujarnya.
 
Sesuai laporan yang disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano, Rakor Pelatihan Calon Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah tahun 2018 ini diikuti oleh 82 kepala dan pejabat yang berasal dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) dari seluruh Indonesia.

Jakarta, Kemendikbud --- Perubahan yang sangat cepat menghadirkan tantangan dalam dunia pendidikan. Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) memegang peranan penting dalam penyiapan generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman. Melalui Pemilihan GTK Beprestasi dan Berdedikasi tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong semakin banyak guru yang mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi emas Indonesia.

"Pendidik dan tenaga kependidikan adalah agen perubahan di daerah. GTK berprestasi dan berdedikasi inilah yang akan menjadi role model (teladan) di daerahnya masing-masing," disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano, pada pembukaan Pemilihan GTK Beprestasi dan Berdedikasi tahun 2018, di Jakarta, Minggu (12/8).

Menurut Dirjen GTK, Kemendikbud telah menggulirkan tiga kebijakan besar dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa di era yang semakin global. Pertama adalah gerakan literasi nasional. Literasi bukan hanya terkait baca tulis saja, tetapi juga terkait informasi
literasi teknologi, khususnya digital. "Negara yang mampu bersaing adalah yang mampu menguasai teknologi, informasi, sumber daya, dan bisnis," kata Supriano.

Kedua, pembelajaran abad 21 yang salah satunya diupayakan melalui Kurikulum 2013. Menurut Dirjen GTK, terdapat 4 kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap peserta didik, yakni kompetensi untuk berfikir kritis (critical thinking). Kemudian kemampuan berkomunikasi, baik melalui media maupun secara interaksi langsung. Setelah itu, kemampuan berkolaborasi dan kerja sama. Dan yang terakhir adalah kreativitas untuk menghasilkan inovasi.

Masa depan yang serba tidak pasti dan ditandai dengan perubahan yang sangat cepat di berbagai bidang mendorong pemerintah melakukan pengembangan kurikulum. Selain kompetensi, menurut Dirjen GTK, pemerintah memandang perlu menguatkan karakter peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa. "Ketiga, yang paling penting adalah karakter. Banyak orang cerdas, tetapi gagal karena tidak memiliki karakter yang baik. Dalam panduan kita jelas, nasionalis, religius, mandiri, gotong royong, dan kejujuran (integritas)," ungkap Supriano.

Dilanjutkan Supriano, bahwa pendidikan karakter tidak bisa diceramahkan saja, tetapi harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan teladan bapak dan ibu guru. Untuk itulah, pendidik menjadi kunci keberhasilan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang digulirkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.

Kegiatan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 diikuti 914 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Pendidikan Menengah, termasuk perwakilan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Pengumuman pemenang untuk setiap kategori akan dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2018.

Menutup sambutannya, Dirjen GTK berpesan agar kompetisi yang akan dilalui dapat dipandang sebagai pembelajaran, dan bukan sekadar kompetisi yang menghasilkan juara saja. Perwakilan yang hadir dari berbagai provinsi di tanah air diharapkan dapat menjalin komunikasi dan semangat saling berbagi wawasan serta pengetahuan agar mempercepat pemerataan mutu pendidikan. "Tujuan kita, bagaimana mengeratkan bangsa ini melalui pendidikan," pesan Dirjen GTK.

Sinergi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Mendatang, program peningkatan kompetensi guru akan difokuskan pada perbaikan proses pembelajaran. Kemendikbud mendorong guru untuk dapat membantu peserta didik menguasai kompetensi abad 21 dan karakter yang baik. "Jadi, kita akan berfokus pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan bisa mendorong pencapaian empat kompetensi abad 21 (critical thinking, creativity, collaboration, communication)," kata Dirjen GTK.

Supriano mengajak guru untuk tidak mudah puas dan terus meningkatkan kompetensinya. Praktik baik berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui kelompok profesi sangat diharapkan. Dan bagi guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi agar dapat mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk pengembangan diri.

"Praktik peningkatan kompetensi dari guru belajar dari sesama guru itu sangat penting. Untuk itu, kita harapkan, tunjangan profesi guru itu juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi," ujarnya.

Sinergi antara unit-unit utama di Kemendikbud akan diperkuat. Saat ini, apa yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) GTK diarahkan untuk dapat melengkapi kebijakan yang dilaksanakan oleh Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang mengelola pembinaan satuan pendidikan. Penyelarasan program antara Ditjen GTK dan Ditjen Dikdasmen terkait pembenahan sekolah akan disinkronkan dan diperkuat lagi.

"Apa yang menjadi program Dikdasmen akan kita dukung dari sisi gurunya. Pendidikan kita bangun secara komprehensif, tidak parsial dan berjalan sendiri-sendiri. Ketika zonasi diterapkan, kita akan 'keroyok' bersama-sama," pungkasnya. 

Jakarta, Kemendikbud --- Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia adalah dengan Lokakarya Program Pertukaran Kepala Sekolah. Dalam lokakarya yang digelar di Jakarta (23/7/2018), sebanyak 480 kepala sekolah yang terdiri dari 320 kepala sekolah imbas dan 160 kepala sekolah mitra dari Provinsi Aceh hingga Papua dikumpulkan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

Lokakarya ini terbagi ke dalam  dua sesi, yaitu in 1 dan in 2. Peserta akan mengikuti lokakarya in 1 selama empat hari dengan difasilitasi oleh 23 orang fasilitator. Setelahnya, selama tujuh hari, setiap dua orang kepala sekolah imbas akan magang di tempat kepala sekolah mitra. Mereka akan mempelajari tiga hal utama dari tugasnya sebagai kepala sekolah, yaitu manajerial, supervisi, dan kewirausahaan.

Selesai dari magang, mereka kembali mengikuti lokakarya in 2 selama tiga hari. Kemudian kepala sekolah imbas akan kembali ke sekolahnya masing-masing dengan didampingi langsung oleh kepala sekolah mitra selama tujuh hari. Mereka akan menerapkan apa yang telah dipelajari sebelumnya melalui metode adopsi, adaptasi, dan pengembangan. Selanjutnya pendampingan dilanjutkan secara daring.

Dalam sambutannya, mewakili Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan, Kepala Sub Direktorat  Abubakar Umar berpesan kepada seluruh peserta agar setelah mengikuti program ini, segera membagikan pengalamannya kepada rekan-rekan sejawat lainnya. "Mohon nanti begitu dari sini, kita sampaikan apa yang kita dapatkan kepada sahabat-sahabat kita, sehingga mereka bisa mendapatkan informasi dan memperoleh manfaatnya," tuturnya.

Kepala sekolah mitra yang diundang merupakan hasil seleksi berdasarkan capaian mereka dalam penerapan Kurikulum 2013, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) di sekolahnya. Selain kepala sekolah, juga ada 49 pengawas sekolah yang berasal dari daerah kepala sekolah imbas yang juga akan bertugas memantau proses melalui sistem daring.

Program ini merupakan bagaian implementasi dari nawa cita nomor tiga dan lima yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dan meningkatkan kualitas hidup manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melantik Supriano sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), di Graha Utama kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (20/7/2018). Selain Dirjen GTK, Mendikbud juga melantik dua pejabat tinggi pratama Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan pejabat fungsional.

"Kita punya tugas besar ke depan bagaimana supaya antar unit utama bisa bersinergi, bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Termasuk dalam meningkatkan efisiensi. Tidak tumpang tindih satu sama lain, agar anggaran dapat dioptimalkan. Anggaran boleh sedikit tetapi kinerja harus tetap terjaga dan meningkat," disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud menyaksikan penandatanganan naskah serah terima jabatan dari Hamid Muhammad selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen GTK, kepada Supriano yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.

"Kepada Bapak Hamid Muhammad saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Dirjen GTK. Saya harap apa yang dilakukan pak Hamid bisa dilanjutkan oleh pejabat baru," tutur Menteri Muhadjir.

Sore ini, Raden Ruli Basuni dilantik sebagai Kepala P4TK Pertanian. Kemudian, Subandi dilantik sebagai Kepala P4TK Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial (PKN dan IPS).

Mendikbud juga melantik 17 pejabat fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), Widyaiswara, dan Pranata Komputer di lingkungan Kemendikbud. Kepada para pejabat fungsional, Mendikbud berharap agar dapat bekerja profesional, kreatif. "Jangan menunggu perintah, tetapi harus berani melakukan langkah-langkah yang menjadi tugas masing-masing," ujar Mendikbud.

Mendikbud mengajak para pejabat yang baru dilantik dan mereka yang hadir dalam pelantikan sore ini untuk menyatukan tekad dan semangat, bahu-membahu membangun pendidikan Indonesia.

"Kepada Dirjen GTK yang baru, harus tancap gas. Saya berharap masalah guru dapat segera tuntas di tahun 2019. Jangan menunggu, harus bekerja keras, bisa mencari solusi yang kreatif," pesan Mendikbud kepada Dirjen GTK yang baru

Pontianak - Sebagai langkah awal rangkaian kegiatan penjaminan mutu yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan, setiap satuan pendidikan harus mampu melakukan pengumpulan data peta mutu. Pengumpulan data peta mutu ini diperlukan agar setiap satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing berkaitan dengan pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP), sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mencapai dan bahkan melampaui SNP.

Guna mendukung terlaksananya pemetaan mutu pendidikan tersebut, LPMP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas dalam rangka Penjaminan Mutu Pendidikan yang melibatkan Operator Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan seluruh pengawas SLB, SD, SMP, SMA dan SMK dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat.

LPMP Kalimantan Barat telah melaksanakan kegiatan ini sejak awal bulan Juli 2018 adapun pelaksanaan kegiatan angkatan pertama tanggal 3 s.d. 5 Juli 2018 , angkatan kedua tanggal 8 s.d. 10 Juli 2018 dan angkatan ketiga tanggal 12 s.d. 14 Juli 2018. Dari pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Provinsi Kalimantan Barat ini diharapkan Pengawas Sekolah memahami instrumen pemetaan, mekanisme pelaksanaan pemetaan dan mampu memverifikasi dan memvalidasi data mutu Sekolah Binaannya.