Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (135)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Yogyakarta, Kemendikbud —- Memasuki era milenium, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model cara berpikir tinggi/higher order thinking skills (HOTS).

Dengan pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi pada HOTS, di Yogyakarta, Jumat (09/11/2018).

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing menghadapi era milenium dan revolusi industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analistis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,“ jelas Mendikbud.

Mendikbud mengatakan, belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak. “Dalam berbuat sesuatu, pertama yang dilakukan adalah berpikir dahulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. perilaku atau tindakan, suatu langkah konkrit berdasarkan sikap. Itulah belajar,” terang Mendikbud.

Mendikbud mengajak para guru untuk memperkuat perilaku siswa dengan komponen berpikir, bersikap, dan bertindak. “Ajak siswa kita untuk berpikir kreatif dan kritis, membangun kerja sama atau berkolaborasi. Mohon guru inti jangan berikan pendidikan yang tidak kreatif. Kita harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita,“ pesan Mendikbud.

Mendikbud juga berharap para guru inti dapat menularkan ilmu yang didapat selama kegiatan pembekalan kepala guru lain. Tugas guru inti tidak boleh pilih kasih dalam memberikan pencerahan kepada sesama guru. Bagi pengalaman yang didapat.

Kegiatan Pembekalan Guru Inti Nasional Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tinggi yang diselenggarakan pada tanggal 8 hingga 13 November 2018, diikuti oleh 240 peserta dari Provinsi Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan pembekalan guru ini adalah untuk menyiapkan guru inti dalam zonasi Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi sesuai dengan mata pelajaran yang diampu guru. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru inti dalam program peningkatan kompetensi, meliputi konsep, strategi penggunaan perangkat, dan strategi pelaksanaan PKP dalam pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tinggi.

“Sehingga dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang pintar dan sukses,” pungkas Mendikbud. *

Kubu Raya. Dalam rangka mengumpulkan data PMP dan mengumpulkan berita acara kunjungan ke sekolah binaan oleh pengawas yang telah mengikuti bimtek pengawas juli 2018, Disdikbud KKR dan LPMP Kalbar mengadakan kegiatan pengumpulan data pemetaan mutu pendidikan, Rabu 31/10/18 bertempat di SDN 9 Sungai Raya. Diikuti Pengawas SD 25 orang, pengawas SMP 7 orang dan pengawas SMA-SMK 7 orang. “diharapakan setelah pengumpulan data ini seluruh pengawas lebih lebih aktif lagi untuk mengunjungi dan membina kepala sekolah dan guru yang ada dalam wilayah binaannya”. Ujar Wan Adnan, S.Pd.,M.Si Kasi Anjab Disdikbud KKR. Kadisdikbud KKR Frans Randus, S.Pd.,M.Si Ketika memberikan pengarahan mengatakan. Pengisian dan pengiriman Instrumen Pemetaan Mutu pada Aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) Tahun 2018 adalah suatu keharusan bagi setiap Satuan Pendidikan di Kubu Raya untuk mendapatkan Raport Mutu Pendidikan. Pengawas sebagai perpanjangan tangan dinas pendidikan yang bersentuhan langsung dengan kepala sekolah dan guru diharapkan agar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik mungkin. “Pengawas adalah ujung tombak dari dinas pendidikan dalam memonitor dan memotivasi para guru yang ada di lapangan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka pengawas, kepala sekolah dan operator harus bekerjasama dengan baik”. Kecamatan sudah menyampaikan PMP melalui Dapodik dan Alhamdulillah  grafiknya 3 tahun terakhir naik terus. (dikbud.kuburayakab.go.id)

Kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Kurikulum 2013 bagi Guru Kelas II dan V Jenjang SD provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 angkatan I telah dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 9 - 13 Oktober 2018 bertempat di LPMP Kalimantan Barat. Kegiatan ini diikuti oleh165 peserta dari 179 orang yang direncanakan. Peserta kegiatan berasal dari kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Kapuas Hulu dan Bengkayang.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada guru tentang konsep Kurikulum 2013 yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan materi penunjang terkait dengan implementasi Kurikulum 2013.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. Dalam sambutannya kepala LPMP Kalimantan Barat mengharapkan kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan bimtek ini dengan sebaik-baiknya sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi guru terkait dengan materi Kurikulum 2013. Sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah masing-masing.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 - 21.00 WIB. Selain materi pokok dan kebijakan,  narasumber memberikan senam ice breaker kepada peserta sehingga peserta bimtek tidak bosan dan tidak terlalu tegang selama mengikuti kegiatan ini. Peserta kegiatan juga melakukan praktek-praktek pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan diakhiri dengan evaluasi pembelajaran.

Kegiatan Bimtek ini diakhiri dengan penutupan oleh Kepala LPMP Kalimantan Barat, Drs. Aristo Rahadi, M.Pd. Beliau berpesan agar semua materi bimtek dipahami dengan baik dan benar. Beliau mengucapkan selamat bertugas kembali kepada peserta di daerah masing-masing dengan membawa ilmu yang harus di imbaskan kepada rekan-rekan guru yang lainnya.

Salam Kurikulum 2013. (HR/Kim)

Jakarta, Kemendikbud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendorong guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap sastra. Menurut Mendikbud, karya-karya sastra sangat kaya dengan nuansa yang mencerdaskan siswa.

"Saya mendorong guru Bahasa dan Sastra Indonesia memperbanyak pengajaran sastra, tapi bukan sastra dalam arti pengetahuan, namun sastra yang dipraktikkan. Sastra ini sangat kaya dengan nuansa yang mencerdaskan," kata Muhadjir Effendy usai membuka Kongres Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) Tahun 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin (8/10/2018) malam.

Mendikbud menekankan pentingnya guru Bahasa Indonesia mengembalikan tradisi bersastra, terutama membaca dan memperagakan karya-karya sastra klasik. "Jadi dalam penerapannya, tidak boleh ada siswa yang tidak membaca karya siapa (sastrawan) yang dianggap klasik. Kalau di negara barat misalnya Shakespeare," kata Mendikbud menambahkan.

Selain mengajarkan sastra, guru Bahasa Indonesia harus memiliki kemampuan mayor, yakni mampu mengajarkan bahasa Indonesia dan kemampuan minor yakni penguasaan bahasa asing dan bahasa daerah. Kemampuan berbahasa asing dan bahasa daerah menjadi penghubung antarbahasa. 

Khusus penguasaan bahasa daerah, guru sebagai pengajar juga menjadi agen untuk melestarikan bahasa daerah. "Guru Bahasa Indonesia juga harus menguasai bahasa daerah dan bahasa asing. Yang bisa melestarikan bahasa daerah, ya guru Bahasa Indonesia," ujarnya.

Muhadjir mendorong organisasi asosiasi guru, termasuk AGBSI, untuk segera menyusun dan menetapkan kode etik profesi guru. Juga membentuk dewan profesi. Organisasi asosiasi profesi harus mampu menjaga martabat profesi. "Asosiasi profesi itu yang mengawasi kerja sejawatnya. Seorang profesional itu harus memiliki harga diri dan kebanggaan atas profesinya, keahliannya. Nanti jika ada pelanggaran dalam praktik profesi, dewan profesilah yang melakukan pembinaan," kata Muhadjir.

Mendikbud berharap organisasi profesi guru seperti AGBSI terus melakukan pembinaan dan pelatihan guru. AGBSI juga diharapkan terus mendorong profesionalisme guru, baik dari aspek keilmuan, kualitas pembelajaran, serta tanggung jawab sosial. "Asosiasi profesi itu yang mengawasi kerja sejawatnya. Seorang profesional itu harus memiliki harga diri dan kebanggaan atas profesinya, keahliannya. Nanti jika ada pelanggaran dalam praktik profesi, dewan profesilah yang melakukan pembinaan," kata Muhadjir.

Pontianak - Dalam rangka akses pemerataan pelaksanaan Kurikulum 2013 LPMP Kalimantan Barat segera menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Kurikulum 2013 bagi guru Kelas II dan V jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 s.d 13 Oktober 2018 (Angkatan I), 16 s.d 20 Oktober 2018 (Angkatan II), dan 23 s/d 27 Oktober 2018 (Angkatan III), dengan jumah keseluruhan peserta 507 orang mencakup 14 kabupaten/kota se-provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan ini berpedoman pada Petunjuk Teknis Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 difokuskan pada guru kelas I, Kelas IV, Kepala Sekolah beserta guru Agama. Sedangkan untuk Guru Kelas II, V, dan VI beserta guru PJOK belum mendapatkan kesempatan untuk diberikan bimtek terkait implementasi Kurikulum 2013.

LPMP Kalimantan Barat berharap kepada bapak ibu guru yang ditugaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota bisa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengimbaskan ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada ke rekan sejawat di daerah melalui forum K3S dan KKG.

Kuota peserta kegiatan ini terbatas. Namun demikian seluruh peserta diharapkan melaksanakan dengan antusias. Sehingga materi, diskusi dan praktek pembelajaran menjadi berkualitas.

Selamat datang di LPMP Kalimantan Barat. Selamat belajar. Selamat memperkaya pengetahuan, siap mendiseminasikan, siap turut serta membangun mutu pendidikan Kalimantan Barat yang gemilang.