Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu (157)

Kumpulan Berita dan Artikel yang terkait Penjaminan Mutu Pendidikan

Putussibau - Diawal tahun 2013 tepatnya pada tanggal 18 - 22 Februari 2013, LPMP Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan diklat Manajemen Kepala Sekolah. Langkah awal ini merupakan perwujudan komitmen LPMP dalam rangka peningkatan kompetensi Kepala sekolah khususnya di Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini diharapkan akan memberikan pembekalan dan kesiapan mental Kepala Sekolah untuk menjadi pimpinan pada satuan pendidikan yang handal.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu yang diwakili oleh Assisten Administrasi umum BKD Kabupaten Kapuas Hulu Ibu Endang Yohana, SH, dan dihadiri oleh Pejabat struktural LPMP Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutannya beliau mengatakan, pendidikan dan pelatihan manajemen Kepala sekolah ini sebagai salah satu upaya menjawab dan sekaligus solusi terhadap peningkatan kemampuan manajerial di sekolah. Maka tidaklah berlebihan jika diklat manajemen Kepala Sekolah ini mampu menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu,” ujarnya. Ibu Endang juga menambahkan, dengan diadakannya peningkatan kompetensi secara signifikan pada keseluruhan PNS dan praktisi dunia pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu, akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten tersebut. Beliau juga berharap kerjasama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia bagi pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di kabupaten Kapuas Hulu tidak berhenti sampai disini saja, kerjasama seperti ini masih harus tetap dilaksanakan secara berkesinambungan mengingat peran strategis LPMP didaerah Kalbar terutama didunia pendidikan sangat berarti dan diharapkan keberadaannya.

Pada kesempatan itu pula Kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Suhartono Arham, M.Si memberikan materi Kebijakan Kementerian Pendidikan tentang kurikulum tahun 2013, dalam paparannya Kepala LPMP menyatakan “bahwa kurikulum 2013 merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan dan didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan kependidikan, sebab Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum 2013 disusun menggunakan basis sains dan lebih menekankan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara seimbang. Materi ajar dikembangkan dari kompetensi lulusan yang akan dihasilkan. Sistem belajarnya juga dengan cara mengembangkan pola pikir kritis anak yang holistik dan menyenangkan dengan metode observasi dan membiasakan siswa untuk bertanya. Kehadiran kurikulum baru diharapkan membawa harapan pada pelaku pendidikan, guru, dan siswa. Kurikulum 2013 harus lebih menghargai guru dan siswa. Guru harus diberi ruang gerak untuk mengembangkan keilmuan dan kreativitasnya dalam mengelola pembelajaran,” ujarnya.

Diklat yang diikuti oleh 40 (empat puluh) orang Kepala Sekolah pada setiap jenjang satuan pendidikan (SD, SMP dan SMA) yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu dengan rincian Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) 20 orang, Kepala Sekolah SMP 18 orang, dan Kepala Sekolah SMA 2 orang. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tatap muka yang diselenggarakan dalam bentuk diklat dengan pola 50 jam Pelajaran (JP) @ 45 menit dengan durasi waktu 5 hari. Peserta diklat mendapat pelatihan dari BKD Kabupaten Kapuas Hulu, Widyaiswara serta Pejabat Struktural LPMP Provinsi Kalbar. Sumber pembiayaan dalam pelaksanaan diklat ini di bebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2013 dan bekerjasama dengan LPMP Provinsi Kalimantan Barat yang berdasarkan MOU LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan BKD Kabupaten Kapuas Hulu Nomor : 893.3/235/BKD/2P-B dan Nomor : 178/J36/LL/2013.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di gedung Korpri dan Graha Abdi Praja Jl. Rahadi Usman No. 27 Putussibau, dari tanggal 18 s.d 22 Februari 2013. Hasil Diklat Manajemen Kepala Sekolah dari SD, SMP, dan SMA tahun 2013 ini secara langsung akan dapat memberikan kontribusi, komitmen dan pikiran pada paradigma baru dalam penugasan/pengangkatan kepala sekolah serta adanya upaya penguatan kapasitas dan kompetensi Kepala sekolah. Adapun Tujuan diadakannya kegiatan Diklat Manajemen Kepala Sekolah Tahun 2013 ini adalah :

  1. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Kepala Sekolah dalam bidang supervisi akademik, pengelolaan keuangan, pengelolaan ketatausahaan;
  2. Meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menciptakan pendidikan berkarakter dan budaya sekolah;
  3. Meningkatkan pengetahuan Kepala Sekolah terhadap kepemimpinan dalam satuan pendidikan;
  4. Meningkatkan pengetahuan kepala sekolah dalam penilaian kinerja guru.

Alhamdulillah Kegiatan Diklat Manajemen Kepala sekolah kerjasama LPMP Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dapat terselenggara dengan baik dan lancar tanpa ada halangan yang berarti, melalui kegiatan ini mudah-mudahan dapat mencetak kepala sekolah yang profesional dan berkualitas, yakni kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial yang baik, serta mampu mengelola dan mengembangkan sekolah secara optimal sebagai upaya peningkatan mutu untuk mencapai standar nasional pendidikan khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, sehingga kemampuan dalam bidang manajemen sekolah semakin baik yang pada akhirnya diharapkan pada peningkatan mutu dan kualitas sekolah secara keseluruhan. Baik dari aspek kualitas prasaranan sekolah, kualitas tenaga didik maupun kualitas peserta didik.

Tuesday, 23 April 2013 09:31

Analisis Hasil Evaluasi Diri Sekolah 2012

Written by

Pontianak - Data yang telah diverifikasi dan divalidasi dari hasil kegiatan workshop Penyusunan Hasil EDS oleh Pengawas selanjutnya dilakukan analisis melalui kegiatan Workshop Analisis Hasil EDS/MSPD. Kegiatan workshop ini melibatkan unsur Pengawas Sekolah, Kasi Perencanaan Dinas Pendidikan, Kasi Bidang Pendidikan Bappeda Kabupaten/Kota serta dari Unsur LPMP Provinsi Kalimantan Barat. Adapum maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan hasil kajian dalam bentuk peta mutu yang bisa dijadikan acuan/dasar pengembangan program peningkatan mutu pendidikan di tingkat Sekolah, kabupaten/kota, provinsi yang selanjutnya akan disampaikan dalam Seminar Hasil EDS/MSPD. Kegiatan Analisis hasil EDS dan MSPD ini dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober s.d 1 November 2012 (sasaran tahun 2011 dan tahun 2012) di Hotel GajahMada Pontianak.

Pontianak - LPMP Provinsi Kalimantan Barat sejak tahun 2006 telah melakukan kerjasama tidak hanya pada pelaksanaan seleksi akademik calon kepala sekolah/madrasah tetapi juga seleksi calon pengawas sekolah dan sampai dengan tahun 2011 LPMP Provinsi Kalimantan Barat telah memfasilitasi sebanyak 945 orang peserta dalam pelaksanaan seleksi akademik tersebut di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Pada awal tahun 2012 ini, Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi (PMS) LPMP Provinsi Kalimantan Barat melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Kubu Raya dalam memfasilitasi program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, khususnya pada tahapan seleksi akademik bagi calon kepala sekolah/madrasah. Semoga ke depan kerjasama ini bisa sampai pada tahap pendidikan atau pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. Maksud dan tujuan kerjasama pelaksanaan seleksi akademik calon kepala sekolah/madrasah ini adalah untuk menghasilkan kepala sekolah yang memiliki potensi kepemimpinan berdasarkan standar kompetensi kepala sekolah/madrasah melalui Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) dan penilaian Makalah Kepemimpinan (MK) yang diharapkan kepala sekolah tersebut memiliki pengetahuan mengenai operasional sekolah, kemampuan mengevaluasi keberhasilan, dan kemampuan merencanakan, memantau proses, menyusun alternatif tindak lanjut dan memutuskan langkah yang terbaik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Seleksi akademik bagi calon kepala sekolah/madrasah Dinas Pendidikan Kab. Kubu Raya terbagi dalam 3 (tiga) angkatan, yaitu angkatan I dilaksanakan pada tanggal 20 s.d 22 Pebruari 2012, angkatan II dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 14 Maret 2012 dan angkatan III pada tanggal 20 s.d 22 Maret 2012 dengan total peserta seleksi sebanyak 244 orang. Seleksi ini di fasilitasi oleh widyaiswara LPMP Provinsi Kalimantan Barat sebagai asesor sebanyak 16 (enam belas) orang dimana 3 (tiga) diantaranya merupakan asesor tingkat nasional.

LPMP Provinsi Kalimantan Barat menawarkan kerjasama kepada dinas pendidikan kabupaten/kota lainnya dalam program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, dimana kami tetap berupaya mencerminkan tekad dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui fasilitasi pelaksanaan Seleksi Akademik Calon Kepala Sekolah/Madrasah di Provinsi Kalimantan Barat.

Sunday, 21 April 2013 22:12

Sosialisasi Kurikulum 2013 di Pontianak

Written by

Pontianak - Setelah sehari sebelumnya melakukan sosialiasi di Kabupaten Sambas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melaksanakan sosialisasi Kurikulum 2013 di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (10/3/2013).

Seperti juga di Sambas sosialisasi di Pontianak juga dilakukan bersama anggota Komisi X DPR RI Zulfadhli, dari Fraksi Golkar dan Albert Yaputra dari Fraksi Demokrat.

Dalam sambutannya, Zulfadhli menyatakan dunia pendidikan kita tertinggal dari negara-negara lain sehingga perlu lompatan besar untuk mengejarnya. "Kurikulum S2013 merupakan lompatan besar tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Albert mengatakan, "Kami dari DPR sangat mendukung Kurikukum 2013 ini."  Untuk penerapan, guru-guru harus segera dilatih karena dengan Kurikulum ini daya saing bangsa bisa meningkat.

Dalam paparannya, Mendikbud menjelaskan, hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia. Dan hal itu sudah dinyatakan dalam UU Sisdiknas. Pembentukan sikap (attitude) merupakan kompetensi pertama yang harus diberikan kepada para peserta didik dalam rangka membentuk karakter. Setelah itu kompetensi keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge)."Pengembangan Kurikulum 2013 ditujukan untuk memperbaiki  sikap atau karakter ini,"  ujar Menteri Nuh.

Menurut Mendikbud, memperbaiki pendidikan tidak boleh lepas dari delapan standar pendidikan nasional. Sudah tentu, katanya, perbaikan kurikulum merupakan bagian dari peningkatan delapan standar nasional pendidikan tersebut.  Empat standar di antaranya adalah standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi. "Keempat standar itulah yang sedang diperbaiki dalam  Kurikulum 2013 karena berbicara kurikulum meliputi keempat standar tersebut," kata mantan Menkominfo ini.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Cristiandi Sanjaya, menyambut gembira kehadiran Kurikulum 2013 ini.  "Kurikulum  ini harus segera dilaksanakan karena sangat menekankan pendidikan karakter," ujarnya. Padahal, menurutnya, kondisi masyarakat kita banyak dibebani masalah sosial.

Sanjaya mengungkapkan, hadir dalam sosaliasi ini 500 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas dan para kepala dinas pendidikan dan kebudayaan se Kalimantan Barat.

Sunday, 21 April 2013 21:57

1:1 eLearning Classroom

Written by

Pontianak - Acara diawali dengan serah terima Intel CMPC dari Intel kepada LPMP Kalbar dan dilanjutkan dengan menyerahkannya kepada dua kepala sekolah. Dalam acara pembukaan itu, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Kepala Seksi PSI LPMP Kalbar dan Education Manager Intel Indonesia. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pontianak mengatakan bahwa diharapkan kedua sekolah yang menerima bantuan ini dapat berhasil menerapkan pembelajaran yang menggunakan CMPC ini.

1:1 e-learning classroom merupakan sebuah program Intel Education untuk mempromosikan penggunaan satu laptop satu siswa. Dalam program ini Siswa menggunakan Intel Classmate PC (CMPC) untuk mendukung proses pembelajaran 1:1 e-learning classroom. CMPC ini dirancang ramah anak (Tahan banting, fitur parent control, bentuk yang menarik). Pada prosesnya, siswa menggunakan CMPC dan Guru dapat menggunakan Laptop / PC yang telah ter-install konsol guru.

Pelatihan ini langsung di fasilitasi oleh Senior Trainer Intel education (Heru Triwiyono), dengan materi hari pertama adalah mengenal CMPC dan Fitur-fiturnya. Dilanjutkan hari kedua merancang pembelajaran yang mengintegrasikan CMPC dilanjutkan dengan simulasi kelas.