Thursday, 16 July 2020 11:02

Urgensi Penyesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di Masa Pandemi COVID-19

Written by Ayy
Rate this item
(0 votes)

Pada masa pandemi COVID-19 ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa RPP cukup satu lembar saja, namun bukan berarti lebih dari satu lembar tidak diperbolehkan. Yang pasti dalam sebuah RPP harus mencakup tujuan pembelajaran, langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran dan asesmen atau penilaian.

Berdasarkan surat edaran tersebut, pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah merupakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekarang, sehingga bisa mengurangi atau mencegah penyebaran virus COVID-19. Pembelajaran jarak jauh ini belum bisa dipastikan menjadi model pembelajaran yang efektif sehingga terdapat kekhawatiran mutu pendidikan akan menurun. Dengan model pembelajaran yang baru yaitu pembelajaran jarak jauh, maka guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran (RPP) pembelajaran jarak jauh, LPMP Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran (RPP) Masa Pandemi COVID-19 Melalui Daring pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

Kegiatan ini bertujuan agar guru mampu mengembangkan keterampilan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta guru mampu merencanakan program/aktivitas pembelajaran dengan mensinergikan tiga pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) dan tiga jalur pendidikan (formal, informal, nonformal) dengan menggali dan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada di sekitarnya pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kegiatan ini diikuti oleh Kasi Kurikulum SD, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, guru SD, guru SMP dari 14 Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat. (Puji Hastuti)

 

 

Read 241 times Last modified on Tuesday, 28 July 2020 08:35